clinical thermometer, fever, disease, health, ill, influenza, recovered, bed rest, virus, flu, cold, improvement, infection, fever, fever, fever, fever, fever, influenza-3798294.jpg

𝐋𝐞𝐬𝐬𝐨𝐧𝐬 𝐋𝐞𝐚𝐫𝐧𝐞𝐝 𝐟𝐫𝐨𝐦 𝐈𝐧𝐟𝐥𝐮𝐞𝐧𝐳𝐚 𝐂𝐚𝐬𝐞𝐬: 𝐀 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐜𝐚𝐥 𝐏𝐫𝐞𝐬𝐩𝐞𝐜𝐭𝐢𝐯𝐞

𝐋𝐞𝐬𝐬𝐨𝐧𝐬 𝐋𝐞𝐚𝐫𝐧𝐞𝐝 𝐟𝐫𝐨𝐦 𝐈𝐧𝐟𝐥𝐮𝐞𝐧𝐳𝐚 𝐂𝐚𝐬𝐞𝐬: 𝐀 𝐌𝐞𝐝𝐢𝐜𝐚𝐥 𝐏𝐫𝐞𝐬𝐩𝐞𝐜𝐭𝐢𝐯𝐞

Sejak banyaknya berita wisatawan yang terkena influenza di Jepang, hingga berita kematian artis terkenal dari Taiwan dikabarkan akibat pneumonia terkait influenza, banyak sekali pertanyaan dan berita terkait ini.
Berikut beberapa point yang saya rasa bisa diambil pelajarannya dari sisi medis.

𝟏. 𝐁𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐠𝐮𝐧𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐢𝐬𝐭𝐢𝐥𝐚𝐡 𝐤𝐞𝐬𝐞𝐡𝐚𝐭𝐚𝐧 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐩𝐚𝐭.

Ini bagian dari pendidikan masyarakat dan pengetahuan umum. Selama ini kita kebiasaan menyebut batuk pilek biasa, common cold, dengan istilah “flu”. Ini sebenarnya salah. Dulu saya juga cuek saja dengan hal ini, tapi sejak belajar di Jepang saya belajar membedakan ini dengan baik jika tidak mau membuat masalah, apalagi saya juga bekerja di RS.

Kalau di barat orang akan bilang “I have a cold”; di Jepang bilang “kaze wo hiiteiru”; ini mengacu pada “common cold”, batuk pilek biasa. Bukan influenza!

Influenza 𝐁𝐄𝐑𝐁𝐄𝐃𝐀 dengan batuk pilek biasa (common cold). Penyebabnya berbeda, tingkat keparahan yang terjadi juga berbeda. Influenza disebabkan oleh virus influenza (tipe A dan B yang sering menyebabkan wabah), sedangkan common cold dapat disebabkan oleh banyak virus (rhinovirus, parainfluenza virus, adenovirus, seasonal coronavirus – ini berbeda lagi ya dengan SARS-CoV-2 penyebab Covid-19, dsb).

Di Jepang, jika terkena influenza (sekali lagi, bukan batpil atau kaze ya!) biasanya akan diminta untuk libur dari sekolah atau tempat kerja, 5 hari sejak timbul gejala dan 2 hari sejak demam mereda. Bahkan ada sekolah, perusahaan, yang juga mewajibkan membawa bukti keterangan sudah menjalani pengobatan/sembuh dari influenza sebelum masuk kembali.
Jadi di Jepang sebaiknya tidak sembarangan bersin, batuk, tanpa masker pula, lalu bilang enteng; “oh ini mah saya cuma lagi kena flu”.

𝟐. 𝐁𝐞𝐥𝐚𝐣𝐚𝐫 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐛𝐚𝐢𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐠𝐞𝐧𝐚𝐥 𝐦𝐮𝐬𝐢𝐦 𝐢𝐧𝐟𝐥𝐮𝐞𝐧𝐳𝐚

Di negara dengan 4 musim seperti Jepang, kasus influenza biasanya naik di musim dingin karena udara dingin dan kering merupakan lingkungan yang ideal untuk virus bertahan hidup lebih lama. Apalagi di musim dingin banyak orang lebih sering berkumpul dalam ruangan dan penyebaran virus lebih mudah.

Di musim dingin tahun 2024-2025 ini, memang di Jepang kasus influenza meningkat banyak dibanding tahun sebelumnya. Pada penutup tahun 2024, Jepang mencatat rekor tertinggi kasus influenza mingguan sejak data pencatatan dimulai dari tahun 1999.
Jadi untuk mereka yang akan pergi ke daerah dingin, persiapkan diri dengan lebih baik mengenal situasi di negara yang akan dituju.

Karena kasus influenza musiman biasanya naik pada musim dingin, sekitar bulan Desember~Maret, vaksinasi influenza rutin akan dibuka setiap tahun sejak bulan Oktober untuk persiapan sebelum memasuki musim dingin.

Sebagai informasi, sejak tahun 2008 kita punya platform pusat global terpadu tempat pencatatan dan pemantauan data genomic influenza virus yang dikenal sebagai GISAID (Global Initiative on Sharing Avian Influenza Data). Dari data yang dikumpulkan disinilah para ahli merekomendasikan isi strain virus untuk vaksin influenza setiap tahun, karena itu isi vaksin influenza dapat berbeda setiap tahun.

Vaksin influenza di Jepang dikenal sebagai “quadrivalent vaccine”, berisi 2 strain tipe A virus (H1N1, H3N2) dan 2 tipe turunan tipe B virus (Yamagata dan Victoria lineages).

Selain itu perlu dicatat, setelah mendapat vaksin tidak serta merta tubuh langsung memiliki imunitas tinggi terhadap influenza. 𝐓𝐮𝐛𝐮𝐡 𝐛𝐮𝐭𝐮𝐡 𝐰𝐚𝐤𝐭𝐮 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐢𝐧𝐝𝐮𝐤𝐬𝐢 𝐦𝐞𝐦𝐛𝐮𝐚𝐭 𝐚𝐧𝐭𝐢𝐛𝐨𝐝𝐲 terhadap influenza. Minimal dibutuhkan waktu 2~4 minggu untuk membuat antibody yang cukup, jadi pertimbangkan dengan baik jadwal vaksin sebelum memasuki musim influenza.

𝟑. 𝐌𝐞𝐧𝐲𝐚𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐛𝐚𝐡𝐚𝐲𝐚 𝐤𝐨𝐦𝐩𝐥𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐢𝐧𝐟𝐥𝐮𝐞𝐧𝐳𝐚

Influenza mempunyai resiko komplikasi menjadi fatal, seperti radang paru (pneumonia), encepahilitis (radang otak), encephalopathy influenza (disfungsi otak), myocarditis (inflamasi dari otot jantung), sepsis, dsb.

Terutama pada orang yang memiliki faktor resiko kesehatan, seperti lansia, bayi & anak-anak di bawah usia 5 tahun, orang dengan penyakit kronis (heart disease, asthma dsb), orang dengan sistem imun lemah (pasien HIV, cancer, dsb) memiliki resiko yang lebih tinggi mengalami komplikasi akibat influenza.

** Encephalopathy influenza adalah penyakit di mana kondisi pasien tiba-tiba memburuk setelah timbulnya influenza, dan terutama terjadi pada bayi dan anak-anak di bawah usia lima tahun.

Apakah jika tidak memiliki faktor resiko kesehatan lalu pasti aman?

Meski jarang, komplikasi fatal dari influenza juga bisa terjadi pada orang yang tidak memiliki faktor resiko bawaan kesehatan.

Ada laporan di Jepang dari hasil analisa pasien influenza yang memerlukan perawatan di RS sejak November 2014-Agustus 2020 (6 kali influenza seasons), terdapat total 91 pasien tanpa faktor resiko bawaan yang masuk RS karena influenza, diantaranya 3 orang meninggal. Dilaporkan juga kebanyakan dari mereka, berusia muda (healthy younger patients).

Untuk menghadapi influenza, selain tindakan pencegahan dasar penyakit menular seperti menjaga kebersihan, cuci tangan, berkumur, dsb; silakan juga pertimbangkan untuk memanfaatkan vaksin influenza dengan baik.

Setiap tahun saya selalu mengingatkan tentang vaksin influenza dan menulis isi strain yang dipakai pada vaksin tahun tersebut. Bahkan saya sudah menulis mengingatkan tentang influenza dan penjelasan vaksin sebelum ramai berita tentang wisatawan yang banyak terkena influenza di Jepang. Meski bukan berita baik, berkat kejadian ini juga kita bisa punya momentum untuk belajar mengenal influenza dengan lebih baik.

Semoga semua bisa mendapat pelajaran berharga dan bisa melindungi diri sendiri dan keluarga lebih baik dari influenza.

Tokyo, 11 Februari 2025.

References:

1. https://www.cdc.gov/flu/about/coldflu.html

2. https://www.nippon.com/en/japan-data/h02272/

3. https://gisaid.org/…/human-influenza-vaccine-composition/

4. https://www.cdc.gov/flu/vaccines/keyfacts.html

5. https://www.mhlw.go.jp/…/kekkaku-kansenshou04/02.html

6. https://www.fnn.jp/articles/-/812492?display=full

7. Clinical manifestations of hospitalized influenza patients without risk factors: A prospective multicenter cohort study in Japan via internet surveillance. Ishida, Tadashi et al. Journal of Infection and Chemotherapy, Volume 28, Issue 7, 853 – 858

World Cancer Day 2025

Tgl 4 Februari diperingati sebagai hari Kanker Sedunia (World Cancer Day).
Tema untuk tahun ini adalah “United by Unique”. Kanker lebih dari sekadar diagnosis medis. Di balik setiap diagnosis terdapat kisah pribadi manusia yang unik – kisah tentang kesedihan, rasa sakit, penyembuhan, ketahanan, cinta, dan banyak lagi. Itulah sebabnya pendekatan perawatan kanker yang berpusat pada manusia yang mengerti kebutuhan unik setiap individu, dengan kasih sayang dan empati, dapat memberikan hasil yang lebih baik.

Untuk ikut memperingati hari Kanker Sedunia ini, kami dari WIBJ Cancer Support Group dan teman-teman di KaDIJe mencoba berbagi pesan dan semangat untuk semua orang yang sedang berjuang menghadapi kanker, termasuk keluarga, pendamping pasien kanker.

Sesuai pesan yang diusung;
Together, we can create change. Together, we are #UnitedByUnique

— WIBJ-CSG & KaDIJe —

Tambahan informasi:
KaDIJe adalah singkatan dari Komunitas Kanker Diaspora Indonesia di Jepang.
Berdiri sejak Oktober 2024, dalam bentuk Facebook public group.
Terbuka untuk semua orang yang mau belajar dan saling mendukung antar pasien, penyintas, maupun keluarga pasien.
Mari bergabung di KaDIJe!

 

iphone, hand, screen-410311.jpg

DIGITAL DEMENTIA (スマホ認知症)

Apakah teman-teman pernah mendengar istilah “Digital Dementia”? Dalam bahasa Jepang, kondisi ini juga dikenal sebagai “スマホ認知症”alias demensia smartphones (demensia ponsel pintar). Istilah demensia digital ini merujuk pada penurunan fungsi otak akibat penggunaan teknologi digital secara berlebihan, seperti computer, smartphones (ponsel), dan penggunaan internet secara umum.

Penggunaan internet dan ponsel sudah tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari saat ini. Kita bisa mendapat berbagai informasi dengan mudah, dari berita politik sampai berita hiburan, dari notifikasi pesan pribadi, pekerjaan, belanja, pembayaran, tiket kereta, dsb secara praktis dalam ponsel. Tetapi, banyaknya informasi yang dikirim ke otak dari penggunaan internet atau ponsel pintar berlebihan setiap hari ternyata menyebabkan otak menjadi lelah dan tidak mampu memproses informasi yang terlalu banyak masuk ke dalam otak. Ibaratnya, otak menjadi seperti tempat pembuangan sampah informasi yang begitu banyak sehingga menyebabkan otak tidak bisa lagi memproses informasi apa saja yang seharusnya penting diingat atau dikeluarkan dalam tindakan. Terlalu lama menggunakan ponsel pintar berpotensi menghabiskan senyawa kimia serotonin yang berfungsi menstabilkan emosi, membuat perasaan bahagia, dsb.

Gejala apa yang kemudian timbul?

Tiga ciri utama gejala yang disebabkan oleh demensia digital:
1. penurunan memori, konsentrasi dan perhatian.
Orang menjadi mudah lupa, sulit mengingat dengan mudah, fokus/perhatian mudah terganggu.
2. penurunan kontrol emosi.
Fungsi lobus frontal otak untuk mengontrol emosi mengalami penurunan sehingga orang lebih sulit berpikir secara mendalam dan menyebabkan ketidakstabilan emosi.
3. penurunan kreativitas.
Bagian korteks prefrontal dapat mengalami penurunan fungsi, membuat orang lebih sulit mengasilkan ide atau inspirasi dalam berkarya.

Dalam kehidupan sehari-hari, gejala demensia digital ini bisa keluar dalam bentuk misalnya; sering lupa janji/urusan penting, lupa percakapan atau pesan yang baru saja disampaikan, sering tidak dapat mengingat nama orang atau benda, lebih sering melakukan kecerobohan, pergi ke supermarket tapi lupa apa yang perlu dibeli, dsb.
Selain itu, kebiasaan menunduk untuk membaca ponsel secara berlebihan ini juga menyebabkan bentuk postur tubuh yang cenderung membungkuk (slouched posture). Akibatnya keluar keluhan seperti leher kaku (首コリ), pundak kaku (肩こり), sakit kepala, dsb.
(Hayoo…angkat tangan siapa yang merasa sering mengalami seperti ini? 🙋‍♀️)

Dampak efek jangka panjang dari adanya demensia digital ini masih dalam berbagai penelitian. Tetapi, ada hipotesis yang mengatakan paparan berlebihan layar digital (screen exposure) pada generasi Z dapat menyebabkan peningkatan demensia dini yang signifikan saat dewasa. Diperkirakan pada tahun 2060~2100, angka penyakit Alzheimer’s disease and related dementia (ADRD) akan meningkat signifikan jauh di atas perkiraan CDC (Centers for Disease Control). Dibandingkan generasi sebelumnya, rata-rata anak berusia 17~19 tahun saat ini bisa menghabiskan sektiar 6 jam sehari menggunakan perangkat digital seluler.

Apakah pemakaian ponsel kita masih termasuk wajar?

Di bawah ini saya share checklist yang bisa dijadikan refleksi pemakaian ponsel sehari-hari.
Ada total 14 pertanyaan, jika menjawab “YA” untuk 4 atau lebih pernyataan, ada indikasi sudah masuk tahap pemakaian yang berlebihan (smartphone addiction).

Lalu bagaimana kita mengatasi demensia digital ini?

Memang harus diakui, smartphones, computer, dsb sudah jadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari di era digital. Tetapi, menggunakan smartphones dengan “smart” juga penting untuk menjaga kesehatan kita sendiri dan relasi sosial dengan orang lain ya ❣

Berikut beberapa tips yang bisa kita lakukan (rangkuman dari berbagai sumber):

· Usahakan tidak memakai ponsel hingga menjelang tidur.

· Tetapkan batas waktu pengunaan ponsel (tidak lebih dari 2 jam sehari).

· Coba meluangkan waktu bersantai tanpa menggunakan ponsel berlebihan, misalnya selama satu hari di akhir pekan. Selain itu, meluangkan waktu untuk tidak melakukan apa pun (meski hanya 5 menit sehari) ternyata dapat membantu menghilangkan kelelahan otak.

· Jika ada hal yang menarik minat, coba untuk tidak langsung mencari di internet tetapi memikirkan terlebih dahulu di kepala. Coba pergi ke toko buku dan membaca buku kertas, bukan e-book.

· Berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada ponsel dengan kombinasi kembali menggunakan cara analog. Misalnya, tuliskan hal-hal yang ingin diingat dalam catatan tulisan tangan, mencari cara pergi ke tempat baru dengan melihat peta atau rute di stasiun daripada langsung menggunakan ponsel, dsb.

· Mengganti waktu bermain ponsel dengan melakukan olahraga, atau permainan yang menyenangkan tapi juga memerlukan taktik saat berhadapan dengan lawan, seperti bulutangkis, tenis, tenis meja, atau catur. Ada penelitian yang mengatakan kebiasaan bermain catur, puzzles, crosswords (teka-teki silang), dsb dapat membantu mengurangi resiko demensia hingga 9% pada usia lanjut.

Usia 30~50 tahunan masih terlalu muda untuk mengalami demensia seperti yang biasa terjadi pada orang tua. Jadi jika merasa mengalami hal-hal seperti yang saya tulis di atas, ada baiknya yuk kita cek ulang durasi pemakaian ponsel kita ❣

Tokyo, 22 November 2023
(WIBJ website: 04 August 2024)
#kesehatanwibj

References:

1. http://www.itokukai.or.jp/column/disease/post-5627/

2. https://toyokeizai.net/articles/-/626451

3. https://www.sankei.com/…/20230115…/
(- https://newscast.jp/news/6339365 -)

4. J Integr Neurosci. 2022 Jan 28;21(1):28. doi: 10.31083/j.jin2101028. PMID: 35164464.

5. https://kaigo-postseven.com/138527/

6. https://jamanetwork.com/journals/jamanetworkopen/fullarticle/280725

7. https://www.frontiersin.org/…/fpsyt.2021.669042/full

breast cancer, unity, women-6701684.jpg

WIBJ – Pink Ribbon Photo Contest for Breast Cancer Awareness

DI bulan Oktober yang menjadi bulan peduli/kesadaran kanker payudara, Cancer Support Group WIBJ mengadakan lomba foto bertema “Pink Ribbon” di facebook group WIBJ.
“Pink Ribbon” digunakan sebagai lambang untuk keberanian melawan kanker payudara, juga harapan dan dukungan untuk pasien, penyintas, maupun keluarga penderita kanker payudara.
Peserta bebas berkarya dengan menggunakan atribut pink ribbon dan memberikan slogan, semangat, atau reminder tentang kesadaran kanker payudara. 
Lomba ini menghasilkan 5 orang pemenang berdasarkan like / love terbanyak dan yang memiliki kreatifitas foto. Masing-masing pemenang mendapatkan hadiah berupa Amazon Gift Card @1000 yen per orang. Pemenang pertama dan kedua juga mendapatkan hadiah tambahan berupa bros pink ribbon. Kegiatan ini juga dilaporkan di website Japan Society of Breast Health.

Lomba ini diharapkan dapat menyebarluaskan kesadaran tentang kanker payudara yang menduduki peringkat pertama kanker terbanyak pada wanita. Saat ini di Jepang 1 dari 9 wanita beresiko menderita kanker payudara. Tidak heran banyak di antara kita yang berinteraksi secara langsung maupun tidak langsung, dengan penderita kanker payudara. Deteksi dini melalui pemeriksaan payudara sendiri (SADARI), dan mammography juga sangat penting untuk melindungi diri kita sendiri. Diagnosa kanker diikuti pengobatan yang panjang sering memberi tekanan fisik dan mental yang cukup berat untuk pasien. Dukungan semangat dan kepedulian dari lingkungan sekitarnya akan sangat membantu.

Slogan dari teman-teman yang mengingatkan bahwa pasien tidak sendirian, “you are not alone”; mengajak untuk tetap tidak menyerah karena ada dukungan cinta dari sekeliling, “semangat untuk sembuh” “keep hope alive”, “live your life with love”, bahkan menyemangati untuk tetap percaya diri, “keep flying beautifully with style” sudah pasti menjadi dukungan moril yang berarti.

Mengajak orang lain bersama memiliki empati dan kepedulian terhadap kanker payudara, “hand in hand, together we can”, “we are stronger together”, “stronger than breast cancer” juga memberikan rasa optimis kalau kanker payudara bisa kita lalui bersama. Menyatukan hati “joining forces with hearts” menghadapi kanker payudara juga mulai bisa dilakukan sejak usia dini. Mengajak anak mengenal kanker payudara “awareness for the young”, mengajak olahraga bareng memakai pita pink ribbon, tidak hanya memberi pengetahuan ke anak tapi juga mengajarkan tentang empati ke orang lain.

Terima kasih untuk semua yang sudah meluangkan waktu berpartisipasi, berkreasi dalam lomba, membeli aksesoris pink ribbon, membeli bunga, pita, menggambar, membuat quilling, origami, lego, wallpaper pink ribbon, dsb. Berikut kolase foto dari teman-teman yang sudah mengirimkan foto. Semoga dengan adanya kegiatan lomba foto ini, lebih banyak orang yang menyadari pentingnya pengetahuan dan kepedulian terhadap kanker payudara. Penanganan yang lebih baik juga akan membantu mengurangi angka kematian karena kanker payudara.

Sekali lagi, terima kasih semuanya! sampai ketemu di kegiatan lainnya ya ❣
#wibjcancersupportgroup
#wibjpeduli
#kesehatanwibj

breast cancer, breast cancer awareness, cancer awareness-7422306.jpg

Welcome to October ~ Bulan Peduli Kanker Payudara

Halo semuanya, tidak berasa sudah masuk bulan Oktober. Waktunya mulai keluar jaket, siap siap menikmati daun warna warni, dan mulai cari menu untuk makan sup hangat seperti nabe. Bulan Oktober ini juga didekasikan sebagai “breast cancer awareness month”. Jadi kalau kebetulan melihat ada banyak pita warna pink di tempat umum, jangan heran ya, ini untuk memang mendukung pengetahuan tentang kanker payudara yang dilambangkan dengan pita warna pink [1]

Berikut saya ingin mengingatkan kembali faktor resiko dan pentingnya deteksi dini untuk kanker payudara. Secara sederhana faktor resiko kanker payudara bisa dibagi dua:

Faktor yang sulit dimodifikasi:

  • Genetics / hereditary breast cancer

Di Jepang target resmi dari pemerintah untuk pemeriksaan screening mammografi usia 40 tahun ke atas. Tapi jika di keluarga (apalagi keluarga inti) ada riwayat breast cancer atau ovarian cancer (kanker indung telur) atau diri sendiri pernah ada riwayat kelainan jinak di payudara (benign breast diseases) dianjurkan untuk lebih cepat melakukan screening.

  • Endogenous estrogen exposure

Contohnya: mulai menstruasi di usia yang relative cepat, usia menopause telat, belum pernah melahirkan, hamil / melahirkan pertama kali di atas usia 30 tahun.

Faktor yang bisa dimodifikasi:

  • Lifestyle-related: obesity, rokok, alcohol

Sejauh ini berbagai penelitian yang ada konsisten menunjukkan ada kaitan antara konsumsi alkohol rutin dengan naiknya resiko terkena kanker payudara. “Relative risk increases 7% for every 10g of alcohol consumed per day. As few as 1-2 drinks per day can increase risk” [2]

  • Exogenous estrogen exposure

Contohnya: hormone replacement therapy

Setiap orang pasti punya kombinasi dari berbagai faktor resiko yang ada, yang kadang memang sulit untuk diintervensi. Nah pada saat seperti, mari kita berusaha manfaatkan ilmu pengetahuan melalui deteksi dini dengan bantuan tes penapisan/screening.
Deteksi dini bisa dimulai dari yang paling mudah yaitu rutin satu bulan sekali periksa payudara sendiri (SADARI)/breast self examination (BSE)/自己検診. Kira kira 5 hari sampai 1 minggu setelah menstruasi biasanya jaringan payudara melunak, dan akan lebih mudah teraba/terasa jika ada benjolan. Lebih dari 50% pasien kanker payudara berawal dari menemukan sendiri benjolan di payudaranya. SADARI bisa dilakukan di depan cermin, apakah ada perubahan yang bisa dlihat seperti apa penonjolan, kulit payudara tertarik, atau apakah ada carian atau darah yang keluar dari putting susu. Raba payudara perlahan memutar dari kuadran sebelah dalam dekat puting hingga kuadran sebelah luar. Nodul kanker payudara banyak terjadi di sebelah luar atas payudara 
Untuk yang sudah menopause, bisa tentukan tanggal yang sama misalnya, tanggal 1 dan 15 setiap bulan untuk SADARI. Nodul yang bisa teraba orang awam biasanya berukuran sekitar 2 cm, dan secara klinis sudah masuk stage1. Jika nodul sudah lebih dari 2 cm (2.1~5 cm) naik masuk stage 2. Nodul yang kurang dari 2 cm sulit teraba, dan disinilah gunanya deteksi klinis rutin melalui mammografi atau USG.
Mammography dan USG merupakan dua cara yang umum dipakai untuk pemeriksaan rutin kanker payudara. Mammography dilakukan rutin 2 tahun sekali sejak usia 40 tahun. Pada wanita dengan jaringan payudara yang padat, permeriksaan dengan USG dapat membantu menemukan nodul lebih mudah.. Pemeriksaan USG juga tidak menggunakan x-ray sehingga dapat dilakukan pada ibu hamil atau menyusui.

Dari berbagai rangkuman data, pada stage awal (0 dan 1) angka harapan hidup (survival rate) baik 5 tahun maupun 10 tahun bisa mencapai di atas 90%. Memasuki stage 2, survival rate turun 81~87%, stage 3 survival rate menjadi hanya sekitar 50%, dan jika masuk stage 4, survival rate turun hingga 15~25%. Jelas di sini, “the earlier, the better” [3,4]

Sekali lagi, kanker payudara bisa kita waspadai dengan lebih baik melalui pemeriksaan rutin. Jadi yuk berusaha SADARI dan ikut cek deteksi dini kanker payudara. Saya sertakan poster tentang pilihan tes penapisan kanker payudara di Jepang.

PS: Sedikit pesan untuk ibu-ibu yang baru melahirkan dan lagi capek bolak balik bangun menyusui anak. Dari hasil penelitian, menyusui ASI bisa menurunkan resiko terkena kanker payudara. “Relative risk of developing invasive breast cancer decreases by 4.3% for every 12 months of breast feeding” [5].
Meski mata mama sudah kayak mata panda, bertahan sebentar ya! Menyusui juga tabungan untuk kesehatan mamanya 😊

Update: Tokyo, 6 Oktober 2023

#kesehatanwibj

References:

[1] https://japantoday.com/…/pink-afternoon-tea-at-the…

[2] Hamajima et al., Br J Cancer. 2002 Nov 18;87(11):1234-45. doi: 10.1038/sj.bjc.6600596

[3] http://www.j-posh.com/checkup/early_detection/

[4] https://mainichi.jp/articles/20160120/k00/00m/040/144000c

[5] Collaborative group on hormonal factors in breast cancer, Lancet. 2002 Jul 20; 360(9328):187-95. doi: 10.1016/S0140-6736(02)09454-0.

analytics, chart, drawing-3268935.jpg

Cancer Statistics in Japan-2023

Saya yakin kita semua pasti sudah tidak asing dengan penyakit kanker. Baik dari keluarga sendiri, teman dekat, maupun teman sekedar mengenal dari jauh, banyak yang sedang berjuang menghadapi kanker. Kanker bukan lagi penyakit yang langka, tapi sudah menjadi penyakit yang hampir sering kita dengar dalam kehidupan sehari-hari.

Di tulisan ini saya share proyeksi data statistik angka kejadian kanker di Jepang berdasarkan organ tubuh (tahun 2022) [Ref 1]
Pada pria, lima urutan teratas organ tubuh yang sering terjadi kanker:

1. Prostat (17%)

2. Lambung (16%)

3. Usus besar/colon-rectum (15%)

4. Paru-paru (15%)

5. Liver/hati (5%)

Pada wanita, lima urutan teratas organ tubuh yang sering menjadi lokasi kanker:

1. Payudara (22%)

2. Usus besar/colon-rectum (16%)

3. Paru-paru (10%)

4. Lambung (9%)

5. Uterus/rahim (7%)

Karena ini memang organ tersering yang terkena kanker, tidak heran penderitanya juga banyak. Pasti di antara kenalan teman-teman semua, ada yang mengalami salah satu dari jenis kanker tersebut.

Apakah jika terkena kanker pada organ-organ tersebut juga pasti menyebabkan kematian?

Ternyata urutan jumlah kematian terbanyak akibat kanker tidak sama dengan urutan organ tubuh yang sering menjadi lokasi kanker. (Lihat gambar yang saya sertakan)
Berdasarkan data jumlah kematian karena kanker tahun 2021 pada pria, urutan tertinggi diduduki oleh kanker paru-paru, usus besar/colon-rectum, lambung, pankreas, dan liver/hati.
Sedangkan pada wanita, urutan angka kematian karena kanker diduduki oleh usus besar/colon-rectum, paru-paru, pankreas, payudara, dan lambung.

Kanker prostat pada pria yang menduduki ranking satu terbanyak, ternyata bukan menjadi penyebab kematian terbesar. Kanker prostat termasuk tipe kanker yang bisa ditangani dengan baik, dan memiliki tingkat kelangsungan hidup yang tinggi hingga mencapai 95%. Begitupula kanker payudara di wanita, tidak menduduki peringkat atas penyebab kematian. Tingkat kelangsungan hidup kanker payudara saat ini juga sudah berhasil mencapai lebih dari 90%.

Salah satu faktor yang memberikan keuntungan di kedua jenis kanker ini, mereka dapat lebih cepat dideteksi. Nodul di payudara misalnya, bisa ditemukan dini sebelum ada gejala klinis yang jelas dengan pemeriksaan rutin payudara sendiri (SADARI) maupun dengan bantuan mammography.
Sebaliknya, kanker yang terjadi di organ dalam tubuh seperti paru-paru, lambung, usus besar, hati, pankreas dsb cenderung terlambat dideteksi karena tidak memberikan gejala klinis yang jelas dan tidak mudah didiagnosa melalui pemeriksaan sehari-hari. Akibatnya sering baru ketahuan setelah stadium lanjut dan telah terjadi penyebaran ke organ tubuh lain.

Saya sedikit fokus ke kanker pankreas. Kanker pankreas sebenarnya relatif jarang, tapi kalau bicara angka kematian, dia lompat memasuki urutan atas. Selain sulit untuk deteksi dini, pankreas merupakan organ vital yang lokasi anatominya menempel dengan organ-organ penting lain seperti liver, empedu, usus 12 jari, limpa, dan dikelilingi beberapa sumber pembuluh darah sehingga operasi di pankreas termasuk operasi yang “tricky”, tidak mudah dilakukan.
Penemu Apple -Steve Jobs, dan mantan gubernur Tokyo (1999-2012) – Shintaro Ishihara, meninggal karena kanker pankreas.
** Steve Jobs sendiri diberitakan menderita kanker pankreas tipe neuroendokrin (NETs: Neuroendocrine Tumors) yang relatif tidak terlalu agresif sehingga bisa bertahan cukup lama sejak ia didiagnosa tahun 2003 hingga meninggal tahun 2011. [Ref 2, 3]

Terlepas dari jenis dan tipe sel kanker yang memang secara karakteristik ada yang lebih agresif sehingga lebih sulit ditangani, satu hal penting yang mendasari prognosis semua kanker yaitu stadium saat kanker tersebut ditemukan. Semakin dini sel kanker bisa ditemukan, semakin banyak peluang penanganan yang bisa diambil. Hal ini akan sangat membantu mendorong tingkat kelangsungan hidup pasien. Jadi sekali lagi, jangan lewatkan tes penapisan kanker (cancer screening) seperti yang sudah saya tulis di artikel sebelumnya.

Penting juga untuk mengenali faktor resiko kanker yang dimiliki setiap individu. Contohnya: orang dengan hepatitis B virus (HBV) atau hepatitis C virus (HCV) carrier memiliki resiko terkena kanker hati lebih tinggi, orang yang terpapar Helicobacter pylori memiliki resiko terkena kanker lambung lebih tinggi, individu dengan riwayat keluarga dekat sedarah (ibu, kakak, adik – first degree relative) yang menderita kanker payudara di usia relatif muda beresiko lebih tinggi juga mengalami kanker payudara, orang yang tinggal di lingkungan yang terpapar serat asbestos memiliki resiko lebih tinggi terkena kanker paru-paru terutama jenis mesothelioma yang tergolong agresif, dsb.

Apakah jika tidak ada faktor- faktor resiko tersebut lalu kita pasti aman dari kanker?

Tidak. Pertambahan usia secara alami meningkatkan resiko setiap orang untuk terkena kanker. Paparan dari lingkungan, kebiasaan pola hidup sehari hari (merokok, alkohol berlebihan, sinar ultraviolet, obesitas, paparan hormonal, dsb) menjadi faktor resiko yang kadang sulit dihindari dalam kehidupan sehari-hari. Itu sebabnya cancer screening test sudah dianjurkan untuk rutin dilakukan sejak usia 40 tahun ke atas.

Semoga tulisan ini bisa bermanfaat. Saya berharap jika ada yang selama ini belum pernah mengambil tes penapisan kanker meski sudah masuk target umur, bisa mulai mencoba untuk periksa ya ❣

Salam sehat,

Tokyo, 27 Juli 2023

Referensi:

1. https://ganjoho.jp/…/qa…/report/statistics/2023_jp.html
2. https://en.wikipedia.org/wiki/Shintaro_Ishihara
3. https://en.wikipedia.org/wiki/Steve_Jobs

ribbon, female, oncology-1524542.jpg

Cancer Screenings – Tes Penapisan Kanker

Pasti teman-teman sudah tahu ya, salah satu keuntungan kita tinggal di Jepang dari segi kesehatan adalah kita punya kesempatan untuk cek kesehatan secara teratur. Dari sejak masuk sekolah kelas 1 SD sudah ada pemeriksaan kesehatan, bahkan di tahun pertama masuk sekolah anak-anak sudah dapat test EKG untuk screening masalah kesehatan di jantung. Untuk yang masuk kuliah, masuk kerja, juga biasanya ada test kesehatan lengkap dan cek kesehatan rutin setiap tahun.

Semakin usia bertambah, tidak hanya cek kesehatan dasar tapi dianjurkan juga untuk mengambil cancer screenings, tes penapisan untuk deteksi dini kanker. Perlu kita ketahui, tujuan utama dari cancer screening untuk mendeteksi adanya sel kanker pada orang yang tidak mempunyai gejala. Jika sudah keluar gejala dan lalu dilakukan pemeriksaan lanjutan, di sini bukan lagi disebut sebagai cancer screening.

* Apakah cancer screening memang dapat membantu untuk deteksi dini kanker?
Ya, benar. Cancer screening dapat membantu menemukan adanya proses abnormalitas perubahan di organ tubuh, pada saat perubahan tersebut belum menimbulkan gejala yang bisa dirasakan oleh pasien. Pemeriksaan lanjutan yang lebih terperinci (精密検査) dapat kemudian membantu memilah apakah kelainan yang terjadi disebabkan oleh sel kanker atau bukan.
PS: Sebagian besar kasus kanker yang saya temui di pekerjaan, berawal dari hasil pemeriksaan kesehatan rutin atau ditemukan dari hasil follow-up penyakit lain sebelumnya.

* Apa keuntungan dari deteksi dini kanker?
Kanker yang ditemukan dalam stadium dini lebih mudah untuk ditangani. Pilihan pengobatan yang bisa dilakukan juga lebih banyak, lebih mudah, dan lebih efektif. Hal ini akan sangat membantu meningkatkan tingkat kelangsungan hidup pasien. Mungkin ada yang pernah dengar istilah “precancerous lesion” (前がん病変)? Lesi prekanker ini bukan sel kanker, tapi berpotensi menjadi sel kanker. Jika lesi ini bisa ditemukan sedini mungkin, kita punya kesempatan berharga untuk mengobati sebelum lesi tersebut berkembang menjadi sel kanker. Contoh dari lesi prekanker ini seperti: Barrett’s esophagus (ini dapat terjadi pada kondisi refluks asam lambung/GERD yang kronis), polip adenoma di usus besar, dsb.

* Apakah ada kekurangan dari melakukan cancer screening?
Ada. Tidak 100% kanker dapat dideteksi melalui cancer screening. Hasil test bisa normal meskipun sebenarnya ada sel kanker; ini dikenal dengan istilah “false negative”. Kebalikannya, pasien sebenarnya sehat tetapi ditemukan abnormalitas yang menyebabkan butuh pemeriksaan tambahan lainnya dan menimbulkan kegelisahan psikologis pada pasien. Ini disebut dengan istilah “false positive”. Selain itu, prosedur pemeriksaan yang dilakukan dapat membuat pasien merasa tidak nyaman, sakit, dsb.

* Jadi kapan dan test seperti apa yang sebaiknya diambil untuk deteksi dini kanker?
Mengerti keuntungan dan kelemahan dari cancer screening bisa membuat kita lebih bisa memahami prosedur dan resiko pemeriksaan yang akan kita ambil. Di Jepang, ada rekomendasi untuk lima jenis cancer screening test yang telah terbukti secara ilmiah (EBM: Evidence Based Medicine) membantu menurunkan angka kematian karena kanker. Deteksi dini kanker dianjurkan untuk organ lambung, serviks (mulut/leher rahim), payudara, paru-paru, dan usus besar.

Bisa lihat di tabel yang diberikan, seperti apa pemeriksaan yang akan dijalani, target umur, dan frekuensi pemeriksaan.

* Bagaimana cara untuk mengambil cancer screening test di Jepang?
Cancer screening di Jepang dapat diperoleh melalui jalur:
1. Pemerintah daerah – screening for residents (住民検診・市町村のがん検診). Jika ada kupon pemeriksaan yang datang ke rumah, silakan dipakai. Jangan lewatkan kesempatan pemeriksaan kesehatan yang ditawarkan.
2. Tempat kerja/bisnis – screening for employees (職域検診)
3. Pemeriksaan pribadi – private medical checkup (人間ドック)

* Belakangan di media sosial keluar iklan tentang pemeriksaan cancer screening melalui metode baru yang berbeda. Apakah metode ini juga termasuk cara yang resmi direkomendasikan?
Kebanyakan dari metode baru pemeriksaan kanker dari iklan media sosial, belum memiliki data evaluasi yang memadai terkait efektivitasnya sehingga saat ini tidak direkomendasikan.
Seperti halnya suatu obat baru yang harus melalui tahapan evaluasi yang jelas untuk menilai efektivitas dan keamanannya sebelum dipakai oleh pasien; metode atau tehnik baru pemeriksaan juga harus melalui evaluasi dan memiliki bukti yang solid untuk kegunaanya.


Siapa saja memiliki resiko terkena kanker, dan diagnosa itu bisa datang kapan saja. Jadi mari kita selalu meluangkan waktu untuk belajar mengenal resiko kesehatan masing-masing dan mengambil manfaat dari pemeriksaan kesehatan yang tersedia.

Jangan lupa untuk selalu mendukung para pejuang kanker di sekitar kita. Dari mereka semua kita dapat belajar menghargai hidup, keluarga, persahabatan, dan tentunya kesehatan.

Tokyo, 27 Mei 2023

Referensi:

がん検診ん 2022 – Foundation for Promotion of Cancer Research
Poster oleh WIBJ Cancer Support Group

corona, typewriter, virus-5235141.jpg

Next Stage of Covid-19 Pandemic

Bertepatan dengan hari anak di Jepang tgl 5 Mei 2023, WHO resmi mengumumkan untuk mengakhiri status Public Health Emergency of International Concern (PHEIC) terhadap Covid-19. PHEIC merupakan status darurat yang dikeluarkan WHO sejak Januari 2020 menyikapi kondisi penularan Covid-19 pada saat itu. Setelah tiga tahun berlalu, akhirnya angka kematian akibat Covid-19 berhasil ditekan, dan WHO memutuskan untuk mencabut status PHEIC ini. [Ref 1, 2]

Di Jepang sendiri, terhitung mulai tgl 8 Mei 2023, Covid-19 akan dimasukkan ke kategori penyakit menular kelas 5 [5類]. Terkait ini, saya bahas sedikit tentang penggolongan penyakit menular di Jepang.

Apa sebenarnya penggolongan penyakit menular ini?

Di Jepang, dalam rangka pengendalian penyakit menular yang disebabkan oleh virus atau bakteri, dilakukan penggolongan atau klasifikasi berdasarkan kekuatan penularan dan tingkat fatalitas penyakit. [Ref 3]
[1類]-Class 1: penyakit dengan resiko penularan tinggi dan mengancam jiwa jika terkena. Contoh: demam Ebola, pes (plaque disease). Ebola virus dapat menyebar antar manusia, tingkat fatalitas saat ini dikatakan mencapi 50~60%. Plaque disebabkan oleh bakteri Yersinia pestis, dan tanpa pengobatan yang memadai dapat memilki tingkat rasio kematian hingga 100%. Plaque atau pes ini dalam sejarah dikenal sebagai pandemik “Black death” [Ref 4,5]

[2類]-Class 2: penyakit dengan resiko penularan tinggi dan memiliki kemungkinan menjadi parah jika terkena. Contoh: SARS, MERS, Avian Influenza H5N1, tuberculosis (TBC). Selama ini Covid-19 dimasukkan dalam kategori ini, karena memiliki tingkat penularan yang tinggi dan tentu kita masih jelas ingat bagaimana Covid-19 menelan korban jiwa terutama saat varian Delta merajalela.

[3類]-Class 3: penyakit dengan fatalitas lebih rendah daripada kategori kelas 2, tapi berpotensi menyebar, memiliki imbas pada kelompok orang tertentu di lingkungan pekerjaan atau sekolah. Contoh: kolera, disentri basiler, thyphoid fever dsb. Demam tifoid disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi. Dapat menimbulkan komplikasi hingga kematian terutama pada anak-anak. Sekedar tambahan informasi, saat ini banyak terjadi kasus demam tifoid yang mengalami resistensi dengan antibiotik yang biasa dipakai. [Ref 6] Rasionalitas penggunaan antibiotik sangat penting untuk mencegah resistensi obat.

[4類]-Class 4: penyakit yang dapat menular ke manusia melalui perantara seperti hewan atau makanan. Contoh: demam dengue, malaria, rabies, hepatitis A, hepatitis E.
Apakah teman-teman tahu hewan apa yang paling mematikan di dunia? Jawabannya, nyamuk. Penyakit yg ditularkan melalui gigitan nyamuk seperti demam berdarah dengue (DHF), malaria, demam kuning (yellow fever) sudah membawa korban jiwa yang tidak sedikit.

[5類]-Class 5: Peyakit menular yang perlu dipantau dan dilaporkan oleh otoritas kesehatan terkait untuk mencegah penyebaran meluas. Contoh: batuk rejan (pertussis), cacar air, rubella, influenza musiman, dsb. Covid-19 akan masuk ke dalam kategori ini setelah sebelumnya berada di kategori kelas 2.

Perubahan apa yang akan terjadi setelah Covid-19 masuk kategori kelas 5?

Beberapa point perubahan: [Ref 7]

1. Pemerintah tidak secara seragam menuntut langkah-langkah dasar pengendalian infeksi dalam kehidupan sehari-hari.

2. Orang dengan hasil tes positif Covid-19 dan orang dengan kontak erat tidak lagi diwajibkan menahan diri untuk tidak keluar rumah. Tindakan yang diambil sesuai penilaian masing-masing. Silakan juga mengikuti aturan yang diberikan dari tempat kerja atau sekolah.

3. Dapat melakukan perawatan di berbagai institusi medis, setelah sebelumnya hanya terbatas dapat dilakukan di institusi medis dengan kapasitas persyaratan tertentu.

4. Biaya pengobatan nanti tidak lagi 100% ditanggung pemerintah. Seperti halnya biaya kesehatan lain, 10% sampai 30% akan ditanggung oleh pasien sendiri di luar asuransi kesehatan.

Terkait vaksinasi Covid-19, sampai bulan Maret 2024 masih dapat diterima gratis. Sementara ini pemberian vaksinasi direncanakan sbb: Untuk orang tua (65 thn ke atas) atau yang beresiko memberat jika terkena, dapat menerima setahun dua kali, bulan 5~8 dan bulan 9~12. Untuk anak usia 5 tahun ke-atas, setahun sekali dari bulan 9.

Waktu Covid-19 mulai merebak di Jepang saya ambil ikut bagian menjadi tim khusus yang ditujukan memantau perkembangan Covid-19 dan mengikuti berbagai riset yang diadakan dari berbagi bidang. Rasanya kepala mau pecah karena dalam waktu cepat harus mengikuti update berbagai kebijakan, perkembangan pola penyebaran, dan belajar banyak ilmu baru yang sebelumnya tidak pernah disentuh. Saya juga ambil bagian ikut uji klinis terhadap titer antibody Covid-19, saat ini total 9 kali merelakan tangan sendiri bengkak untuk ambil darah.

Tidak berasa sudah 3 tahun sejak pandemik dimulai tahun 2020.

Virus SARS-CoV-2 tidak hilang, tapi usaha dari kita semua untuk mematuhi protokol kesehatan, membatasi kegiatan, ikut vaksinasi yang akhirnya membantu memperlambat laju penyebaran virus. Berbagai upaya ini membantu menekan kemampuan replikasi dan mutasi virus dalam tubuh, dan menekan angka korban jiwa. Akhirnya kita bisa punya harapan melihat hasil akhir yang melegakan dari pandemik ini.

Di WIBJ saya ingin mengucapkan terima kasih untuk @Yati Anggarini yang selalu rutin menulis informasi kebijakan pemerintah Jepang terkait Covid-19. Terima kasih setulusnya untuk semua yang selalu membaca tulisan saya tentang Covid-19 sejak awal pandemik dan untuk semua yang rela ikut ambil bagian program vaksinasi meski setelahnya terkapar terkena efek samping ❣️

Selamat memasuki tahapan baru pandemik yang lebih baik. Tetap jangan lengah ya. Semoga kita semua bisa memetik pelajaran dari pandemik Covid-19 karena sejarah membuktikan pandemik penyakit akan terus berulang muncul dalam sejarah kehidupan manusia.

Tokyo, 06 Mei 2023
#kesehatanwibj
#wibjcovid19

Referensi:

1. https://www.who.int/news/item/05-05-2023-statement-on-the-fifteenth-meeting-of-the-international-health-regulations-(2005)-emergency-committee-regarding-the-coronavirus-disease-(covid-19)-pandemic
2..https://edition.cnn.com/2023/05/05/health/who-ends-covid-health-emergency/
3. https://www.mhlw.go.jp/content/10906000/001041576.pdf
4. https://www.paho.org/en/topics/ebola-virus-disease
5. https://www.who.int/health-topics/plague#tab=tab_1
6. https://www.coalitionagainsttyphoid.org/the-issues/drug-resistant-typhoid/
7. https://www.mhlw.go.jp/stf/corona5rui.html

dna, adn, deoxyribonucleic acid-1500076.jpg

Genetics and Personality

Kita semua pasti sering mendengar pertanyaan, apa sih yang mempengaruhi kepribadian seseorang? Apakah pengaruh genetik atau lingkungan? Sampai sekarang topik ini masih jadi bahan diskusi yang tidak ada jawaban pastinya. Di sini saya berbagi cerita tentang bagaimana kepribadian atau perilaku seseorang bisa tertulis di dalam material genetik tubuhnya.

Manusia punya 23 pasang kromosom. 22 Pasang kromosom disebut autosomes, dan pasangan terakhir kromosom ke-23 disebut sex kromosom yang menentukan jenis kelamin seseorang. Oh ya, penemu yang pertama kali menyatakan kalau manusia itu “hanya” punya 23 pasang kromosom berasal dari Indonesia lho. Namanya Joe-Hin Tjio. Sebelumnya manusia disangka punya 24 pasang kromosom seperti halnya simpanse, gorilla, dan orang utan.  Sampai dikatakan ada group ilmuwan yang terpaksa membatalkan hasil risetnya karena hanya menemukan 23 kromosom di sel hati manusia. “It was not, until 1955, when an Indonesian named Joe-Hin Tjio travelled from Spain to Sweden to work with Albert Levan, that the truth dawned.”

Dikatakan di keluarga kera ada dua buah kromosom yang berfusi/bergabung menjadi satu; dan diduga kalau kromosom nomor 2 di manusia merupakan gabungan dari kedua kromosom kera tersebut. Ini yang menyebabkan kromosom manusia hanya 23 pasang, sedangkan keluarga kera 24. Selain kromosom nomor 2 tersebut, perbedaan nyata antara kromosom pada manusia dan keluarga kera sedikit sekali; sehingga secara genetik kita ternyata memang sepupuan dengan simpanse 🙂

Lalu apa hubungan kromosom dengan kepribadian seseorang?

Di kromosom nomor 11, ada gen yang menghasilkan protein sebagai reseptor senyawa kimia yang disebut “Dopamine”. Dopamine ini merupakan ‘neurotransmitter’ yang bekerja khusus pada sel sel otak, termasuk mengatur aliran darah ke otak. Kekurangan dopamine di otak ternyata bisa menyebabkan kepribadian seseorang menjadi dingin, sulit mengambil keputusan, mudah depresi, kehilangan motivasi, gelisah, dan merasa hidup membosankan.
Rendahnya kadar dopamine juga dikaitkan dengan kasus ADHD (attention deficit hyperactivity disorder) pada anak-anak. Pada kasus yang ekstrim, rendahnya kadar dopamine di otak bisa menyebabkan seseorang kesulitan mengatur gerakan tubuhnya sendiri. Ini yang kita kenal sebagai Parkinson’s disease. Banyak studi yang menunjukkan jika gejala Parkinson timbul pada pasien yang kehilangan 80% atau lebih sel yang memproduksi dopamine di substantia nigra otak. 

Sebaliknya, kadar dopamine yang tinggi cenderung membuat seseorang extrovert, lebih aktif berbicara, kreatif, berani mencoba hal hal baru, energik. They are the explorers and the risk takers. Bila kadar dopamine terlalu berlebihan, dikatakan bisa menjadi perantara timbulnya gejala schizophrenia seperti halusinasi atau delusi.
– Dopamine is perhaps the brain’s motivation chemical -.

mental, health, mental health-1831391.jpg

Selain dopamine, ada juga senyawa kimia lain yang dikenal dengan nama “Serotonin”. Gen pengatur senyawa ini ada di kromosom nomor 17. Dari penelitian, diduga individu dengan kadar serotonin yang tinggi cenderung lebih sosial, lebih mudah bekerja sama dengan orang lain, suka kebersihan, kalem dan hati hati dalam bertindak.  Mereka lebih mudah menerima dan menyesuaikan diri dengan normal sosial di lingkungan tempat tinggal. Mungkin orang Jepang banyak yang memang memilki kadar serotonin yang tinggi ya sehingga cenderung semua penduduknya bisa ikut aturan dan norma sosial yang berlaku 🙂

Sebaliknya, kadar serotonin yang terlalu rendah cenderung membuat seseorang lebih mudah depresi, sedih, punya pikiran buruk, bisa bertindak nekat, tanpa pikir panjang. Dikatakan kalau kadar serotonin yang rendah sering ditemukan pada individu yang terlibat tindak kriminal atau berniat melakukan bunuh diri. Suicide linked to low serotonin.
Keseimbangan kadar serotonin dalam otak ini juga sudah lama jadi obyek penelitian untuk kasus gangguan kecemasan seperti OCD (obsessive-compulsive disorder), salah satu bentuk masalah mental dimana penderitanya memiliki dorongan untuk melakukan tindakan tertentu berulang kali.

Serotonin juga dikenal sebagai hormon yang bisa membuat seseorang merasa bahagia, senang, membuat perasaan atau mood lebih stabil. Serotonin sering disebut sebagai “the feel-good hormone”, “happy hormone”. Nah ini juga ternyata ada hubungannya sama musim dingin lho. Siapa hayo yang kalau musim dingin, bawaannya pengen tidur dan nyemil terus?

Penjelasannya kira-kira begini, di musim dingin hari cepat jadi gelap dan ini menginduksi otak mengeluarkan hormone melatonin. Hormon yang bikin ngantuk. Melatonin ini ternyata dibuat dari serotonin, sehingga berakibat kadar serotonin dalam otak jadi rendah. Nah, cara tercepat meningkatkan kembali kadar serotonin dengan mengirimkan otak zat yang namanya “Tryptophan” karena serotonin dibuat dari tryptophan. Lalu bagaimana mengirim tryptophan secepatnya ke dalam otak? Dengan cara sekresi insulin dari pankreas. Dan bagaimana cara tercepat membuat sekresi insulin? Tentu dengan makan karbohidrat.

Stress, gelisah, cemas yang berkepanjangan juga bisa menyebabkan rendahnya kadar serotonin. Pasti sering dengar orang cerita kalau lagi stress bawaannya mau nyemil terus ya. Ini sebenarnya usaha tubuh untuk menaikkan kadar serotonin- It helps to cheer ourselves up by raising our brain serotonin.

Kepribadian seseorang memang dipengaruhi banyak faktor ya. Baik faktor eksternal maupun internal seperti senyawa kimia yang bekerja dalam otak. Secara genetik memang ada faktor-faktor internal yang menentukan kepribadian seseorang. Kombinasi dengan faktor lingkungan yang positif, pendidikan yang baik, ataupun penanganan psikologi yang baik diharapkan dapat membentuk kepribadian seseorang yang positif.

Punya teman-teman, aktivitas yang menyenangkan tentu juga bisa membantu mengurangi beban stress atau kecemasan. Banyak studi yang mengatakan kalau tertawa, mendengarkan musik, dsb bisa membantu meningkatkan pelepasan hormon dopamine dan serotonin. Jadi mari kita banyak tertawa dan memilih lingkungan sosial di sekitar yang baik.

Salam sehat,
Tokyo, 13 April 2023

Referensi:
GENOME – Matt Ridley
https://en.wikipedia.org/wiki/Joe_Hin_Tjio
https://www.webmd.com/add-adhd/childhood-adhd/adhd-dopamine
https://www.aans.org/en/Patients/Neurosurgical-Conditions-and-Treatments/Parkinsons-Disease#
https://hbr.org/2017/03/if-you-understand-how-the-brain-works-you-can-reach-anyone
https://www.thelancet.com/journals/lancet/article/PIIS0140-6736(05)65897-7/fulltext
https://www.thorne.com/take-5-daily/article/science-backed-reasons-why-you-should-laugh-more

Sekilas Mengenai Infertility Treatment dan Asuransi Kesehatan di Jepang

Sejak April 2022 kemarin, secara resmi infertility treatment mulai ditanggung oleh asuransi kesehatan di Jepang layaknya penyakit yang lainnya, yaitu 70% biaya ditanggung asuransi kesehatan dan 30% biaya ditanggung oleh pasien.

Dalam tulisan ini saya ingin sedikit mengenalkan tentang bagaimana, batasan-batasan dan apa saja yang akan dicover oleh asuransi kesehatan ini.

Menurut saya, bagi yang tinggal di Jepang, ini merupakan kesempatan yang bagus untuk mulai periksa dan juga melanjutkan prosesnya apabila dirasa dibutuhkan, karena kalau dibandingkan dengan di Indonesia bisa saja di Jepang biayanya lebih murah dan akses terhadap kualitas pelayanan medis dengan kualitas bagus lumayan mudah.

Dari yang saya pahami, ketika memulai infertility treatment ini, pada awalnya kita dan pasangan perlu menjalani berbagai macam pemeriksaan lengkap seputar alat reproduksi. Dari riwayat kesehatan kita dan juga hasil pemeriksaan tersebut, bersama dengan dokter akan diputuskan tindakan macam apa yang dibutuhkan. Dari yang paling sedikit campur tangan medis, タイミング法 (timed intercoruse), 人工授精 (IUI) sampai 体外受精(IVF) dan 顕微授精(ICSI). Tentunya sesuai kondisi bisa juga ditambah dengan obat-obat dan juga suntikan yang akan membantu mempertinggi kemungkinan untuk bisa hamil.

Secara umum bisa dibilang hampir semua biaya tindakan yang saya sebutkan di atas ditanggung oleh asuransi kesehatan 70%. Tetapi ada pengecualian untuk tindakan medis yang berupa option dan juga untuk advanced medical treatment yang tidak dicover asuransi. Untuk ini, biasanya pihak rumah sakit akan memberitahukan sebelumnya, mana yang bisa ditanggung asuransi dan tidak, serta pilihan-pilihan yang tersedia, jadi tidak usah khawatir.

Selain itu, hal penting yang harus kita ketahui adalah mengenai batasan umur dan juga jumlah berapa kali tindakan yang bisa ditanggung asuransi untuk IVF & ICSI. 

  1. Proses IVF & ICSI akan dicover oleh asuransi kesehatan apabila umur wanita ketika memulai program ini belum mencapai 43 tahun. 
  2. Apabila umur wanita ketika memulai program infertility treatment belum mencapai 40 tahun, untuk program satu anak, maksimal 6 kali akan ditanggung oleh asuransi kesehatan. Menghitungnya dari jumlah 胚移植 transfer embiro yang dilakukan, bukan dari jumlah 採卵術 operasi pengambilan sel telur.
  3. Apabila umur wanita ketika memulai program ini antara 40-43 tahun, jumlah tindakan yang akan dicover asuransi untuk program satu anak maksimal 3 kali.

https://www.mhlw.go.jp/content/leaflet202212ver2.pdf

Sebagai gambaran biaya, tentunya bisa berbeda-beda tergantung rumah sakit, untuk 人工授精 IUI, sekali tindakan kira-kira biayanya sekitar 20,000 yen. Setelah ditanggung asuransi kesehatan, pasien hanya perlu membayar sekitar 6,000 yen saja. Untuk IVF sendiri, biaya sangat bervariasi tergantung rumah sakitnya juga, perkiraan kasar bisa sekitar 500,000 yen, dan bila ditanggung asuransi kesehatan, pasien perlu membayar tidak sampai 200,000 yen.

Sedikit tulisan di atas semoga bisa menjadi referensi, terutama untuk teman-teman yang sedang galau untuk memulai program infertility treatment. Satu hal yang penting sekali, semakin cepat akan semakin baik karena untuk organ reproduksi wanita ini, seperti berpacu dengan usia ya, dimana secara umum kemungkinan hamil akan lebih besar apabila umur wanitanya lebih muda.

Saya juga mau berbagi website dengan daftar kosa kata seputar infertility treatment dalam bahasa Jepang dan bahasa Inggris.
https://www.tenderlovingcare.jp/word

Silakan apabila ada teman-teman yang ingin mengoreksi, berbagi pengalaman atau informasi apapun seputar infertility treatment di Jepang tuliskan di komentar di bawah ya.^^

Semoga bermanfaat.