おまけ OMAKE-bonus

Kemarin saya berbelanja bunga. Karena saya belanja banyak, oleh pemilik floristnya, saya diberi sebatang sakura gratis. Saya diberi omake おまけ atau sabisu サービス berupa batang sakura, karena saya beli banyak di tokonya. Sabisu di sini memang berasal dari bahasa Inggris, tapi artinya bukan seperti yang kita ketahui service dalam bahasa Inggris, karena sabisu yang ini berupa benda. Gejala ini dinamakan 和製英語wasei eigo (saya katakan ini sebagai Japlish, japanese english).

おまけomake kanjinya ditulis 御負け, tapi umumnya ditulis dengan hiragana atau katakana. Kalau lihat kanjinya ada 負ける makeru yang berarti “kalah”, jadi si penjual kalah terhadap pembeli, sehingga memberikan “sesuatu” biasa berupa barang, bisa berupa korting. Tapi kebanyakan memang berupa barang. Yang paling sering bisa dilihat yaitu jika ada barang lain yang menempel pada barang yang akan kita beli. Suami saya dulu suka membeli coca cola karena ada omakenya gantungan kunci atau seri miniaturnya batman dll. Jadi dia sebetulnya ingin omakenya, daripada coca colanya. Pulang ke rumah sih memang memberikan coca cola itu kepada saya, katanya “Ini oleh-oleh”, tapi saya tahu sebetulnya dia mau omakenya 😃 (hi hi hi kamu ketahuan 😃 ). Dan ini sering! Dan kelihatannya menurun ke anak-anaknya (anak-anakku juga sih 😃) yang sering beli coklat atau permen karena ada omakenya clear file bagus-bagus 😃. Tapi begitu clear filenya bergambar Conan atau Matsumoto Jun, langsung mamanya juga beli hahahaha.

Selain omake dan sabisu ada juga istilah 食玩 shokugan, yaitu mainan yang menjadi omake pada makanan. Ya seperti coca cola di atas. Lalu 懸賞 kensho, yaitu pengumpulan peserta untuk diundi. Cara sekarang sering dengan mengirim email kosong, atau kartu pos untuk diundi dan pemenangnya mendapatkan sesuatu. Ada pula istilah ポイントサービスpoint service, kalau mengumpulkan point sekian, bisa undian dan mendapatkan hadiah sesuai undi yang ditarik. Dan terakhir adalah 抱き合わせ販売 dakiawase hanbai, yaitu penjualan dua barang berbeda yang “diikat”, misalnya shampo dengan handuk, menjadi 1 set.

Bagaimana? Teman-teman pasti suka dapat omake ya? Atau malah memburu omake? 

Hujan Lebat 大雨

Bulan September memang musim badai di Jepang. Biasanya ditandai dengan turun hujan lebat yang disertai guntur dan kilat. 大雨 おおあめ Ooame= Hujan lebat (banget).

Kalau ada Oo 大 (dibaca dai atau oo) berarti ada yang kecil dong ya? Tentu saja ada Kosame 小雨 こさめ (tidak dibaca koame, ada penjelasannya secara linguistik)artinya hujan kecil? Rintik-rintik?

Nah kalau rintik-rintik berarti masih bisa tidak pakai payung (kalau dekat) jadi lebih kecil dari kosame ya? Biasanya saya katakan para-para futteimasu パラパラ降っています tapi kalau lebih kecil lagi, misalnya seperti baru mau mulai hujan, baru setetes dua tetes, saya katakan potsu potsu futeimasu ぽつぽつ降っています。

Ada juga istilah 土砂降り どしゃぶり doshaburi, hujan lebat yang meskipun kita pakai payung pun pasti akan basah kuyup. Kalau lihat kanjinya bisa ketahuan bahwa 土砂 itu kanji tanah dan pasir, ya dosha nya sama dengan doshakuzure 土砂崩れ yang artinya tanah longsor. Apa bedanya dengan Ooame? Kalau Ooame itu lebih melihat volume hujan dalam waktu tertentu sedangkan doshaburi itu lebih melihat pada kondisi hujan saat bagaikan tanah dan pasir bercampur turun (susah melihat ke depan).

Kadang waktu sore hari pada musim panas turun hujan mendadak. Namanya 夕立、夕立ち ゆうだち yudachi. Banyak orang yang tidak menyangka akan hujan sehingga tidak membawa payung, jadi kehujanan deh. Ingat sekali saya pernah terjebak hujan mendadak ini waktu sedang berjalan dan tidak ada tempat untuk berteduh. Terpaksa jalan terus dan kuyup deh seperti tikus kecemplung got 😃… Eh kesialan belum berhenti di situ saja, waktu jalan karena saya pakai sepatu sandal, talinya putus sehingga harus jalan menyeret-nyeret. Kasian ya 😃

Saya rasa teman-teman pernah juga mengalami ada hujan lokal. Semisal naik mobil bisa terlihat tuh garis bagian yang hujan dan tidak hujan a.k.a hujan lokal. Ini saya sering tanya apa namanya dan ketemu! Namanya 片時雨 かたしぐれ katashigure. Jarang dipakai sih memang.

Nah kalau di Indonesia, kita kan sering tuh hujan lebat tapi tidak lama berhenti. Kita sih karena sudah tahu, biasanya tunggu saja sampai hujan berhenti. Na, orang Jepang menamakan hujan seperti itu denganゲリラ豪雨 げりらごうう gerira goou Gerira itu dari gerilya, ya sistem penyerangan serdadu Indonesia yang maju serang, mundur ke hutan, maju lagi serang lagi, mundur lagi. Dalam bahasa Jepang gerilya itu gerira. Tapi ada juga yang namanya 通り雨 とおりあめ tooriame, hujan lewat. Bedanya kalau gerira ame itu hujan lebat, sedangkan tooriame itu biasa saja. Oh ya saya ingat dulu ada hujan tengah bolong, jadi cuaca cerah tiba-tiba hujan, dan ternyata di Jepang itu istilahnya 天気雨 てんきあめ hujan (sesaat) saat cerah.

Sebetulnya istilah hujan di Jepang itu ada banyaaaak sekali! Dibedakan dari jumlah volume hujannya, waktunya panjang atau pendek, bahkan musimnya juga. Musim hujan di Jepang dinamakan 梅雨 つゆ yaitu peralihan dari musim semi ke musim panas (sekitar bulan Juni-Juli). Daftar kata-kata tentang hujannya bisa jadi satu buku sendiri (hiperbola sekali deh hehehe).

Tapi ada yang saya mau tulis untuk dimengerti kita yang tinggal di Jepang, yaitu 春雨 はるさめ harusame. Loh itu kan soun yang temannya bihun? Memang sama karena harusame itu artinya hujan musim semi. Tapi soun juga panjang-panjang putih mirip dengan hujan pada waktu musim semi, sehingga soun dinamakan harusame. Lalu ada 桜雨 さくらあめ sakuraame, yaitu hujan yang turun pada waktu sakura berbunga. Biasanya jarang sehingga orang Jepang perlu membuat nama khusus sakuraame. Dan terakhir 霧雨 きりさめ kirisame, kiri = embun jadi hujannya halus sekali bagaikan embun.

Saya rasa sekian dulu tulisan saya mengenai hujan. Tapi sebagai penutup saya ingin bertanya: “Apakah teman-teman waktu menjemur pakaian di luar. Terik nih, tiba-tiba hujan dan pakaian yang di jemuran basah semua. Cuci lagi, atau dibiarkan begitu saja?”.

Kalau saya pasti cuci lagi. Dan ternyata saya membaca memang seharusnya cuci lagi. Menurut si attack (pasti karena promosi produk sabun cuci sih 😃 ) air hujan itu mengandung kotoran dan zat kimia yang ada dalam udara. Jadi air hujan itu tidak bersih sehingga sebaiknya dicuci. Gitchuuu.

Pasang teruteru bozu (boneka gundul penangkal hujan) ah.. 

Nattsu in NATSU

Kalau ditulis bahasa Jepangnya 夏のナッツ, 夏 natsu = musim panas, ナッツ = nattsu dari bahasa Inggris “nuts”= kacang (豆).

Kacang…kacang…kacang!

Eh tulisan ini jangan dikacangin ya hahaha (kasian si kacang kok jadi istilah pengganti untuk dicuekin ya hihihi). Tapi boleh juga sih soalnya cuma mau mengatakan bahwa tanggal 22 Juli adalah hari Kacang di Jepang. Di tetapkan oleh Asosiasi Kacang Jepang, bahwa hari ini hari Kacang. Kacang memang makanan yang sehat karena mengandung protein Nabati, cuma kalau kebanyakan makan kacang ada orang yang mengalami problem kulit dengan jerawatan (nikibi ニキビ), atau problem pencernaan dengan buang gas a.k.a kentut (onara オナラ), terutama kacang merah tuh, sup bruine boon bahaya! 😃

Kacang tanah (rakkasei 落花生) , kacang kedelai (daizu 大豆) dan kacang hijau (Munggu mame ムング豆 atau ryokuto 緑豆) yang utama di Indonesia, tapi untuk negara dengan 4 musim mempunyai koleksi kacang yang lebih beragam lagi. Almond (アーモンド) dan Walnut (kurumiクルミ) diantaranya. Dan kacang-kacangan itu diolah dengan bermacam cara atau dicampur dengan bermacam bahan. Salah satu yang terkenal adalah Almond Arare. Arare adalah sejenis kerupuk yang terbuat dari beras. Kemudian dicampur almond, sehingga rasa kerupuk empuk dipadukan dengan almond yang keras, menjadikan rasa yang harmonis.

Kacang juga cocok jika dipadukan dengan coklat. Oleh-oleh dari Hawaii yang terkenal adalah macadamia nuts chocolate, sehingga setiap kali saya melihat coklat ini pasti teringat Hawaii. Padahal banyak negara selain Hawaii yang juga memajang coklat macadamianya sebagai oleh-oleh negara itu.

Ada satu campuran kacang-kacangan Jepang yang saya sukai. Tapi biasanya memang banyak dijual menjelang musim gugur. Seperti kacang atom yang putih tapi warna dan rasanya macam-macam. Kadang dalam campuran itu juga terdapat ikan kering manis dan ganggang laut. Harganya juga tidak murah (meskipun tidak mahal) tapi sensasi campuran itu memang cukup membuat tangan dan mulut tidak berhenti jika sudah membuka bungkusannya. Campuran yang murah dibungkus kecil-kecil bisa dibeli di supermarket dengan nama ajigonomi 味ごのみ atau merek lain.

So, karena hari ini adalah hari Kacang, mari kita makan kacang yuuuk. Saya suka Hazelnut (ヘーゼルナッツ) tapi cukup sulit mencari kacang ini di Jepang. Apalagi Kacang Bogor… mana ada di Jepang (Namanya sih Banbara mame バンバラマメ) . Sore ini saya buat bubur kacang hijau dengan jahe dan gula jawa. Segar!

Ada satu seri buku bergambar ehon 絵本 yang saya suka, menceritakan tentang Sora mame そら豆 (bahasa Indonesianya Kacang Babi) dan teman-temannya. Dikarang oleh Nakaya Miwa, seorang pengarang Ehon yang saya sukai, karena selain seri soramame ini, dia juga membuat seri donguri (chesnut) dan crayon. Hebatnya dia bisa membuat satu “perkampungan” dengan tokoh-tokoh berbagai macam kacang. Kacang Panjang juga muncul loh 😃. Nanti kalau ada yang berminat bisa saya pasang di pojok perpustakaan kita.

Oh ya sebagai penutup saya mau memberitahukan sebuah “cara” mengajarkan orang Jepang menghafal kata kacang: “Ka-chan wa nattu (mame) ga suki”

Ka-chan = okaasan = ibu. Ibu suka kacang. Ka-chan wa “kacang” ga suki!

Dan memang Ibu Imelda ini suka kacang 😀

Waku waku わくわく

Tadi saya membayar ongkos belajar daring (online) dan di IG gurunya mengingatkan bahwa hari ini hari terakhir pendaftaran dan tinggal untuk 5 orang saja. Wah saya langsung like dan mau menuliskan “わくわくWaku-waku!” tapi urung. Kenapa urung? Karena mereka tidak mengerti bahasa Jepang! Dan saya malas menjelaskan artinya waku-waku itu.

わくわくWaku-waku adalah ungkapan yang menggambarkan kondisi hati kita. Ada ドキドキdoki-doki 😊 berdebar), tapi ada senangnya. Bahasa formalnya 楽しみにしています tanoshimini shiteimasu (saya menanti-nantikan – tentu sesuatu yang menyenangkan 😃 ) . Wakuwaku itu adalah onomatope, kata yang dibentuk dari penggambaran sesuatu. Sehingga susahlah kalau saya menulis komentar seperti ini : “Saya sangat menantikan acara Anda dan menunggu dengan berdebar-debar” 😃 Panjang dan bisa kaget dia membacanya.

  • Onomatope dalam bahasa Jepang ada dua: 擬音語 giongo (Kata yang meniru suara) misalnya ドキドキdokidoki meniru jantung dan ゴロゴロgoro-goro (meniru guntur) dan 擬態語 gitaigo (Kata yang menggambarkan sesuatu yang tidak terlihat/tidak berbunyi) misalnya バタバタ bata-bata (sibuk) ふわふわ fuwa-fuwa (lembut). Penulisan bisa dengan katakana atau hiragana, dan kebanyakan merupakan pengulangan kata.

Konon kata waku-waku ini berasal dari 沸くwaku yang berarti mendidih. Bisa dong membayangkan kondisi yang mendidih, meletup-letup 😃. Bisa juga sih memakai kata doki-doki (berdebar-debar), tapi doki-doki itu bisa berkonotasi positif bisa juga negatif. Dahulu, waku-waku juga dipakai untuk kondisi 不安 fuan (gelisah, khawatir) tapi sekarang waku-waku HANYA dipakai untuk sesuatu yang positif. Kalau negatif pakai ドキドキdoki-doki 不安でドキドキする, fuan de doki-doki suru.

「あなたと一緒に仕事ができることにわくわくしています」

Saya senang sekali bisa bekerja dengan Anda.

Hmmm contohnya katai ne (kaku ya)

「明日嵐のコンサートに行くので、わくわくしています」

Saya tidak bisa tidur karena besok akan pergi ke konser Arashi 😃 😃

Hmmm

Yang ini saja :

「明日彼と会えるから、わくわくしています」

Besok bisa bertemu doi, happy deh 😃

Khusus untuk kalimat terakhir ini waku-waku bisa diganti dengan doki-doki. Kalau pakai doki-doki, berarti NERVOUS deh hihihi

Ayo, coba buat kalimat dengan memakai waku-waku! Semoga bisa terus merasakan waku-waku ya. 😉