KASABARU bukan Payung Baru

Kasabaru かさばる

Pada waktu Tokyo mulai melakukan pembatasan pergerakan pada awal Covid-19 ada “rush” pembelian tisu wc sehingga sempat terjadi kekosongan stok di toko-toko. Nah, di TV ditanyakan kenapa tisu bisa langka di toko-toko kalau produksi sebetulnya stabil? Masalah utamanya ada pada pendistribusian karena truk distribusi memang jadwal dan rutenya tertentu, sehingga jika stok habis seketika, harus menunggu jadwal berikutnya. Hal ini terjadi karena tisu itu murah dan MAKAN TEMPAT.

Kasabaru かさばる itu artinya bukan payung baru, tapi satu kata yang berarti besar, dan makan tempat. Penjelasan tambahan yang lain, barang yang かさばるitu tidak berat tapi besar. Untuk tisu WC, udah besar, murah lagi 😃. Atau ada kamus lain yang menjelaskan : bagaikan payung yang terbuka. Bisa dimengerti ya. Kalau payung terbuka itu makan tempat ya. Kata かさばる itu akan sering dipakai oleh kita yang sering mudik ke Indonesia. Kalau isi kerupuk satu koper kan benar-benar menyebalkan ya? Yang lain tidak bisa dimasukkan. Karena kerupuk itu kasabaru かさばる。

Kasabaru kalau ditulis dengan kanji 嵩張る susah ya? Tapi kalau kita perhatikan bisa lihat unsur kanji yama 山(gunung) dan takai 高い (tinggi) . Tisu WC kalau disusun bisa jadi tinggi seperti gunung ya?

Kali ini saya tidak akan menjelaskan bahasa Jepang lain yang mirip dengan kasabaru, karena 嵩張る、かさばる satu kata ini tidak ada sinonim atau penggunaan yang lain. Tetapi coba kita lihat arti bahasa Indonesia MAKAN TEMPAT. Ada beberapa idiom yang memakai kata makan juga ya, yang sering kita pakai, bahasa Jepangnya apa? Siapa tahu bisa dipakai ya 😉

makan waktu 時間かかる (じかんがかかる) jikan ga kakaru (ini yang paling sering dipakai, ya)

makan hati 傷つく (きずつく) kizutsuku

makan asam garam 経験豊か (けいけんゆたか) keiken yutaka

makan angin 散歩 (さんぽ) sanpo

makan bebas ただ食い (ただぐい) tadagui asyik ya kalau makan gratis memang 😃

makan gaji サラリーマン sarariman

makan kawan sendiri 共食い (ともぐい) tomogui ck ck ck, tega amat… 😃

Bagaimana? Kira-kira ada bahasa Jepang yang bisa dipakai? Nah kalau saya pas liburan tahun baru nih melakukan 食っちゃ寝 (くちゃね)kucchane alias makan tidur melulu. Tapi kucchane ini slang ya, jangan pakai di situasi formal. Nanti pasti orang Jepang tanya, “Siapa gurunya?” 😀

Nariyuki & Bura-bura

なりゆき Nariyuki VS ぶらぶら ・うろうろ bura-bura uro-uro

Masih suntuk ya soal si Corona, karena itu mari kita belajar bahasa Jepang saja untuk mengusir kesuntukan.

Kalau suntuk bosan dengan rutinitas sehari-hari, pas hari Minggu yang lalu, saya dan suami sering tiba-tiba memutuskan untuk keluar rumah dan muter-muter naik mobil. Tujuan pertamanya hanya ke taman dekat rumah (dekat tapi jauh…harus naik mobil 10 menit 😃). Di taman yang amat luas ini, kami hanya jalan sambil memperhatikan tanaman apa yang sedang berbunga, memperhatikan bebek-bebek di kolam. Kadang ada warga yang bermain terompet Jazz. Taman ini tidak “diatur” seperti di Showa Memorial Park dengan bunga-bunga, tapi lebih ke konservasi perlindungan terhadap binatang (burung).

Setelah dari taman ini, kami merasa lapar dan mencari cafe yang buka pada jam 9:30 pagi di sekitar tempat kami. Sambil cari, kami menemukan sebuah cafe yang berada di perumahan yang terletak di atas bukit, sehingga bisa melihat pemandangan cukup jauh. Sayang makanan dan kopinya biasa saja, sehingga rasanya tidak dua kali ke tempat itu lagi.

Nah tiba-tiba suami saya mengajak pergi ke kuil yang terkenal, tidak jauh dari cafe itu. Kuil Koma ini cukup besar dan pastinya indah jika pohon sakura mekar. Sewaktu pulang, kami kebetulan melihat ada pabrik sake dan mereka membuka gudangnya untuk memamerkan boneka hina (雛人形hina ningyo) dari keluarga mereka. Sambil menuju arah pulang, kami melihat lambang pabrik kecap asin shoyu, sehingga kami mampir. Dan setelah itu kami melihat di pinggir jalan tulisan “Takahashi Tamago”, dan ada ayam-ayam berkeliaran. Kata suami saya, merek itu terkenal di Saitama. Jadilah kami parkir dan turun melihat ayam dan membeli telur spesialnya. Harganya 10 butir 2100 yen! Mahaaaal.

Perjalanan kami ini disebut NARIYUKI, なりゆき。Kami tidak tahu selanjutnya mau ke mana, hanya mengikuti kaki eh mobil berlari 😃 Mengikuti arus, tanpa rencana. Mungkin ada rencana awal, toriaezu とりあえず untuk awalnya pergi ke taman. tapi setelah itu, nariyukimakase 成り行き任せtergantung apa yang ada, menyerahkan pada alam. Boro-boro ada tujuan, jadwal pun tidak ada. Dan perjalanan Nariyuki seperti ini memang kami sukai dan sering kami lakukan.

とりあえず公園に行って、そのあと成り行きで行きましょう。

Toriaezu koen ni itte, sonoato nariyukide ikimashou.

Nariyuki ini lain dengan ぶらぶら, bura bura pergi tanpa tujuan. Karena awalnya sudah ada tujuan. Kalau bura-bura itu cocok diterjemahkan dengan keluyuran 😃

日曜日はあさから家族とデパートをぶらぶらする。

Nichiyoubi wa asa kara kazoku to depato wo burabura suru.

Pada hari Minggu, dari pagi (saya) keluyuran di department store.

Ada satu istilah lagi yang bisa diterjemahkan dengan keluyuran juga yaitu うろうろ uro-uro. Tapi pemakaiannya berbeda. Kalau uro uro berkesan negatif.

学校の周りをうろうろしているあやしいおじさんがいた。

gakko no mawari wo uro uro shiteiru ayashii ojisan ga ita.

Ada bapak-bapak aneh yang mondar-mandir di sekitar sekolah.

Silakan coba pakai nariyuki, bura-bura atau uro-uro ya.

BTW bura-bura bukan bra bra loh, apalagi rabu-rabu 

Happo Bijin

Cantik dari delapan penjuru 八方美人 Happo bijin

Wiiih senang kan kalau dibilang BIJIN 美人, cantik!
Siapa yang tidak senang ya?
Nah, kejadian waktu saya masih single, berpuluh tahun yang lalu. Saya pergi dengan beberapa om-om, pegawai suatu kantor. Nah saat itu mereka ngomongin saya, “Imelda sih happobijin 八方美人”. Maklum baru datang, langsung senang saja dibilang bijin. Happo nya tidak tahu artinya. Dan jurus pamungkas saya kalau tidak tahu arti suatu kata, ya dengan senyum-senyum saja.

Lalu, beberapa tahun sesudahnya, setelah menikah nih. Tiba-tiba teringat si om-om itu, lalu saya cerita ke suami dong, “Pa, aku pernah dibilang Happo bijin loh”. Lalu si suami bilang, “それは誉め言葉じゃないよ Itu bukan pujian loh“. Jadilah saya cari artinya. Dan ya, Happo bijin ini termasuk Idiom 4 Kanji. Masih ingat kan tulisan saya yang lalu, tentang Yoji jukugo 四字熟語. Di list terakhir saya membuat idiom 4 kanji, dimulai dari angka satu sampai sembilan, kecuali angka delapan. Karena akan saya tulis di sini 😃

八方美人 はっぽうびじん Happo bijin itu secara harafiah artinya cantik 8 arah/penjuru. Dan artinya bukan cantik dilihat dari 8 penjuru tapi, dia menunjukkan “muka cantik” ke delapan penjuru. Ke semua orang dia (laki-laki maupun perempuan) bersikap baik, sehingga tidak diketahui “asli”nya bagaimana. Membingungkan orang, dan membuat orang alert, waspada… jangan-jangan…… Mungkin di dalam bahasa Indonesia tidak sampai separah “penjilat” tapi tetap membahayakan. Well, memang jadinya bukan kalimat pujian ya. Kalau kalimat pujian biasanya seperti :”あなたは誰にでも好かれる人ですね anata wa darenidemo sukareru hito desu ne” . Dan saya mengerti waktu itu saya memang selalu bersikap baik kepada semua orang, dan menurut saya itu tidak salah. Waktu itu masih muda sih. Setelah tua seperti sekarang, sudah bisa menunjukkan “cakar”nya kepada orang yang tidak disuka 😃 . Semakin dewasa, dan belajar. Jadi seandainya ada teman yang dibilang Happobijin… mesti hati-hati ya 😃

Dari idiom 4 kanji di atas, kita juga bisa mengetahui bahwa orang Jepang mengatakan “semua arah” dengan 8 arah. Padahal dalam bahasa Indonesia, hanya mengatakan 4 penjuru dunia kan? Memang angka 8 pada bahasa Jepang dipercayai sebagai angka beruntung, angka yang bagus. Kanji angka delapan 八 seperti gunung, yang munjung di atas dan terbuka di bawah, membuat makmur masyarakat sekitar. Jadi untuk arah pun, Jepang tidak hanya 東西南北 とうざいなんぼく (timur, barat, selatan utara) saja, tapi lebih detail lagi, 8 arah untuk menunjuk seluruh arah. Ini juga bisa dilihat dari idiom satu lagi 八面六臂 はちめんろっぴ Hachimen roppi, yang berarti seorang yang bekerja seperti tenaga beberapa orang. Pekerjaan beberapa orang dikerjakan sendirian. Ini berasal dari patung Buddha yang mempunyai banyak wajah dan 6 tangan.

Tapi meskipun 8 arah berarti seluruh arah, untuk idiom yang ini lain ya. Hanya 80% artinya, idiom 腹八分目 はらはちぶんめ harahachibunme, makan secukupnya, kira-kira 80% nya perut saja, jangan dipenuhi semua jadi 100%. Ini bagus juga sebagai peringatan untuk kita yang suka makan, supaya menyisakan 20%, kalau-kalau ada desert nya hehehe 😃 Kalau penuh semua kan desertnya tidak bisa termakan. Rugi deh…. Meskipun kadang ada juga yang berkata bahwa desert itu 別腹 べつばら perut (tempat)nya lain 😃

Kembali lagi pada cerita pertama tentang si om-om tadi. Saya punya fotonya, tapi setelah saya ingat-ingat, saya hanya bertemu satu kali dengan om-om itu. Memang hanya untuk urusan kerjaan yang cuma satu kali. Cuma satu kali tapi saya ingat sekali percakapan kami, karena happo bijin tadi, tapi saya merasa waktu itu saya cukup bersikap baik terhadap mereka. Dan baru saya tahu bahwa sikap saya seperti itu ada idiomnya yaitu 一期一会 いちごいちえ (ichigo ichie, bukan dibaca ikki ikkai ya). Agak sulit menjelaskan idiom ini tapi artinya suatu pertemuan mungkin adalah yang pertama dan terakhir dalam kehidupan kita. Perkataan ini merupakan inti pemikiran Sado (茶道) The way of tea, yang diucapkan pertama kali oleh Yamanoue Souji, yang merupakan murid Sen no Rikkyu. Master of Tea Ceremony. Karena menganggap pertemuan itu untuk pertama dan terakhir, maka dengan penuh perasaan melayani tamu. Inilah yang sebenarnya dasar dari おもてなしomotenashi orang Jepang. Kalau kebanyakan manusia (entah orang Jepang atau orang Indonesia) memiliki pemikiran “Ah belum tentu ketemu lagi kok, biasa-biasa saja lah”, pemikiran ini justru “karena belum tentu bisa ketemu lagi, jadi harus sepenuh hati”. Susah ya 😃

Tapi memang kalau bisa sih, kalau sudah kenalan, apalagi kalau sudah akrab, janganlah tiba-tiba menghilang 音信不通 おんしんふつう onshin futsu, tanpa kabar berita. Idiom ini sering diucapkan ibu mertua saya kalau lagi ngomongin keponakannya hehehe. Maklum lah anak muda, menghubungi kalau ada perlunya saja 😃

Padahal dalam kehidupan manusia itu ada 4 unsur yang besar 喜怒哀楽 きどあいらく (kegembiraan, kemarahan, kesedihan, dan kejenakaan), jadi mestinya saling berbagi dalam setiap perasaan itu ya. Setiap waktu deh, jangan cuma kalau 冠婚葬祭 かんこんそうさい Kankonsosai (setiap upacara dalam kehidupan kita dari lahir, menikah sampai mati)

Kali ini saya sudah membahas delapan idiom dalam satu tulisan. Silakan coba pakai ya.

Isshokenmei 一所懸命

Belajar sungguh-sungguh! 一生懸命 (に)(勉強する)

Bagi teman-teman yang pernah belajar bahasa Jepang di sekolah formal, biasanya bertemu dengan contoh kalimat seperti itu.

Saya (akan) belajar sungguh-sungguh. 私は日本語を一生懸命(に)勉強する。(わたしはにほんごをいっしょうけんめいにべんきょうする) watashi wa nihongo wo isshokenmei ni benkyo suru.

Nah、kita sering pakai, tapi tidak tahu bahwa itu adalah idiom 4 kanji! 四字熟語です。

Melanjutkan tulisan saya sebelum ini yang tentang idiom 4 kanji. Masih ada beberapa yang sering kita pakai tapi kita tidak sadar bahwa itu idiom 4 kanji. Misalnya 中途半端 ちゅうとはんぱ chuto hampa yang artinya setengah-setengah. Tidak selesai, tidak sempurna. Incomplete. Misalnya saya membuat cerpen/ cerbung, tapi tidak selesai… atau selesainya mengambang. Bisa hal nyata, atau bisa yang abstrak. Misalnya punya perasaan chuto hampa, mengambang, kosong.

Perasaan chuto hampa ini lain dengan 要求不満 ようきゅうふまんyokyu fuman, ada sesuatu yang menyebabkan stress. Ada keinginan yang tidak terpenuhi sehingga menyebabkan stress. Pengen ML tapi ngga boleh 😃 (oooii ML ini singkatan Makan Lontong! 😃 😃 😃 , pan lagi diet hihihi)

Juga lain dengan 三日坊主 みっかぼうず mikka bozu yang artinya paling bagus dalam bahasa Indonesianya adalah panas-panas tahi ayam 😃, awalnya saja HOT, tapi cepat sekali melempem. Jadi bedanya, kalau mikka bozu ini biasanya berhenti karena: malas!

Dan ada satu lagi yang mirip dengan mikka bozu ini yaitu竜頭蛇尾 りゅうとだび ryuto dabi yang harafiahnya kepalanya naga, tapi ekornya ular. Ini saya dengar dari pidato kepala sekolah anakku waktu permulaan semester genap tahun lalu. Dia mengatakan supaya anak-anak jangan jadi melempem di semester genap. Jangan seperti idiom itu, pertama saja jadi “naga” tapi menjelang akhir tahun ajaran jadi “ular”. Selayaknya jadi naga terus. Tapi idiom ini agak sulit dihafal ya.

Apalagi ya idiom 4 kanji yang bertebaran di sekitar kita, yang tanpa kita sadari itu adalah idiom 4 kanji atau 四字熟語. Ah! Ada satu restoran ramen yang namanya 天下一品 てんかいっぴん tenka ippin. Arti idiom tenka ippin adalah “Tidak ada satupun yang bisa menandingi di dunia ini (saking enaknya) ”. Enak? Hmmm kalau saya sih kurang suka. Hehehe. Apalagi kalau terlalu banyak makan ramen bisa 消化不良 しょうかふりょう shouka furyou. Harafiahnya pencernaan tidak baik (terganggu). Jadi eneg, atau bisa jadi malah mules dan sakit perut. Gangguan pencernaan deh. Tapi idiom ini bisa juga dipakai bukan untuk urusan perut saja. 情報量が多過ぎて消化不良を起こす informasinya terlalu banyak jadi sulit dicerna.

Selain terganggu pencernaan, kebanyakan makan ramen bisa menjadikan lemak tertimbun, tambah gemuk dan 新陳代謝 しんちんたいしゃsinchin taisha nya terganggu. Shinchin taisha itu artinya metabolisme. Sebuah istilah yang akrab di telinga untuk wanita yang “gede” seperti saya 😃. Nah kalau shinchin taishanya bermasalah, terpaksa harus cari 応急処置 おうきゅうしょち okyu shochi (first aid – pertolongan pertama) nya ke dukun eh tukang pijat dan onsen deh 😃.

Nah, saya sudah menjelaskan 8 contoh idiom 4 kanji di atas. Masih ada banyak! Tapi sebagai penutup untuk posting kali ini saya tulis idiom-idiom berikut ini. Kalau baca artinya pasti tahu deh.

  • 一方通行 いっぽうつうこう ippo tsuko artinya jalan satu arah
  • 二人三脚 ににんさんきゃく ninin sankyaku harafiahnya dua orang 3 kaki. Tahu kan jenis pertandingan yang mengikat kaki kanan dan kiri dua orang menjadi satu, sehingga harus atur langkah benar-benar supaya jangan jatuh. Ini bisa dipakai untuk harafiahnya (perlombaan) atau abstraknya yang berarti kerja sama.
  • 三位一体 さんみいったい sanmi ittai, bagi yang beragama kristen pasti tahu istilah trinity. Satu tubuh tiga pribadi.
  • 四六時中 しろくじちゅう shiroku jichu. Saya bertemu idiom ini dalam lagunya Kuwata Keisuke… artinya 24 jam! Ya, satu hari penuh. 24/7.
  • 五臓六腑 ごぞうろっぷ gozou roppu. Artinya semua isi perut 😃 dari ginjal sampai usus, semua deh. Kalau mau tahu lengkapnya, nanti ya 😃 lagi males terjemahin hahaha kanjinya : 肝・心・脾・肺・腎・胆・小腸・胃・大腸・膀胱・三焦
  • 六法全書 ろっぽうぜんしょ roppozensho artinya semua perundang-undangan Jepang. Ada 6 UU, yaitu 憲法・刑法・民法・商法・刑事訴訟法・民事訴訟
  • 七転八起 しちてんはっき shichiten hakki, Kalau idiom ini pasti sudah banyak yang tahu. Harafiahnya : tujuh kali jatuh delapan kali bangun! Terus berusaha!
  • 九死一生 きゅうしいっしょう kyushi isshou artinya meregang nyawa. Selamat dari kematian yang kalau dipikir sebetulnya tidak bisa dihindari, tapi tetap hidup.

SEKIAN!

Nanti dilanjutkan dengan angka yang tidak tertulis di atas 

おまけ OMAKE-bonus

Kemarin saya berbelanja bunga. Karena saya belanja banyak, oleh pemilik floristnya, saya diberi sebatang sakura gratis. Saya diberi omake おまけ atau sabisu サービス berupa batang sakura, karena saya beli banyak di tokonya. Sabisu di sini memang berasal dari bahasa Inggris, tapi artinya bukan seperti yang kita ketahui service dalam bahasa Inggris, karena sabisu yang ini berupa benda. Gejala ini dinamakan 和製英語wasei eigo (saya katakan ini sebagai Japlish, japanese english).

おまけomake kanjinya ditulis 御負け, tapi umumnya ditulis dengan hiragana atau katakana. Kalau lihat kanjinya ada 負ける makeru yang berarti “kalah”, jadi si penjual kalah terhadap pembeli, sehingga memberikan “sesuatu” biasa berupa barang, bisa berupa korting. Tapi kebanyakan memang berupa barang. Yang paling sering bisa dilihat yaitu jika ada barang lain yang menempel pada barang yang akan kita beli. Suami saya dulu suka membeli coca cola karena ada omakenya gantungan kunci atau seri miniaturnya batman dll. Jadi dia sebetulnya ingin omakenya, daripada coca colanya. Pulang ke rumah sih memang memberikan coca cola itu kepada saya, katanya “Ini oleh-oleh”, tapi saya tahu sebetulnya dia mau omakenya 😃 (hi hi hi kamu ketahuan 😃 ). Dan ini sering! Dan kelihatannya menurun ke anak-anaknya (anak-anakku juga sih 😃) yang sering beli coklat atau permen karena ada omakenya clear file bagus-bagus 😃. Tapi begitu clear filenya bergambar Conan atau Matsumoto Jun, langsung mamanya juga beli hahahaha.

Selain omake dan sabisu ada juga istilah 食玩 shokugan, yaitu mainan yang menjadi omake pada makanan. Ya seperti coca cola di atas. Lalu 懸賞 kensho, yaitu pengumpulan peserta untuk diundi. Cara sekarang sering dengan mengirim email kosong, atau kartu pos untuk diundi dan pemenangnya mendapatkan sesuatu. Ada pula istilah ポイントサービスpoint service, kalau mengumpulkan point sekian, bisa undian dan mendapatkan hadiah sesuai undi yang ditarik. Dan terakhir adalah 抱き合わせ販売 dakiawase hanbai, yaitu penjualan dua barang berbeda yang “diikat”, misalnya shampo dengan handuk, menjadi 1 set.

Bagaimana? Teman-teman pasti suka dapat omake ya? Atau malah memburu omake? 

Hujan Lebat 大雨

Bulan September memang musim badai di Jepang. Biasanya ditandai dengan turun hujan lebat yang disertai guntur dan kilat. 大雨 おおあめ Ooame= Hujan lebat (banget).

Kalau ada Oo 大 (dibaca dai atau oo) berarti ada yang kecil dong ya? Tentu saja ada Kosame 小雨 こさめ (tidak dibaca koame, ada penjelasannya secara linguistik)artinya hujan kecil? Rintik-rintik?

Nah kalau rintik-rintik berarti masih bisa tidak pakai payung (kalau dekat) jadi lebih kecil dari kosame ya? Biasanya saya katakan para-para futteimasu パラパラ降っています tapi kalau lebih kecil lagi, misalnya seperti baru mau mulai hujan, baru setetes dua tetes, saya katakan potsu potsu futeimasu ぽつぽつ降っています。

Ada juga istilah 土砂降り どしゃぶり doshaburi, hujan lebat yang meskipun kita pakai payung pun pasti akan basah kuyup. Kalau lihat kanjinya bisa ketahuan bahwa 土砂 itu kanji tanah dan pasir, ya dosha nya sama dengan doshakuzure 土砂崩れ yang artinya tanah longsor. Apa bedanya dengan Ooame? Kalau Ooame itu lebih melihat volume hujan dalam waktu tertentu sedangkan doshaburi itu lebih melihat pada kondisi hujan saat bagaikan tanah dan pasir bercampur turun (susah melihat ke depan).

Kadang waktu sore hari pada musim panas turun hujan mendadak. Namanya 夕立、夕立ち ゆうだち yudachi. Banyak orang yang tidak menyangka akan hujan sehingga tidak membawa payung, jadi kehujanan deh. Ingat sekali saya pernah terjebak hujan mendadak ini waktu sedang berjalan dan tidak ada tempat untuk berteduh. Terpaksa jalan terus dan kuyup deh seperti tikus kecemplung got 😃… Eh kesialan belum berhenti di situ saja, waktu jalan karena saya pakai sepatu sandal, talinya putus sehingga harus jalan menyeret-nyeret. Kasian ya 😃

Saya rasa teman-teman pernah juga mengalami ada hujan lokal. Semisal naik mobil bisa terlihat tuh garis bagian yang hujan dan tidak hujan a.k.a hujan lokal. Ini saya sering tanya apa namanya dan ketemu! Namanya 片時雨 かたしぐれ katashigure. Jarang dipakai sih memang.

Nah kalau di Indonesia, kita kan sering tuh hujan lebat tapi tidak lama berhenti. Kita sih karena sudah tahu, biasanya tunggu saja sampai hujan berhenti. Na, orang Jepang menamakan hujan seperti itu denganゲリラ豪雨 げりらごうう gerira goou Gerira itu dari gerilya, ya sistem penyerangan serdadu Indonesia yang maju serang, mundur ke hutan, maju lagi serang lagi, mundur lagi. Dalam bahasa Jepang gerilya itu gerira. Tapi ada juga yang namanya 通り雨 とおりあめ tooriame, hujan lewat. Bedanya kalau gerira ame itu hujan lebat, sedangkan tooriame itu biasa saja. Oh ya saya ingat dulu ada hujan tengah bolong, jadi cuaca cerah tiba-tiba hujan, dan ternyata di Jepang itu istilahnya 天気雨 てんきあめ hujan (sesaat) saat cerah.

Sebetulnya istilah hujan di Jepang itu ada banyaaaak sekali! Dibedakan dari jumlah volume hujannya, waktunya panjang atau pendek, bahkan musimnya juga. Musim hujan di Jepang dinamakan 梅雨 つゆ yaitu peralihan dari musim semi ke musim panas (sekitar bulan Juni-Juli). Daftar kata-kata tentang hujannya bisa jadi satu buku sendiri (hiperbola sekali deh hehehe).

Tapi ada yang saya mau tulis untuk dimengerti kita yang tinggal di Jepang, yaitu 春雨 はるさめ harusame. Loh itu kan soun yang temannya bihun? Memang sama karena harusame itu artinya hujan musim semi. Tapi soun juga panjang-panjang putih mirip dengan hujan pada waktu musim semi, sehingga soun dinamakan harusame. Lalu ada 桜雨 さくらあめ sakuraame, yaitu hujan yang turun pada waktu sakura berbunga. Biasanya jarang sehingga orang Jepang perlu membuat nama khusus sakuraame. Dan terakhir 霧雨 きりさめ kirisame, kiri = embun jadi hujannya halus sekali bagaikan embun.

Saya rasa sekian dulu tulisan saya mengenai hujan. Tapi sebagai penutup saya ingin bertanya: “Apakah teman-teman waktu menjemur pakaian di luar. Terik nih, tiba-tiba hujan dan pakaian yang di jemuran basah semua. Cuci lagi, atau dibiarkan begitu saja?”.

Kalau saya pasti cuci lagi. Dan ternyata saya membaca memang seharusnya cuci lagi. Menurut si attack (pasti karena promosi produk sabun cuci sih 😃 ) air hujan itu mengandung kotoran dan zat kimia yang ada dalam udara. Jadi air hujan itu tidak bersih sehingga sebaiknya dicuci. Gitchuuu.

Pasang teruteru bozu (boneka gundul penangkal hujan) ah.. 

Nattsu in NATSU

Kalau ditulis bahasa Jepangnya 夏のナッツ, 夏 natsu = musim panas, ナッツ = nattsu dari bahasa Inggris “nuts”= kacang (豆).

Kacang…kacang…kacang!

Eh tulisan ini jangan dikacangin ya hahaha (kasian si kacang kok jadi istilah pengganti untuk dicuekin ya hihihi). Tapi boleh juga sih soalnya cuma mau mengatakan bahwa tanggal 22 Juli adalah hari Kacang di Jepang. Di tetapkan oleh Asosiasi Kacang Jepang, bahwa hari ini hari Kacang. Kacang memang makanan yang sehat karena mengandung protein Nabati, cuma kalau kebanyakan makan kacang ada orang yang mengalami problem kulit dengan jerawatan (nikibi ニキビ), atau problem pencernaan dengan buang gas a.k.a kentut (onara オナラ), terutama kacang merah tuh, sup bruine boon bahaya! 😃

Kacang tanah (rakkasei 落花生) , kacang kedelai (daizu 大豆) dan kacang hijau (Munggu mame ムング豆 atau ryokuto 緑豆) yang utama di Indonesia, tapi untuk negara dengan 4 musim mempunyai koleksi kacang yang lebih beragam lagi. Almond (アーモンド) dan Walnut (kurumiクルミ) diantaranya. Dan kacang-kacangan itu diolah dengan bermacam cara atau dicampur dengan bermacam bahan. Salah satu yang terkenal adalah Almond Arare. Arare adalah sejenis kerupuk yang terbuat dari beras. Kemudian dicampur almond, sehingga rasa kerupuk empuk dipadukan dengan almond yang keras, menjadikan rasa yang harmonis.

Kacang juga cocok jika dipadukan dengan coklat. Oleh-oleh dari Hawaii yang terkenal adalah macadamia nuts chocolate, sehingga setiap kali saya melihat coklat ini pasti teringat Hawaii. Padahal banyak negara selain Hawaii yang juga memajang coklat macadamianya sebagai oleh-oleh negara itu.

Ada satu campuran kacang-kacangan Jepang yang saya sukai. Tapi biasanya memang banyak dijual menjelang musim gugur. Seperti kacang atom yang putih tapi warna dan rasanya macam-macam. Kadang dalam campuran itu juga terdapat ikan kering manis dan ganggang laut. Harganya juga tidak murah (meskipun tidak mahal) tapi sensasi campuran itu memang cukup membuat tangan dan mulut tidak berhenti jika sudah membuka bungkusannya. Campuran yang murah dibungkus kecil-kecil bisa dibeli di supermarket dengan nama ajigonomi 味ごのみ atau merek lain.

So, karena hari ini adalah hari Kacang, mari kita makan kacang yuuuk. Saya suka Hazelnut (ヘーゼルナッツ) tapi cukup sulit mencari kacang ini di Jepang. Apalagi Kacang Bogor… mana ada di Jepang (Namanya sih Banbara mame バンバラマメ) . Sore ini saya buat bubur kacang hijau dengan jahe dan gula jawa. Segar!

Ada satu seri buku bergambar ehon 絵本 yang saya suka, menceritakan tentang Sora mame そら豆 (bahasa Indonesianya Kacang Babi) dan teman-temannya. Dikarang oleh Nakaya Miwa, seorang pengarang Ehon yang saya sukai, karena selain seri soramame ini, dia juga membuat seri donguri (chesnut) dan crayon. Hebatnya dia bisa membuat satu “perkampungan” dengan tokoh-tokoh berbagai macam kacang. Kacang Panjang juga muncul loh 😃. Nanti kalau ada yang berminat bisa saya pasang di pojok perpustakaan kita.

Oh ya sebagai penutup saya mau memberitahukan sebuah “cara” mengajarkan orang Jepang menghafal kata kacang: “Ka-chan wa nattu (mame) ga suki”

Ka-chan = okaasan = ibu. Ibu suka kacang. Ka-chan wa “kacang” ga suki!

Dan memang Ibu Imelda ini suka kacang 😀

Waku waku わくわく

Tadi saya membayar ongkos belajar daring (online) dan di IG gurunya mengingatkan bahwa hari ini hari terakhir pendaftaran dan tinggal untuk 5 orang saja. Wah saya langsung like dan mau menuliskan “わくわくWaku-waku!” tapi urung. Kenapa urung? Karena mereka tidak mengerti bahasa Jepang! Dan saya malas menjelaskan artinya waku-waku itu.

わくわくWaku-waku adalah ungkapan yang menggambarkan kondisi hati kita. Ada ドキドキdoki-doki 😊 berdebar), tapi ada senangnya. Bahasa formalnya 楽しみにしています tanoshimini shiteimasu (saya menanti-nantikan – tentu sesuatu yang menyenangkan 😃 ) . Wakuwaku itu adalah onomatope, kata yang dibentuk dari penggambaran sesuatu. Sehingga susahlah kalau saya menulis komentar seperti ini : “Saya sangat menantikan acara Anda dan menunggu dengan berdebar-debar” 😃 Panjang dan bisa kaget dia membacanya.

  • Onomatope dalam bahasa Jepang ada dua: 擬音語 giongo (Kata yang meniru suara) misalnya ドキドキdokidoki meniru jantung dan ゴロゴロgoro-goro (meniru guntur) dan 擬態語 gitaigo (Kata yang menggambarkan sesuatu yang tidak terlihat/tidak berbunyi) misalnya バタバタ bata-bata (sibuk) ふわふわ fuwa-fuwa (lembut). Penulisan bisa dengan katakana atau hiragana, dan kebanyakan merupakan pengulangan kata.

Konon kata waku-waku ini berasal dari 沸くwaku yang berarti mendidih. Bisa dong membayangkan kondisi yang mendidih, meletup-letup 😃. Bisa juga sih memakai kata doki-doki (berdebar-debar), tapi doki-doki itu bisa berkonotasi positif bisa juga negatif. Dahulu, waku-waku juga dipakai untuk kondisi 不安 fuan (gelisah, khawatir) tapi sekarang waku-waku HANYA dipakai untuk sesuatu yang positif. Kalau negatif pakai ドキドキdoki-doki 不安でドキドキする, fuan de doki-doki suru.

「あなたと一緒に仕事ができることにわくわくしています」

Saya senang sekali bisa bekerja dengan Anda.

Hmmm contohnya katai ne (kaku ya)

「明日嵐のコンサートに行くので、わくわくしています」

Saya tidak bisa tidur karena besok akan pergi ke konser Arashi 😃 😃

Hmmm

Yang ini saja :

「明日彼と会えるから、わくわくしています」

Besok bisa bertemu doi, happy deh 😃

Khusus untuk kalimat terakhir ini waku-waku bisa diganti dengan doki-doki. Kalau pakai doki-doki, berarti NERVOUS deh hihihi

Ayo, coba buat kalimat dengan memakai waku-waku! Semoga bisa terus merasakan waku-waku ya. 😉

SHICHIGOSAN

Selamatan Shichigosan 753 七五三祝い

Bukan nama orang yang bernama Shichigo loh, tapi ini adalah peringatan yang jatuh pada tanggal 15 November setiap tahunnya terutama untuk keluarga yang punya anak-anak, baik anak lelaki maupun anak perempuan.

Sesuai dengan namanya, shichi 七 = 7, go 五 =5, dan san 三 =3. Pada hari ini mereka yang mempunyai anak perempuan berusia 3 dan 7 tahun, serta anak lelaki berusia 5 tahun (di beberapa tempat ada juga yang merayakan untuk anak lelaki berusia 3 tahun), merayakan “kesehatan” dan perkembangan anak-anak mereka dengan berdoa di Jinja atau Kuil (dan sekarang juga banyak yang merayakannya di gereja Jepang). Pada usia-usia inilah anak-anak ini pertama kali memakai baju tradisional Jepang, kimono 着物 untuk anak perempuan dan hakama 袴 untuk anak laki-laki.

Kebiasaan ini ternyata baru dimulai pada jaman Tokugawa Tsunayoshi 徳川綱吉 tanggal 15 November 1681, untuk mendoakan kesehatan anaknya yang bernama Tokumatsu 徳松. Kemudian menyebar dari Edo 江戸 (Tokyo sekarang) ke seluruh negara. Secara mudahnya, kebiasaan shichigosan ini terjadi karena dulu anak-anak berusia dibawah 7 tahun itu banyak yang sakit dan tidak bisa hidup terus. Jadi bagi yang sudah melewati tahun ke 3, ke 5 dan ke 7, orang tua kemudian mengucapkan syukur kepada dewa-dewa atas pertolongan dewa yang telah melindungi anak-anaknya. Diharapkan setelah usia 7 tahun, anaknya akan tumbuh sehat terus sampai nanti upacara berikutnya pada usia 20 tahun, yaitu hari dewasa Seijin no hi 成人の日, waktu anak-anak itu dinyatakan sebagai orang dewasa.

Kenapa diperingati tanggal 15 November? ya selain bertepatan dengan tanggalnya Tokugawa mendoakan anaknya, juga karena menurut penanggalan kuno, pas tanggal 15 November itu Oni 鬼 (Demon) tidak berkeliling mencari mangsa 😃, jadi kecuali pernikahan, semua selamatan bisa diadakan pada tanggal tersebut. Baru tahu bahwa ada juga waktu si Oni itu dikerangkeng ya? Pasti berkat jasa si Momotaro 😃

Tapi yang lucu ada juga yang mengatakan bahwa ditetapkan tanggal 15 itu karena 7 + 5 + 3 jadi 15 😃 Iya juga siiiih! Dasar orang Jepang, bisa aja ya 😃

Nah waktu 753 ini, keluarga membawa anaknya ke kuil dan mendoakan mereka. Tapi cukup banyak yang HANYA berfoto bersama di Photo Studio. Kalau mau berfoto di Photo Studio yang terkenal harus reserve jauh-jauh hari. Cukup mahal, karena biasanya baju mereka pinjamkan juga (biasanya lengkap dengan make up segala). Belum lagi kalau pergi bersama kakek-nenek…siap-siap saja diambil foto banyak dan “dirayu” untuk membeli semua. Sepertinya semua Photo Studio (semua bisnis sih!) tahu pasti Kakek-nenek ini akan merogoh kocek terdalam DEMI cucunya 😃

Selain berpakaian kimono, anak-anak ini akan membawa kantong persegi dengan gambar burung bangau 鶴 つる atau kura-kura 亀 かめ berisi permen bulat merah-putih bertuliskan kanji 寿 ことぶき. Namanya Chitoseame 千歳飴 chotose itu dari kanji 1000千 dan usia 歳 さい, permen untuk 1000 tahun, dengan maksud anaknya dapat panjang umur. Konon permen itu berdiameter 1,5 cm dan panjangnya sampai 1 meter.

Dulu semestinya dirayakan pada usia 7,5,dan 3 ini menurut kazoe doshi 数え年, jadi dikurang 1 tahun (karena begitu lahir sudah berusia 1 tahun). Jadi semestinya dirayakan pada waktu anak berusia 6,4 dan 2. Tapi sekarang sudah tidak terlalu ketat sehingga bisa menurut kazoedoshi atau mannenrei 満年齢 yang sesuai dengan usia sebenarnya.

Sekarang pun tidak perlu pergi ke kuil khusus pada tanggal 15 November, tapi bisa kapan saja mulai bulan Oktober sampai November, memilih hari Sabtu/Minggu yang memungkinkan seluruh keluarga berkumpul bersama.

#wibjnihongo#wibjbudayajepang

#七五三 #祝い

Hari Pasar – Rokki

Kali ini saya mau menulis tentang Hari Pasar. Mereka yang bersuku Jawa tentu tahu Hari Pasar (Weton) yang terdiri dari Manis (Legi), Pahing, Pon, Wage dan Kliwon. Ada lima hari yang katanya sih punya arti masing-masing. Tapi kali ini saya tidak akan menyinggung hari Pasar nya orang Javanese 😃 tapi mengenai “Hari Pasar”nya Japanese 😃

Selain Hari biasa yang disebut Getsuyoubi 月曜日(Senin), Kayoubi 火曜日(Selasa), Suiyoubi 水曜日(Rabu), Mokuyoubi 木曜日(Kamis), Kinyoubi 金曜日(Jumat), Doyoubi 土曜日(Sabtu), Nichiyoubi 日曜日 (Minggu). Di bagian bawah penanggalan Jepang biasanya tercantum tulisan “Hari Pasar” nya Jepang.

“Hari Pasar” Jepang disebut dengan Rokki 六輝 atau Rokuyou 六曜 (Enam Hari) . Dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Senshou 先勝 (bisa juga dibaca senkachi, sakigachi, sakigachi). Dilihat dari kanjinya saja sudah bisa diketahui bahwa siapa cepat dia menang. “Nasib baik jika melakukan pada pagi hari, sedangkan kalau dari jam 2 sampai jam 6 akan mengalami kesialan”.

2. Tomobiki 友引. Dilihat kanjinya secara harafiah adalah menarik teman. Tapi bukan dalam arti yang baik. Terutama dalam kemalangan. Jadi biasanya upacara pemakaman tidak dilakukan pada hari Tomobiki ini. Selain tentang pemakaman dikatakan bahwa pada hari ini, pagi hari beruntung, siang sial, sore untung besar. Mungkin ini diperhatikan oleh mereka yang berdagang ya, jadi jualan pagi-pagi aja lalu istirahat tidur siang baru jualan lagi sorenya 😃

3. Senbu 先負 (bisa dibaca senpu, senmake, sakimake) . Dilihat dari kanjinya berarti yang duluan kalah. Karena itu sering dikatakan “Tidak baik dilakukan pagi hari, tapi bagus dilakukan pada siang hari”.

4. Butsumetsu 仏滅. Dalam 6 hari butsumetsu merupakan hari tersial. Ada anggapan bahwa Sang Buddha meninggal di hari ini. Sehingga disarankan mengurangi kegiatan di hari ini, kalau sakit akan berlarut-larut, tetapi boleh mengadakan upacara agama Buddha seperti peringatan kematian dll. Karena dianggap hari sial, sedikit sekali orang yang mau mengadakan pesta pernikahan di hari ini. Tapi pihak penyelenggara hotel biasanya menyediakan potongan harga yang besar bagi yang “nekad” mau mengadakan pesta. Tinggal pengantinnya mau ikut anggapan umum, atau cuma mau cari murah.

5. Taian 大安. Merupakan hari paling bagus dalam 6 hari, tidak mungkin gagal jika melakukan pada hari ini. Sehingga banyak pesta pernikahan dilakukan pada hari ini. Demikian pula dengan peresmian pembetukan kabinet.

6. Shakkou 赤口 (bisa juga disebut shakku, jakku, jakkou) . Merupakan hari sial juga, konon “bagus” nya hanya dari jam 11 sampai jam 1 siang. Karena memakai huruf berarti merah 赤, harus berhati-hati waktu memakai api dan pedang, karena berkaitan dengan kematian.

(Sumber dari wikipedia Jepang.)

BTW Saya lahir hari Minggu Legi nih, jadi manis ya **kabuuurr…. dikejar orang sekampung** …. hahaha.

Teman-teman tahu “Hari Pasar” tanggal kelahirannya?