Buku – HON

Hari ini tanggal 23 April merupakan World Book (and copyright) Day, Hari Buku dan Hak Cipta Sedunia. Bahasa Jepangnya 世界図書・著作権デー sekai tosho chosakuken day. Kok bukan hon? Sebetulnya kata BUKU atau Book itu dalam Bahasa Jepang bisa disebut sebagai HON 本 ini yang umum diketahui semua orang. Lalu ada istilah 図書 Tosho , yang sering dipakai dengan gabungan kata lain seperti Toshokan 図書館 (perpustakaan) toshoshitsu 図書室 (perpustakaan tapi bukan gedung, hanya ruangan saja)dan Toshokado 図書カード (book gift card).

Istilah Shoseki 書籍 sering dipakai sebagai pengganti Tosho, karena Tosho umumnya sudah lebih diketahui sebagai kesatuan Toshokan. Karena itu jika mengatakan “Pengiriman Buku” lebih dipakai shoseki yuso 書籍郵送 bukan tosho yuso 図書郵送 atau waktu mengetik kata kunci “Pencarian Buku” tidak menuliskan Tosho kensaku 図書検索 tapi Shoseki kensaku 書籍検索, karena nanti yang keluar banyak adalah daftar Perpustakaan bukan buku. Dan yang terakhir adalah shomotsu 書物 sebuah istilah yang baku dan jarang dipakai dalam percakapan biasa. Misalnya dalam dokumen “Sejarah buku” maka dituliskan Shomotsu no rekishi 書物の歴史.

Jadi 4 istilah ini 本、図書、書籍 dan 書物 kalau diterjemahkan ya menjadi BUKU saja, tapi orang Jepang membedakan masing-masing dalam pemakaiannya. (Ribet ya 😀 )

Saya ingin memperkenalkan jenis buku di Jepang yang disebut sebagai bunkobon 文庫本. Semua bunkobon berukuran sama yaitu A6, 105mm×148mm. Dipelopori oleh penerbit Iwanami Bunko, bagian dari sebuah penerbit Iwanami Shoten, termasuk penerbit lama di Jepang (berdiri th 1913). Iwanami Bunko menerbitkan buku-buku dengan ukuran sama A6 ini untuk mempopulerkan buku klasik yang pernah diterbitkan dengan harga murah kepada masyarakat umum pada tahun 1927. Tapi sesudah perang (1945) beberapa penerbit juga meramaikan penerbitan bunkobon ini. Buku bunkobon ini bisa disebut sama dengan paperback dalam bahasa Inggris (ukurannya sedikit lain), tapi bunkobon ini mempunyai cover pelindung tambahan yang tidak terdapat dalam paperback di negara lain.

Ada satu kebiasaan dalam penerbitan buku di Jepang yaitu “ban buku” hon no obi 本の帯 (obi sebenarnya artinya ikat pinggang – stagen yang dipasang di pinggang), yang dipasang diatas cover pelindung buku. Dalam obi ini dituliskan pesan sponsor, kata-kata memikat untuk memilih buku itu. Atau bisa juga berupa promosi dari film yang berkaitan dengan buku tersebut (seperti pamflet/flyer kecil). Atau obi tersebut bisa diberi warna, sesuai dengan kategori bukunya. Misalnya warna kuning adalah kategori sastra Jepang kuno, warna biru kategori science/pemikiran, warna hijau sastra Jepang, warna pink sastra luar negeri, dan warna putih social science. Bagi saya, obi ini sangat mengganggu waktu membaca, sehingga biasanya saya buang…. Dan dimarahi oleh suami saya. Katanya kalau nanti buku itu mau dijual dan tidak ada obinya, harganya bisa jatuh (lebih murah). Padahal… ntah kapan juga mau jualnya hehehe.

Kalau di Jepang ada obi, di Indonesia saya perhatikan sekarang ada kebiasaan menyelipkan shiori しおり pembatas buku yang senada dengan cover bukunya. Kalau di Jepang memang tidak ada shiori, tapi di beberapa buku ada pita pembatas.

Keberadaan bunkobon ini juga yang membuat rak buku di Jepang bisa terlihat teratur. Besarnya sama, dan bisa dibuat lemari khusus yang kedalamannya tidak perlu terlalu dalam (16 cm). Juga jarak antara papan juga sudah pasti. Tentu saja kalau semua bukunya bunkobon.

Selain bunkobon, masih ada ukuran-ukuran lain yang lebih besar yaitu TANKOBON 単行本. Tankobon ini biasanya lebih besar dan lebih beragam ukurannya. Sesuai dengan Namanya, Tankobon itu diterbitkan satu-satu, tidak berseri/berjilid-jilid. Jadi kalau pergi ke toko buku dan melihat ke pojok “Buku baru”, itulah tankobon. Tentu saja karena baru, harganya tidak semurah bunkobon, tapi karena “fresh from the oven” tentu kita dapat membacanya pada waktu baru diterbitkan atau waktu sedang populer-populernya.

Sebagai penutup, saya baru tahu bahwa ternyata menurut Unesco (1964), yang dinamakan buku itu harus berjumlah 49 halaman lebih (isinya). Kalau hanya 5 halaman sampai 49 halaman itu disebut dengan buklet. 😀

Buku Teks 教科書

Dalam bahasa Jepang buku teks/pelajaran disebut KYOKASHO 教科書. Tanggal 10 April merupakan hari peringatan Textbook atau Buku Pelajaran di Jepang

Sebetulnya peringatan Hari Buku Pelajaran (untuk SD-SMP-SMA) ini baru ditentukan tahun 2010, dan dipilih tanggal 10 April hanya karena penulisan penanggalan Jepang 4/10 dibaca Yoi Tosho (Buku yang bagus).

Karena penasaran saya mencari informasi mengenai Buku Pelajaran di Jepang. Memang saya tahu bahwa buku pelajaran kyokasho di Jepang itu gratis, dibayar dengan pajak masyarakat. Kyokasho gratis ini dimulai sejak tahun 1963.

Setiap awal tahun pelajaran yang dimulai bulan April, murid mendapatkan satu set buku pelajaran sesuai dengan mata pelajaran. Kalau di buku-buku cetak yang dijual, biasanya di bagian belakang akan tertulis harga berapa Yen. Tapi di buku pelajaran tidak ada harga, kalaupun ada tertulis nol. Nah, pernah kejadian anak saya menghilangkan buku pelajarannya, saat itu saya memberitahukan kepada gurunya dan gurunya akan memberitahukan bisa membeli di mana. Karena tidak semua toko buku menjual buku pelajaran tersebut. Tetapi meskipun harus bayar, rata-rata harga kyokasho itu hanya 407 yen.

Di seluruh negeri Jepang hanya ada 2935 toko buku yang menyediakan buku pelajaran, dan ada 53 perusahaan yang menyediakan buku pelajaran. Tidak sembarang perusahaan bisa menerbitkan buku pelajaran. Butuh waktu 4 tahun untuk sampai bisa menerbitkan buku. Dua tahun untuk penulisan dan editing, 1 tahun untuk penilaian dari kementrian pendidikan dan 1 tahun untuk pencetakan dan pendistribusian. Tapi kyokasho juga direvisi setiap 4 tahun. Setiap ada revisi biasanya halaman buku akan bertambah. Semakin berat, sehingga ada keluhan juga bahwa beban anak-anak (tas ransel) semakin lama semakin berat.

Kemudian, tidak semua sekolah memakai satu kyokasho dari satu perusahaan. Komite sekolah di daerah dan kepala sekolah yang menentukan sekolahnya memakai kyokasho perusahaan A, misalnya. Apakah khawatir isinya lain? Tidak mungkin lain, karena sudah ada panduan dari kementrian yang harus ditaati dalam penulisan. Komposisi atau layout bisa lain sedikit tapi isi dan tujuannya sama. Ini saya ketahui juga waktu anak saya pindah sekolah pertengahan kelas 5. Buku yang dipakai di kelas 5 di Tokyo, lain dengan yang dipakai di Saitama.

Lalu buat apa ada hari peringatan kyokasho? Hari peringatan ini dirayakan dengan perlombaan membuat poster, mengingatkan warga bahwa kyokasho itu penting. Dari kyokasho-lah seorang anak mendapatkan ilmunya. Apalagi kyokasho itu dibuat dengan pajak masyarakat, jadi perlu dihargai. Ada pula maskot dari kyokasho yang dinamakan shiru-shiru (shiru artinya mengetahui).

Pameran Seni

美術展の日 Art Exhibition Day

Tanggal 9 April adalah Hari Pameran Seni atau bahasa Jepangnya Bijutsuten no hi. Ternyata padai tanggal 9 April pada tahun 1667 untuk pertama kalinya diadakan pameran seni untuk umum di Paris, tepatnya di Palais-Royal. Tetapi pada kenyataannya, sedikit sekali yang datang berkunjung, meskipun setelah itu diadakan setiap dua tahun sekali. Masa itu memang penikmat seni hanya bangsawan dan orang kaya saja.

Saya jadi tergelitik untuk mengetahui berapa banyak sih museum seni di Jepang? Dan seberapa populernya di kalangan warga Jepang?

Menurut jumlah dari Art Museum di dunia, kota yang terbanyak mempunyai museum adalah Paris dengan 297 museum, Moskwa 261, Los Angeles 210, Seoul 201, London 192, Tokyo di urutan ke 6 dengan 173 museum.

Namun saya juga menemukan bahwa katanya di Jepang, prefektur yang paling banyak mempunyai museum adalah Nagano, lo, bukan Tokyo! Kok bisa? 345 museum katanya! Ternyata ini adalah jumlah museum secara keseluruhan jadi termasuk Science Museum, Historical Museum, Art Museum, dan Open Air Museum. Tetapi diketahui bahwa untuk Art Museum di Jepang sejumlah 1.064 dan 10% nya berada di Nagano. Tetap Nagano yang terbanyak!

Memang belum ada data terbaru, namun dari hasil perhitungan, dikatakan bahwa 1 dari 4 orang Jepang pergi ke Art museum paling sedikit setahun sekali. Setiap kali ada pameran lukisan dari pelukis terkenal di dunia, Art Museum pasti penuh terus. Di masa pandemi pengunjung museum harus mendaftar dulu sebelum datang, namun sekarang perlahan sudah bisa langsung pergi asal menjaga protokol kesehatan.

Saya sendiri mulai berkenalan dengan Art museum di Jepang sejak tahun 1994, dan sekarang sedapat mungkin meluangkan waktu untuk melihat pameran pelukis terkenal dunia.

Pameran

Hanamatsuri or Waisak

Festival Bunga 花まつり

Sebelum saya menjelaskan mengenai Hanamatsuri, saya jelaskan dulu mengenai Waisak, ya.

Waisak adalah hari besar agama Buddha, yang sering kita ketahui sebagai hari lahirnya Buddha, atau Sidharta Gautama. (Dalam ajaran agama Buddha sebetulnya ada 3 hal penting yang dirayakan pada waktu Waisak yaitu kelahiran Buddha, pencapaian penerangan agung sehingga disebut sebagai Buddha dan wafatnya Buddha).

Buddha dalam bahasa Jepang disebut oshakasama お釈迦様 おしゃかしゃま。Agamanya sendiri disebut Bukkyou仏教 ぶっきょう。Waisak itu berasal dari kata Vesak dari bahasa Sanksekerta. Kalau di Indonesia, biasanya Waisak dirayakan dengan melepaskan lampion sementara umat Buddha akan pergi ke kuil, bertapa untuk merenungkan ajaran Sang Buddha dan berbagi makanan. Kita semua tahu bahwa banyak umat Buddha dari dalam negeri maupun luar negeri biasanya berkumpul di Candi Borobudur.

Nah, yang menjadi pertanyaan, apakah Jepang yang juga menganut agama Buddha tidak merayakan Waisak? Ternyata umat Buddha di Jepang juga merayakan kelahiran Buddha ini dengan nama Hana matsuri 花まつり. Dan tanggalnya sudah pasti yaitu tanggal 8 April, tidak seperti di Indonesia yang berubah-ubah setiap tahun. Bagaimana umat Buddha di Jepang merayakan Hana matsuri?

Tentu di Jepang tidak libur. Perayaan dipusatkan di kuil-kuil terutama di Kyoto dan Nara. Perayaan Hanamatsuri ini konon pertama kali dirayakan di Asuka dera 飛鳥寺di Nara tahun 606. Rupanya mereka membuat seperti kolam kecil dengan patung Buddha kecil di tengahnya, dan dihias dengan bunga-bunga. Umat yang datang menyiramkan air amacha 甘茶 sejenis teh yang terbuat dari ajisai (hydrangea) dari kolam kecil itu ke atas patung Buddha, seakan-akan memandikan bayi. Nah saya pernah melihat seperti kolam kecil ini di depan sebuat supermarket dekat rumah dulu. Saya heran tadinya, lalu membaca keterangan di sampingnya. Rupanya ini Hanamatsuri (dan memang hari itu tanggal 8 April). Timely sekali ya. Daaan, tentu saja, kebiasaan orang Jepang, sering sekali menaruh (melemparkan uang koin) ke air yang tergenang 😃.

Dalam agama Buddha, ada satu kata yang masih sulit saya mengerti, yaitu hotokesama 仏様 ほとけさま。Dalam pengertian saya Hotokesama itu = Buddha. Tapi coba pergi ke pemakaman. Semua orang akan menyebut orang yang sudah meninggal itu dengan hotokesama. Jadi hotokesama juga = arwah leluhur.

Ada baiknya juga teman-teman mengingat tiga hal ini :

1. Buddha disebut dengan oshakasama

2. Hanamatsuri itu bukan seperti festival bunga sakura, tapi peringatan kelahiran Buddha dan

3. Arwah orang meninggal disebut dengan hotokesama.

Mempelajari agama memang sulit, tetapi ada baiknya kita mengetahui agama orang lain, karena agama pun bagian dari budaya.

Yomu KORAN

Katanya 4月6日 itu bisa dibaca YO MU (baca), sehingga asosiasi surat kabar Jepang menetapkan hari ini sebagai hari membaca surat kabar. Apakah teman-teman masih membaca surat kabar? Apakah masih ada yang berlangganan surat kabar kertas?

Surat kabar pertama yang saya baca begitu mengenal huruf adalah Kompas dan Sinar Harapan. Saya ingat sekali suatu kejadian dengan surat kabar, waktu membaca ‘Pemerkosa ditangkap’ dan karena masih usia SD awal, saya tanya kepada ibu saya, “Ma, pemerkosa itu apa?”… dan ibu saya tidak bisa jawab. Tentu saya cari di kamus dong, dan menemukan ‘orang yang memaksa’…. Ooooh begitu 😃 (kenapa mama tidak tahu artinya ya? hihihi)

Saya masih membaca surat kabar online, tapi keluarga kami masih berlangganan surat kabar kertas juga. Kadang saya membuka juga surat kabar itu, dan kalau menemukan judul artikel yang menarik, langsung baca atau foto dan simpan.

Isi surat kabar hari ini? Penulis skenario Oshin, Hashida Sugako meninggal.(6 April 2021)

Memang surat kabar adalah konsumsi manusia dewasa. Di Indonesia, rasanya aneh juga jika ada anak-anak yang hobinya membaca surat kabar, atau menonton dunia dalam berita. Padahal di Jepang, banyak ujian masuk sekolah SMP/SMA ternama yang mengambil bahan dari surat kabar. Karena itu murid-murid yang akan juken 受験(mengikuti ujian masuk) wajib rajin membaca surat kabar dan berita TV.

Surat kabar juga merupakan “ujian bahasa” karena untuk membaca  surat kabar bahasa Jepang, Anda harus tahu banyak kanji. Tidak cukup hanya kanji yang diujikan di JLPT level 4 atau 3.  Di surat kabar umum, hanya kanji yang amat jarang dipakai saja yang memakai furigana (tulisan keterangan cara baca dalan hiragana) .Jadi untuk bisa mengerti satu artikel dalam surat kabar diperlukan pengetahuan kanji yang tinggi.

Sejak anak sulung saya masuk SD, kami merasa perlu berlangganan surat kabar. Apalagi ada sebuah “Surat Kabar Khusus Murid SD” dari penerbit surat kabar Asahi.

Surat kabar khusus murid SD itu besarnya persis surat kabar biasa, dengan 8 halaman (2 lembar A0 — eh bener ngga ya ukuran A0— setahuku A1 dilipat empat jadi A4 jadi mustinya bener hihihi). Yang pasti membedakan dengan surat kabar biasa yaitu setiap tulisan kanji ada tulisan hiragananya di sebelahnya. Topiknya juga terpilih, topik-topik yang menambah pengetahuan umum. Juga terdapat cerita komik dengan tokoh Ninja Rantarou. Satu lagi, ada kuis dari doraemon, yang jawabannya bisa dilihat di halaman belakang. Ini sangat menarik untuk saya, bukan untuk anak saya 😀

NB: Penjelasan sedikit mengenai huruf Jepang. Huruf Jepang ada 3 macam, yaitu hiragana, katakana dan kanji. Hiragana dan katakana ini layaknya alfabet dalam tulisan kita. Aiueonya, tapi hiragana biasanya dipakai untuk umum dan katakana untuk nama atau kata-kata yang berasal dari bahasa asing. Kanji (karakter Cina) sendiri jumlahnya amat banyak. Satu kanji mewakili satu arti, dan perpaduan 2 kanji untuk arti yang lain. Jumlah kanji yang harus dikuasai murid SD sampai lulus kelas 6 sejumlah 1006 huruf.

Hari Anpan yang manis

Hari ini tanggal 4 April adalah hari ANPAN, yaitu roti yang berisi an 餡, selai yang terbuat dari kacang merah Azuki. Roti ini pertama kali dibuat tanggal 4 April tahun 1875 oleh perusahaan roti Kimuraya, dan disajikan pada Kaisar Meiji. Roti ini merupakan roti khas Jepang, yang mengambil contoh dari Manju 饅頭, kue tradisional Jepang seperti bakpau isi kacang hijau tapi kecil ukurannya. Dengan modifikasi roti berisi an atau selai kacang merah ini, Anpan dapat diterima masyarakat jepang. Selain berisi selai kacang merah, ada yang berisi selai wijen, ogura, selai kacang merah diberi keringan bunga sakura, rasa melon dan lain-lain. Pokoknya semua rasa yang cocok di mulut orang Jepang dicoba menjadi isi roti.

Dan saya terkagum-kagum bahwa ternyata roti An, atau Anpan ini bisa menjadi sumber ide bagi penciptaan karakter ANPANMAN. Memang orang Jepang pintar menciptakan karakter-karakter dari sesuatu yang ada di keseharian kita. Saya tidak tahu apakah komik Anpanman ini sudah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia atau belum, tapi mari kita lihat tokoh-tokoh dalam cerita Anpanman ini.

Anpanman – Karepanman – Shokupanman

Tokoh utama tentu saja si Anpanman アンパンマン”Manusia Anpan” yang bermuka tembem dengan dua pipi merah, berkostum merah kuning dan memakai mantel untuk terbang berwarna coklat. Dia adalah si pembela kebenaran, Seigi no mikata, ciptaan Paman Selai (Jam Ojisan). Jam Ojisan ini membuat roti di pabrik rotinya dibantu oleh Batako san (asal kata =Butter) dan mempunyai anjing bernama Chizu (asal kata = Cheese).

Anpanman selalu menolong siapapun yang kesusahan dan terutama kesusahan itu diakibatkan kelakuan buruk Baikinman (asal kata = Baikin = bakteri yang merusak). Terkadang pula akibat keusilan Dokinchan (Bakteri perempuan yang menyukai Shokupanman, shokupan adalah roti tawar). Teman-teman Anpanman di antaranya adalah Karepanman (roti kare), Meronbannachan (roti Melon), Rorubanna (roll bread), Kurimubanda (roti krim).

Karakter Anpanman ciptaan Yanase Takashi ini pertama kali muncul tahun 1969. Tapi baru tahun 1975, muncul sebagai cerita bergambar (picture book) berseri dengan judul “Soreike Anpanman”. Karakter ini cepat merebut hati anak-anak seluruh Jepang, sehingga dijadikan film dan anime. Karena karakter yang muncul dalam cerita ini amat beragam (dan kebanyakan berhubungan dengan makanan) maka sampai dengan tahun 2009 saja, dari seluruh cerita yang terbit karakternya sudah berjumlah lebih dari 1500 karakter (bahkan sampai 2000 jenis jika perubahan transfom juga dihitung) . Katanya sampai si penciptanya sudah lupa jumlah sebenarnya berapa …hehehe. Dan setiap tanggal 6 Februari, hari ulang tahun si pencipta Yanase Takashi( 6 Februari 1919 – 13 Oktober 2013), diperingati juga sebagai hari ulang tahun Anpanman.

Hebat ya roti sebagai sumber ide… Kalau saya sih roti memang sebagai sumber ide untuk …MAKAN hehhehe. Padahal bagi Jepang, roti juga merupakan kebudayaan serapan dari luar negeri, sama juga halnya dengan Indonesia. Tapi kenapa orang Indonesia kurang ide untuk menciptakan karakter dari sekeliling kita ya? Kalau di Jepang ada Anpanman, mungkin di Indonesia bisa ada Roti Bakso, Roti Abon, Roti Coklat, Roti Sarikaya atau Roti Gambang yang katanya khas Indonesia ? (Roti Bagelen tuh asli Indonesia ngga ya?)

Atau bisa saja dari kue-kue jajanan pasar kan? Semisal Kue Ku, Kelepon, Cenil dll … Uuuh jadi lapar deh…

Kamu suka roti isi apa?

Yomikikase

Hari ini tanggal 3 April (4-3 dibaca YO-MI) merupakan hari khusus untuk “Yomikikase”.

読み聞かせ, dari kanjinya kita tahu 読み (yomi) adalah membaca, dan 聞かせ (kikaseru) itu memperdengarkan. Istilahnya dalam bahasa Inggris adalah read aloud, dan bahasa Indonesianya? Hmmm tidak selalu mendongeng, karena mendongeng biasanya cerita buatan penutur yang kadang pakai buku, atau tidak pakai buku. Bukan pula berdeklamasi karena bukan membaca puisi/sajak. Jadi, saya pakai saja Yomikikase, membaca buku dengan bersuara (tidak perlu keras-keras juga kan? hehehe).

Selain yomikikase, sebetulnya ada beberapa istilah lagi yang perlu diketahui, yaitu ONDOKU 音読 dan RODOKU 朗読. Bagi yang mempunyai anak SD pasti sudah tahu Ondoku itu apa. Membaca dengan suara keras, tapi yang membaca anaknya, bukan ibunya. Yomikase yang membaca ibunya (atau orang dewasa lain). Sedangkan rodoku biasanya memang terlatih membaca untuk umum. Sayangnya tidak bisa saya terjemahkan menjadi dalang, karena mereka tidak mengubah suaranya sesuai dengan karakter yang ada dalam bukunya. Jadi biasanya saya terjemahkan rodoku = pembacaan, dan rodokusha menjadi pembaca. Memang akhirnya rancu dengan 読書 どくしょ dokusho (baca buku) dan 読者 どくしゃdokusha (pembaca buku).

Saya pernah membuat presentasi singkat tentang Yomikase, dan yang berminat silakan menuliskan pada komentar.

Apakah teman-teman pernah atau masih sering membacakan buku (cerita) kepada anak-anak?

Tahun Fiskal Baru 新年度

Kalau kita ditanya 1 April itu hari apa? Pasti banyak yang akan berkata “April Fools”, ya?
Di Jepang karena pengaruh barat tentu tahu juga istilah April Fools, yang awalnya berasal dari Eropa (Perancis, dan beberapa negara lain). Dalam bahasa Jepangnya 四月馬鹿 atau dengan katakana saja エイプリルフール. Tetapi di Jepang, daripada terkenal dengan April Foolsnya, lebih terkenal sebagai Awal Tahun Fiskal 年度初め. Tahun Fiskal di Jepang dimulai tanggal 1 April sampai dengan tanggal 31 Maret.

Tanggal 1 April di Jepang boleh dikatakan merupakan awal semua kegiatan. Tahun ajaran baru juga dihitung dari April ini. Ini juga yang menyebabkan ada istilah Hayaumare 早生まれ dan Osoumare 遅生まれ bagi anak-anak. Yang disebut hayaumare adalah anak-anak yang lahir dari tanggal 1 Januari sampai 1 April. Sedangkan yang lahir selain itu disebut Osoumare 遅生まれ, atau karena tidak mezurashii (aneh) ya tidak disebut apa-apa. Jadi yang disebut Satu Angkatan (Gakunen学年)itu adalah kumpulan anak-anak yang lahir dari 2 April sampai 1 April tahun berikutnya.

Tanggal 1April juga biasanya diadakan Nyushashiki 入社式 upacara penerimaan karyawan baru. Pengangkatan jabatan/ status baru ninmeishiki 任命式 juga biasanya per tanggal 1 April. Upacara penerimaan murid baru Nyugakushiki 入学式 tidak pernah diadakan tanggal 1 April, karena otomatis tahun ajaran sedang libur musim semi saat itu. Biasanya sekitar tanggal 6-9 April. Pembicaraan menyimpang sedikit, biasanya di sekolah-sekolah ada yang namanya Rininshiki 離任式, yaitu upacara pelepasan guru/pegawai yang pindah dari sekolah tersebut. Pada sekolah swasta biasanya diadakan bersamaan dengan shuuryoushiki 修了式, atau akhir tahun ajaran (kenaikan kelas). Namun pasti sesudah sotsugyoushiki 卒業式 atau upacara kelulusan (wisuda) untuk kelas/tingkat akhir. Sedangkan di sekolah negeri/pemda biasanya terpisah dari shuuryoshiki.

Tapi pernahkah terpikir, kenapa mesti tanggal 1 April? Kenapa bukan 1 Januari misalnya? Biasanya banyak orang yang menjawab, “Karena musim semi, jadi bagus dinyatakan sebagai awal yang bagus. Apalagi Sakura mekar, bisa berfoto Bersama”. Tetapi sebenarnya alasannya bukan ini.

Penentuan permulaan tahun fiskal ini sebenarnya dimulai tahun 1886, sejak dikeluarkannya UU Finansial No 11 mengenai Tahun Anggaran yang menyatakan bahwa tahun anggaran dimulai tanggal 1 April sampai 31 Maret. Tapi ada latar belakangnya lagi mengapa bulan April yang dipilih. Dulu Jepang adalah negara agraria jadi pembayaran pajak dilakukan dengan beras langsung pada awal tahun (Januari). Namun kemudian ditentukan bahwa pembayaran pajak itu harus berupa uang, beras ditukar uang dulu baru dibayarkan.  Padahal beras biasanya dipanen bulan Oktober, sehingga jika dikumpulkan uang penjualannya pada januari, tidak sempat terjual semua. Karena itu kemudian dipindah menjadi bulan April. Selain itu, saat itu Inggris juga tahun fiskalnya dimulai bulan April, jadi ikut Inggris sajalah…..

Nah, karena tahun fiskal berubah menjadi April, akhirnya semua kegiatan mengajar (sekolah) juga yang tadinya awalnya bermacam-macam dipindah menjadi bulan April. Terutama sekolah yang mendapat subsidi dari pemerintah, tentu harus menyesuaikan dengan birokrasi pemerintah. Seluruh sekolah dan kegiatan lain berubah dimulai April secara sempurna setelah Perang Dunia ke 2 selesai.

Dan kita semua yang orang asing di Jepang pun pasti berpikir bahwa April adalah waktu yang tepat untuk memulai semuanya dengan semangat “Sakura”, ya.

Selamat April Fools,

Selamat Tahun Fiskal Baru

SAWAKAI – SHAONKAI

Hallo teman-teman! Bulan Maret hampir berakhir. Bulan sibuk bagi pegawai karena tutup buku tahun fiskal. Bulan sibuk bagi pelaku pendidikan karena tahun ajaran berakhir. Dan itu berarti penyerahan nilai, atau ijazah bagi yang lulus. Saya melihat cukup banyak teman yang anaknya lulus tahun ini di berbagai tingkatan : TK, SD, SMP, SMA bahkan Universitas. Kebetulan anak sulung saya lulus SMP, sehingga cukup sibuk dengan pesta kelulusannya. Nah, saat itu saya mendapat undangan untuk SAWAKAI 茶話会 dari kelas 3 SMP (meskipun kanjinya 茶itu biasanya dibaca sebagai CHA, kanji yang sama bisa dibaca sebagai SA. Seperti茶道 dibaca sebagai SADO bukan CHADO).

SAWAKAI yang saya hadiri itu bertempat di aula sekolah, dan bisa dikatakan sebagai pesta sederhana. Pertemuan guru dan murid, tapi ada sedikit kue dan minuman (tanpa alkohol). Juga ditayangkan kegiatan murid selama satu tahun dalam bentuk video clip yang dibuat salah satu guru. Tujuan utama acara ini supaya orang tua murid bisa mengucapkan terima kasihnya kepada wali kelas anaknya, tanpa makan waktu lama, dan tidak perlu bertele-tele. Tidak ada pemberian hadiah kepada guru (di Jepang sama sekali tidak diperbolehkan memberikan hadiah -berbentuk apapun- kepada guru, lain dengan di Indonesia), kecuali sebuah karangan bunga kecil yang dibeli dari iuran pesta. Untuk SAWAKAI itu, kami hanya membayar 500yen/per orang. Pakaian yang dikenakan pada SAWAKAI tidak terlalu casual, tapi tidak terlalu mewah juga.

Kalau SAWAKAI adalah bentuk ucapan terima kasih secara sederhana dari orang tua murid kepada guru SMP-SMA, maka kalau di akademi/universitas, ada yang dinamakan dengan SHAONKAI 謝恩会. Kalau ini biasanya diadakan di tempat pesta (hotel atau restoran) yang dibiayai oleh mahasiswa (tentu saja ortunya). Karena di hotel, maka biasanya mewah dan para wisudawan juga memakai baju pesta yang mewah. Biasanya Shaonkai diadakan malam hari, karena pagi harinya mereka mengikuti upacara wisuda. Jika waktu wisuda, yang wanita mengenakan hakama, maka waktu Shaonkai itu mereka ganti baju dengan baju pesta dan berdandan. Yang mengikuti Shaonkai hanya mahasiswa dan guru/dosen, orang tua pulang 😃 (tapiiiii tinggalkan duit dikit untuk ongkos taxi putra/putrinya 😃 ). Kebetulan saya menghadiri shaonkai untuk akademi, sehingga tidak ada alkohol saat itu. Tapi kalau universitas biasanya ada alkohol dan kesempatan bagi mahasiswa untuk minum bersama dosennya untuk terakhir kali.

Kalau belum puas minum, tentu bisa dilanjutkan lain kali dengan NOMIKAI 飲み会 saja ya. Nomikai biasanya dilakukan di tempat minum (Izakaya 居酒屋) dengan sistem iuran dan bersifat kasual. Biasanya dosen akan membayar sebagian dari biaya (kalau dosen kaya mungkin bayarin semua sih 😃) sehingga mahasiswa hanya bayar sedikit.

Nanti pada awal tahun ajaran baru di bulan April, biasanya akan ada pertemuan orang tua murid yang namanya SHINBOKUKAI 親睦会atau KONSHINKAI 懇親会. Biasanya peserta yang bisa hadir hanya membayar sekitar 300 yen, untuk minuman dan sedikit snack. Biasanya dilakukan di ruangan kelas yang tidak terpakai, atau di aula, atau setelah jam pelajaran selesai. Maksud pertemuan ini untuk saling mengenal orang tua teman-teman sekelas, dalam suasana yang akrab. Shinbokukai atau Konshinkai ini BUKAN Hogoshakai 保護者会 ya. Hogoshakai (pertemuan ortu/wali murid) itu yang menyelenggarakan guru, sebagai wakil sekolah dengan maksud memberikan laporan kegiatan pembelajaran. Sedangkan Shinbokukai/Konshinkai itu diselenggarakan oleh wakil ortu yang terpilih menjadi PTA (Parent Teacher Association) atau bahasa Jepangnya Fubo to Kyoushokuin no Kai 父母と教職員の会.

Bagaimana? Teman-teman yang punya anak pasti sudah pernah mendengar kata-kata di atas ya? Kalau untuk yang belum punya anak, pasti sudah tahu NOMIKAI kan? Saya suka suka NOMIKAI, tapi saya juga suka JOSHIKAI 女子会. Kalau NOMIKAI itu lebih bersifat banyak makan, minum (alkohol) dan ngobrol dan pesertanya bisa laki-laki dan perempuan, sedangkan kalau JOSHIKAI itu dihadiri oleh wanita saja. Tidak harus makan/minum (alkohol) bisa hanya ngopi cantik saja, dan tentu saja ada ngegosipnya 😃 (ini penting! Hahaha ).

Sedangkan waktu saya mahasiswa, saya suka pergi KOMPA コンパ nama lain dari NOMIKAI di kalangan mahasiswa. Pasti perginya ke tempat minum termurah, karena mahasiswa tidak punya uang 😃 TAPI sayang sungguh sayang, saya belum pernah ikut GOKON 合コン, yaitu nomikai khusus dihadiri wanita dan pria dengan jumlah yang sama, dengan tujuan mencari jodoh! Tapi kalau saya jadi mak comblang (baca: Ibu Asrama Galak 😃 ) , mungkin bisa juga ya mengadakan GOKON khusus untuk anggota WIB-J yang masih single (dan muda) ….hehehe. Yang berminat kasih tahu saya saja, nanti saya jadi EO nya 😃

Begitu banyak istilah dalam bahasa Jepang, dan mungkin dalam bahasa Indonesia cukup satu kata : Pesta atau Makan-makan 😃

29 Hari Daging

Loh kok hari daging? Hari ini kan tanggal 29. 2 bisa dibaca dalam bahasa Jepang sebagai [ni] dan 9 bisa dibaca sebagai [ku] >> NIKU deh. Niku = daging.

Kalau teman-teman perhatikan SETIAP BULAN tanggal 29 di supermarket atau di restoran-restoran yakiniku, biasanya ada penjualan daging murah. Niku no hi = hari daging.

Memang ditetapkan dari goroawase 語呂合わせ、yaitu permainan kata dari akronim yang berasal dari pembacaan angka bahasa Jepang. Tapi sebetulnya ini diputuskan oleh Komite Kebijakan Konsumer Daging Seluruh Negeri. Pada hari itu diharapkan toko daging dan restoran yang menjual daging (seperti restoran yakiniku) akan mempromosi atau membuat menu khusus.

Tapi ternyata ada beberapa hari lain yang berhubungan dengan daging, yaitu tanggal 9 Oktober yaitu untuk daging proses (asap dsb) jukusei niku 熟成肉 : 10月9日 dibaca じゅう dan く。 Tanggal 4 April untuk daging babi hutan いのしし 4月4日 dibaca (いの)し し。Tanggal 29 Oktober untuk daging ayam dalam negeri 国産とり肉の日 10月29日. Tanggal 29 November untuk hari Daging yang berkualitas tinggi. Awalnya untuk mempromosikan daging Miyazaki. 11月29日dibaca Ii niku いいにく.

Nah, sedikit pengetahuan tentang daging, pasti teman-teman sudah tahu nama daging yang blok ブロック atau katamari かたまり atau slice スライス/ usukiriうすきり, atau daging yang kotak-kotak saikoroサイコロ. Ada juga daging cincang hikinikuひき肉. Yang paling sering saya beli (karena murah hehehe) adalah kiriotoshi切り落とし atau komagire こま切れ. Keduanya merupakan daging yang dipotong tidak sama, (mungkin) kumpulan dari sisa-sisa potongan daging 😃. Bedanya kalau komagire itu berasal dari beberapa bagian daging, sedangkan kalau kiriotoshi itu dari satu jenis bagian daging saja.

Satu lagi yang biasanya ditanyakan teman-teman dari Indonesia adalah, “Mel, Wagyu itu enak banget ya?”. Hmmm WAGYU? Coba deh cari di toko daging atau supermarket, apa ada yang ditulis 和牛?Pasti di kemasannya hanya ditulis Kokusan gyuniku国産牛肉. Karena sesungguhnya kata WAGYU hanya dipakai di luar negeri (tidak boleh dipakai di dalam negeri Jepang). Dan Wagyu itu merujuk pada mutu daging yang ditentukan oleh Jepang dari 4 jenis sapi yaitu : Sapi Hitam Jepang (黒毛和種 Kuroge washu), Sapi Cokelat Jepang (赤毛和種 Akage Washu), Sapi Tanpa Tanduk Jepang (無角和種 Mukaku Washu), dan Sapi Tanduk Pendek Jepang (日本短角和種Nihon Tankaku Washu). Sapi Jepang memang terkenal dengan shimofuri霜降り atau tekstur lemak seperti marmer. Jadi kalau ke 4 sapi ini bibitnya dibawa ke luar Jepang dan disilangkan dengan sapi lain, tetap BISA dinamakan WAGYU. Sehingga SEBETULNYA banyak sekali daging Wagyu yang dijual di luar negeri sebetulnya berasal dari Australia atau negara-negara lain selain Jepang.

Nah, kalau mau pasti makan sapi Jepang yang enak, silakan lihat asal dagingnya dan namanya, apakah itu dari Sendai (sekarang Sendai yang terbaik), atau dari Kobe, Saga, Yonezawa, Miyazaki atau Hida dll. Juga perlu melihat rankingnya. A, B atau C serta nilainya 1-2-3-4-5. Jadi yang terenak, terbagus adalah daging dengan ranking A-5.

Sebagai penutup cerita, suatu hari saya berdiskusi dengan sempai saya tentang seseorang yang suka pinjam duit. Kami berkesimpulan bahwa sedapat mungkin jangan sampai pinjam uang ke orang lain. Arbaito apa saja pasti bisa deh mengumpulkan uang. Tentu juga dengan mengubah gaya hidup.

Sempai : “Ya sedapat mungkin sih jangan sampai kita mesti baito jual daging sih…..”

Imelda : “jual daging? Di toko daging gitu?

Sempai : “Ya ampun Melda…. kamu naif banget sih!”

Imelda: “Oalahhhhh, maksudnya jual daging ituuuuuu, yang biasa ada di Kent*cky Fried Chicken 😃😃😃

So, apa rencana menu teman-tema hari ini? Makan (Masak) daging dengan bumbu apa?

Hmmm (mungkin) saya mau masak Mabo Tofu 麻婆豆腐 saja deh, yang murah meriah… tanggal tua sih (loooh baru gajian tgl 25 kok sudah tanggal tua? hahaha)