ribbon, female, oncology-1524542.jpg

Cancer Screenings – Tes Penapisan Kanker

Pasti teman-teman sudah tahu ya, salah satu keuntungan kita tinggal di Jepang dari segi kesehatan adalah kita punya kesempatan untuk cek kesehatan secara teratur. Dari sejak masuk sekolah kelas 1 SD sudah ada pemeriksaan kesehatan, bahkan di tahun pertama masuk sekolah anak-anak sudah dapat test EKG untuk screening masalah kesehatan di jantung. Untuk yang masuk kuliah, masuk kerja, juga biasanya ada test kesehatan lengkap dan cek kesehatan rutin setiap tahun.

Semakin usia bertambah, tidak hanya cek kesehatan dasar tapi dianjurkan juga untuk mengambil cancer screenings, tes penapisan untuk deteksi dini kanker. Perlu kita ketahui, tujuan utama dari cancer screening untuk mendeteksi adanya sel kanker pada orang yang tidak mempunyai gejala. Jika sudah keluar gejala dan lalu dilakukan pemeriksaan lanjutan, di sini bukan lagi disebut sebagai cancer screening.

* Apakah cancer screening memang dapat membantu untuk deteksi dini kanker?
Ya, benar. Cancer screening dapat membantu menemukan adanya proses abnormalitas perubahan di organ tubuh, pada saat perubahan tersebut belum menimbulkan gejala yang bisa dirasakan oleh pasien. Pemeriksaan lanjutan yang lebih terperinci (精密検査) dapat kemudian membantu memilah apakah kelainan yang terjadi disebabkan oleh sel kanker atau bukan.
PS: Sebagian besar kasus kanker yang saya temui di pekerjaan, berawal dari hasil pemeriksaan kesehatan rutin atau ditemukan dari hasil follow-up penyakit lain sebelumnya.

* Apa keuntungan dari deteksi dini kanker?
Kanker yang ditemukan dalam stadium dini lebih mudah untuk ditangani. Pilihan pengobatan yang bisa dilakukan juga lebih banyak, lebih mudah, dan lebih efektif. Hal ini akan sangat membantu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien. Mungkin ada yang pernah dengar istilah “precancerous lesion” (前がん病変)? Lesi prekanker ini bukan sel kanker, tapi berpotensi menjadi sel kanker. Jika lesi ini bisa ditemukan sedini mungkin, kita punya kesempatan berharga untuk mengobati sebelum lesi tersebut berkembang menjadi sel kanker. Contoh dari lesi prekanker ini seperti: Barrett’s esophagus (ini dapat terjadi pada kondisi refluks asam lambung/GERD yang kronis), polip adenoma di usus besar, dsb.

* Apakah ada kekurangan dari melakukan cancer screening?
Ada. Tidak 100% kanker dapat dideteksi melalui cancer screening. Hasil test bisa normal meskipun sebenarnya ada sel kanker; ini dikenal dengan istilah “false negative”. Kebalikannya, pasien sebenarnya sehat tetapi ditemukan abnormalitas yang menyebabkan butuh pemeriksaan tambahan lainnya dan menimbulkan kegelisahan psikologis pada pasien. Ini disebut dengan istilah “false positive”. Selain itu, prosedur pemeriksaan yang dilakukan dapat membuat pasien merasa tidak nyaman, sakit, dsb.

* Jadi kapan dan test seperti apa yang sebaiknya diambil untuk deteksi dini kanker?
Mengerti keuntungan dan kelemahan dari cancer screening bisa membuat kita lebih bisa memahami prosedur dan resiko pemeriksaan yang akan kita ambil. Di Jepang, ada rekomendasi untuk lima jenis cancer screening test yang telah terbukti secara ilmiah (EBM: Evidence Based Medicine) membantu menurunkan angka kematian karena kanker. Deteksi dini kanker dianjurkan untuk organ lambung, serviks (mulut/leher rahim), payudara, paru-paru, dan usus besar.

Bisa lihat di tabel yang diberikan, seperti apa pemeriksaan yang akan dijalani, target umur, dan frekuensi pemeriksaan.

* Bagaimana cara untuk mengambil cancer screening test di Jepang?
Cancer screening di Jepang dapat diperoleh melalui jalur:
1. Pemerintah daerah – screening for residents (住民検診・市町村のがん検診). Jika ada kupon pemeriksaan yang datang ke rumah, silakan dipakai. Jangan lewatkan kesempatan pemeriksaan kesehatan yang ditawarkan.
2. Tempat kerja/bisnis – screening for employees (職域検診)
3. Pemeriksaan pribadi – private medical checkup (人間ドック)

* Belakangan di media sosial keluar iklan tentang pemeriksaan cancer screening melalui metode baru yang berbeda. Apakah metode ini juga termasuk cara yang resmi direkomendasikan?
Kebanyakan dari metode baru pemeriksaan kanker dari iklan media sosial, belum memiliki data evaluasi yang memadai terkait efektivitasnya sehingga saat ini tidak direkomendasikan.
Seperti halnya suatu obat baru yang harus melalui tahapan evaluasi yang jelas untuk menilai efektivitas dan keamanannya sebelum dipakai oleh pasien; metode atau tehnik baru pemeriksaan juga harus melalui evaluasi dan memiliki bukti yang solid untuk kegunaanya.


Siapa saja memiliki resiko terkena kanker, dan diagnosa itu bisa datang kapan saja. Jadi mari kita selalu meluangkan waktu untuk belajar mengenal resiko kesehatan masing-masing dan mengambil manfaat dari pemeriksaan kesehatan yang tersedia.

Jangan lupa untuk selalu mendukung para pejuang kanker di sekitar kita. Dari mereka semua kita dapat belajar menghargai hidup, keluarga, persahabatan, dan tentunya kesehatan.

Tokyo, 27 Mei 2023

Referensi:

がん検診ん 2022 – Foundation for Promotion of Cancer Research
Poster oleh WIBJ Cancer Support Group

Ochazuke

Teman-teman tahu ochazuke おちゃづけ? Itu tuh nasi yang dikasih teh (hijau) lalu ditaburkan nori di atasnya. Kadang diberi suwiran salmon, atau mentaiko (telur ikan Tara) atau ikura (telur ikan Salmon). Sebetulnya apa saja bisa ditaruh di atasnya, dan tidak harus selalu diguyur dengan teh 😃 Bisa saja dengan kaldu lainnya.

Malam-malam anak saya sering turun ke bawah dan berkata, “Ma, aku boleh makan Ochazuke?” Ternyata dia kelaparan. Maka biasanya dia sering mengambil bubuk ochazuke rasa ume yang dia suka lalu ambil nasi dan masukkan air panas ke mangkuk nasinya.

Bubuk ochazuke yang terkenal adalah buatan Nagatanien, yang sudah memproduksi bubuk ochazuke sejak tahun 1952. Tanggal 17 Mei ditentukan sebagai Hari Ochazuke karena tanggal ini merupakan hari meninggalnya pencetus ide ochazuke, yang juga merupakan kakek dari pemilik perusahaan Nagatanien.

Ide mencampurkan nasi dengan teh ini mungkin hanya ada di Jepang. Boleh dikatakan ochazuke adalah makanan sederhana, makanan rumahan yang disediakan kalau tidak ada lauk lain. Atau biasanya hanya disediakan di restoran nomiya sebagai pengganjal perut sesudah minum alkohol. Jarang sekali kita bisa menemukan ochazuke dalam daftar menu di restoran. Tetapi saya pernah lihat memang ada toko yang khusus menjual ochazuke, yang mahal 😃 Soalnya toppingnya bisa bermacam-macam dan mahal-mahal.

Pikir-pikir konsep nasi diberi air panas ini memang praktis dan jenius, ya? Kalau orang Indonesia biasanya untuk mengganjal perut lapar paling makan nasi dengan kerupuk/emping, pakai kecap. Tidak ada yang terpikir untuk memberi “kuah” dengan teh panas atau air panas, ya. Dan saya boleh bangga, ah, pada ibu saya, karena saya tahu dia sering makan nasi pakai air panas lalu diberi kaldu “maggie” plus sambal. Ochazuke ala keluarga Coutrier 😃. Waktu kecil saya melihat dia makan begitu dan sering minta disuapin juga. Ah, jadi kangen alm. mama.

Bagaimana apakah teman-teman suka makan ochazuke? Atau biasanya makan apa untuk mengganjal perut kelaparan 😃 tengah malam?

corona, typewriter, virus-5235141.jpg

Next Stage of Covid-19 Pandemic

Bertepatan dengan hari anak di Jepang tgl 5 Mei 2023, WHO resmi mengumumkan untuk mengakhiri status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) terhadap Covid-19. PHEIC merupakan status darurat yang dikeluarkan WHO sejak Januari 2020 menyikapi kondisi penularan Covid-19 pada saat itu. Setelah tiga tahun berlalu, akhirnya angka kematian akibat Covid-19 berhasil ditekan, dan WHO memutuskan untuk mencabut status PHEIC ini. [Ref 1, 2]

Di Jepang sendiri, terhitung mulai tgl 8 Mei 2023, Covid-19 akan dimasukkan ke kategori penyakit menular kelas 5 [5類]. Terkait ini, saya bahas sedikit tentang penggolongan penyakit menular di Jepang.

Apa sebenarnya penggolongan penyakit menular ini?

Di Jepang, dalam rangka pengendalian penyakit menular yang disebabkan oleh virus atau bakteri, dilakukan penggolongan atau klasifikasi berdasarkan kekuatan penularan dan tingkat fatalitas penyakit. [Ref 3]
[1類]-Class 1: penyakit dengan resiko penularan tinggi dan mengancam jiwa jika terkena. Contoh: demam Ebola, pes (plaque disease). Ebola virus dapat menyebar antar manusia, tingkat fatalitas saat ini dikatakan mencapi 50~60%. Plaque disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis, dan tanpa pengobatan yang memadai dapat memilki tingkat rasio kematian hingga 100%. Plaque atau pes ini dalam sejarah dikenal sebagai pandemik “Black death” [Ref 4,5]

[2類]-Class 2: penyakit dengan resiko penularan tinggi dan memiliki kemungkinan menjadi parah jika terkena. Contoh: SARS, MERS, Avian Influenza H5N1, tuberculosis (TBC). Selama ini Covid-19 dimasukkan dalam kategori ini, karena memiliki tingkat penularan yang tinggi dan tentu kita masih jelas ingat bagaimana Covid-19 menelan korban jiwa terutama saat varian Delta merajalela.

[3類]-Class 3: penyakit dengan fatalitas lebih rendah daripada kategori kelas 2, tapi berpotensi menyebar, memiliki imbas pada kelompok orang tertentu di lingkungan pekerjaan atau sekolah. Contoh: kolera, disentri basiler, thyphoid fever dsb. Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Dapat menimbulkan komplikasi hingga kematian terutama pada anak-anak. Sekedar tambahan informasi, saat ini banyak terjadi kasus demam tifoid yang mengalami resistensi dengan antibiotik yang biasa dipakai. [Ref 6] Rasionalitas penggunaan antibiotik sangat penting untuk mencegah resistensi obat.

[4類]-Class 4: penyakit yang dapat menular ke manusia melalui perantara seperti hewan atau makanan. Contoh: demam dengue, malaria, rabies, hepatitis A, hepatitis E.
Apakah teman-teman tahu hewan apa yang paling mematikan di dunia? Jawabannya, nyamuk. Penyakit yg ditularkan melalui gigitan nyamuk seperti demam berdarah dengue (DHF), malaria, demam kuning (yellow fever) sudah membawa korban jiwa yang tidak sedikit.

[5類]-Class 5: Peyakit menular yang perlu dipantau dan dilaporkan oleh otoritas kesehatan terkait untuk mencegah penyebaran meluas. Contoh: batuk rejan (pertussis), cacar air, rubella, influenza musiman, dsb. Covid-19 akan masuk ke dalam kategori ini setelah sebelumnya berada di kategori kelas 2.

Perubahan apa yang akan terjadi setelah Covid-19 masuk kategori kelas 5?

Beberapa point perubahan: [Ref 7]

1. Pemerintah tidak secara seragam menuntut langkah-langkah dasar pengendalian infeksi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Orang dengan hasil tes positif Covid-19 dan orang dengan kontak erat tidak lagi diwajibkan menahan diri untuk tidak keluar rumah. Tindakan yang diambil sesuai penilaian masing-masing. Silakan juga mengikuti aturan yang diberikan dari tempat kerja atau sekolah.

3. Dapat melakukan perawatan di berbagai institusi medis, setelah sebelumnya hanya terbatas dapat dilakukan di institusi medis dengan kapasitas persyaratan tertentu.

4. Biaya pengobatan nanti tidak lagi 100% ditanggung pemerintah. Seperti halnya biaya kesehatan lain, 10% sampai 30% akan ditanggung oleh pasien sendiri di luar asuransi kesehatan.

Terkait vaksinasi Covid-19, sampai bulan Maret 2024 masih dapat diterima gratis. Sementara ini pemberian vaksinasi direncanakan sbb: Untuk orang tua (65 thn ke atas) atau yang beresiko memberat jika terkena, dapat menerima setahun dua kali, bulan 5~8 dan bulan 9~12. Untuk anak usia 5 tahun ke-atas, setahun sekali dari bulan 9.

Waktu Covid-19 mulai merebak di Jepang saya ambil ikut bagian menjadi tim khusus yang ditujukan memantau perkembangan Covid-19 dan mengikuti berbagai riset yang diadakan dari berbagi bidang. Rasanya kepala mau pecah karena dalam waktu cepat harus mengikuti update berbagai kebijakan, perkembangan pola penyebaran, dan belajar banyak ilmu baru yang sebelumnya tidak pernah disentuh. Saya juga ambil bagian ikut uji klinis terhadap titer antibody Covid-19, saat ini total 9 kali merelakan tangan sendiri bengkak untuk ambil darah.

Tidak berasa sudah 3 tahun sejak pandemik dimulai tahun 2020.

Virus SARS-CoV-2 tidak hilang, tapi usaha dari kita semua untuk mematuhi protokol kesehatan, membatasi kegiatan, ikut vaksinasi yang akhirnya membantu memperlambat laju penyebaran virus. Berbagai upaya ini membantu menekan kemampuan replikasi dan mutasi virus dalam tubuh, dan menekan angka korban jiwa. Akhirnya kita bisa punya harapan melihat hasil akhir yang melegakan dari pandemik ini.

Di WIBJ saya ingin mengucapkan terima kasih untuk @Yati Anggarini yang selalu rutin menulis informasi kebijakan pemerintah Jepang terkait Covid-19. Terima kasih setulusnya untuk semua yang selalu membaca tulisan saya tentang Covid-19 sejak awal pandemik dan untuk semua yang rela ikut ambil bagian program vaksinasi meski setelahnya terkapar terkena efek samping ❣️

Selamat memasuki tahapan baru pandemik yang lebih baik. Tetap jangan lengah ya. Semoga kita semua bisa memetik pelajaran dari pandemik Covid-19 karena sejarah membuktikan pandemik penyakit akan terus berulang muncul dalam sejarah kehidupan manusia.

Tokyo, 06 Mei 2023
#kesehatanwibj
#wibjcovid19

Referensi:

1. https://www.who.int/news/item/05-05-2023-statement-on-the-fifteenth-meeting-of-the-international-health-regulations-(2005)-emergency-committee-regarding-the-coronavirus-disease-(covid-19)-pandemic
2..https://edition.cnn.com/2023/05/05/health/who-ends-covid-health-emergency/
3. https://www.mhlw.go.jp/content/10906000/001041576.pdf
4. https://www.paho.org/en/topics/ebola-virus-disease
5. https://www.who.int/health-topics/plague#tab=tab_1
6. https://www.coalitionagainsttyphoid.org/the-issues/drug-resistant-typhoid/
7. https://www.mhlw.go.jp/stf/corona5rui.html

Kodomo no hi

HARI ANAK こどもの日

Tanggal 5 Mei adalah hari khusus untuk anak laki-laki, yang berasal dari perhitungan kalender China Kuno yang disebut dengan sekku 節句. Hari libur ini merupakan serangkaian hari libur di akhir April dan awal Mei yang disebut Golden Week (Minggu Emas) di Jepang. Berdasarkan hukum, Hari Anak-anak diperingati sejak tahun 1948 dan ditetapkan dengan undang-undang hari libur Jepang (Shukujitsu-hō祝日法) untuk “menghormati kepribadian anak, merencanakan kebahagiaan anak sambil berterima kasih kepada ibu.”

Kira-kira sebulan sebelum hari ini, di tiap rumah yang mempunyai anak laki-laki akan menghias rumahnya dengan bendera berbentuk ikan koi, yang disebut Koi Nobori鯉のぼり. Semakin kaya keluarga itu, semakin besar dan bagus bendera yang dipasang. Karena kami tinggal di mansion (apartemen) jadi tidak memasang bendera seperti itu (sekalipun saya tahu ada 2-3 keluarga yang memasang di teras rumahnya). Dan biasanya kakek-nenek lebih antusias merayakan upacara anak laki-laki ini dibanding dengan keluarga muda sekarang.

Koinobori ini adalah perlambang atau simbol hari anak laki-laki. Pernahkah teman-teman bertanya-tanya mengapa bendera ikan Koi yang dipakai sebagai lambang hari anak-anak ini? Mengapa bukan layang-layang berbentuk naga atau mungkin samurai? Mengapa ikan KOI? mengapa bukan ikan-ikan yang lain, misalnya hiu atau salmon? 😃

Setelah saya cari ternyata Koi merupakan ikan yang tangguh dan bisa hidup di mana-mana, kolam maupun genangan air berlumpur. Dahulu ada air terjun di China yang arusnya bergitu kencang. Konon jika ada ikan yang berhasil melawan arus dan sampai di puncaknya akan berubah menjadi naga. Dan satu-satunya ikan yang berhasil melawan arus dan sampai ke puncaknya hanya seekor Koi. Dia kemudian berubah menjadi naga.

Jadi Koi dipilih sebagai simbol hari anak-anak juga dimaksudkan supaya anak-anak laki-laki dapat TETAP TANGGUH melawan kehidupan yang keras dan maju terus. Tapi kalau lihat dari sejarahnya, sebetulnya koinobori baru dipakai pada jaman Tokugawa di kalangan rakyat biasa. Dulunya peringatan hari anak-anak untuk kalangan samurai dipakai bendera dengan lambang keluarga atau umbul-umbul. Nah, kalangan rakyat biasa yang tidak mempunyai lambang keluarga kemudian memakai simbol Koi sebagai bendera sebagai “saingannya” kaum samurai. Awalnya bendera Koi ini terbuat dari kertas Jepang, dan baru pada tahun 1955 memakai bendera dari kain sintetis.

Nah, lalu ada pertanyaan lagi dari seorang teman: “ikan koi tahan ya Mbak di musim dingin..?apa kolamnya pakai’ heater?”..

Tentu saja ikan Koi tahan dingin, karena asal mereka memang dari negara 4 musim dan di alam tidak ada heater bukan? Ikan Koi yang terkenal di Jepang dari jenis Nishikigoi錦鯉, berasal dari daerah Niigata. Daerah yang terkenal sebagai “Negara Salju” Yukiguni. Tidak mungkin ikan Koi ini satu per satu dipindahkan ke kolam berheater kan? 😃 Lagi pula meskipun permukaan kolam membeku, air di dalam kolam tidak akan membeku, atau tidak semua tempat airnya membeku (seperti yang dialiri air terjun pasti tidak membeku). Karena tahan dingin ini juga mungkin ikan Koi terkenal dengan kekuatannya. Jadilah dia koinobori, simbol bagi pertumbuhan dan perkembangan anak laki-laki menjadi manusia yang tangguh dan kuat.

Jaman dahulu, untuk merayakan hari anak laki-laki ini, keluarga akan membelikan replika baju samurai yoroi 鎧, topi/helm samurai kabuto 兜, dan sebagai tambahan patung anak laki-laki kuat dalam dongeng Kintaro. Semakin besar, semakin lengkap menunjukkan kekayaan keluarga itu. Dan memang harga satu set perlengkapan ini tidak main-main loh. Satu kabuto helm samurai saja, saya lihat berlabelkan harga 250.000 yen di sebuah departemen store terkenal. Baru kabuto, belum yoroi (yang biasanya jarang dipunyai). Tapi sekarang karena keluarga muda banyak yang tinggal di apartemen, tidak ada tempat untuk meletakkan perhiasan seperti itu, sehingga semakin kecil semakin bagus (meskipun harganya belum tentu semakin murah hehehe).

Nah untuk makanan, pada hari Anak ini biasanya disediakan Kashiwa mochi 柏餅. Mochinya sebetulnya biasa saja, ada yang putih, merah muda, hijau (yomogi) dengan isi pasta kacang merah. Tapi istimewanya mochi yang dibungkus dengan daun Kashiwa, yang bentuknya khas, dan daunnya biasanya tidak dimakan.

Mengapa harus dibungkus dengan daun Kashiwa (Daimyo Oak)? Sebetulnya ini juga perlambang, karena daun Kashiwa itu terkenal tidak rontok di musim gugur. Biasanya pohon merontokkan daun di musim gugur, kemudian di musim semi daun baru tumbuh. Tapi khusus Kashiwa daun tua akan terus menempel pada batang pohon sampai daun baru tumbuh. Ada waktu daun lama dan baru tumbuh bersama, dan itu diharapkan terjadi juga pada laki-laki. Supaya tidak mati sebelum anaknya cukup besar. Atau sebagai pengertian lain, BISA MENYIAPKAN GENERASI PENERUS DULU SEBELUM LENGSER. Karena itu di halaman rumah Bushi (kaum samurai) 武士 pasti ditanam pohon Kashiwa ini. Jadi kashiwa mochi juga perlambang harapan kepada anak laki-laki agar tetap kuat dan umur panjang.

Terakhir, pada hari anak ini, biasanya setiap keluarga akan menyediakan Shobu yu 菖蒲湯, dengan menaruh batang shobu pada air panas di bak ofuro, katanya supaya anak lelaki menjadi kuat. Karena malas menyediakan di rumah, biasanya saya suruh anak-anak saya pergi dengan papanya ke sento 銭湯 pemandian umum dekat rumah, karena disediakan shobu yu di sana. Untuk anak laki-laki biasanya ada potongan harga khusus di hari anak-anak.