Di Jepang memang tidak ada ulekan seperti di Indonesia, tapi ada suribachi すり鉢 yang dilengkapi dengan tongkat kayu. Biasanya dipakai untuk menghaluskan goma (wijen) 胡麻を擂る goma wo suru . Biasanya suru itu ditulis dengan hiragana, karena kanjinya susah, ‘te’ dan ‘kaminari’. Kebayang ngga ya kalau mau buat sambal pakai suribachi ini? Kapan jadinya? Hehehe
Tapi harap berhati-hati kalau teman-teman mendengar kata goma wo suru. Karena bisa jadi yang dipercakapkan bukan menghaluskan wijen, tapi berarti “menjilat”. Goma wo suru secara kiasan berarti mengusahakan apa saja untuk kepentingan/keuntungan sendiri. Bisa memuji atau berbicara halus, tentang seseorang, supaya dia disukai. Lip service. Kalau bukan untuk kepentingan sendiri, tentu tidak bisa dikatakan goma wo suru.
Contohnya :
「先輩はごますり上手だったので出世が早かった」
Sempai wa gomasuri jozu dattanode shusse ga hayakatta.
Sempai pandai menjilat (memuji) sehingga cepat naik pangkat.
「ごますりだとわかっているのに、嬉しかった」
Gomasuri dato wakatteirunoni, ureshikatta.
Saya tahu dia menjilat, tapi saya senang.
Dan lucunya kalau di negara Amerika/Eropa, jika “berbohong” demi lip service ini, biasanya taruh tangan di belakang dan menyilangkan telunjuk dan jari manis ya? Kalau di Jepang, biasanya orang meniru tindakan memutar tongkat di atas telapak tangan. Coba deh perhatikan
Mungkin ada teman-teman yang mengetahui kata lain dari “menjilat” ini yaitu oseji お世辞. Saya rasa oseji memang lebih sering dipakai. Kemudian ada kata lain yang jarang terdengar yaitu obekka おべっか atau obenchara おべんちゃら.
Lalu kenapa menghaluskan wijen goma wo suru punya kiasan seperti itu? Kalau kita perhatikan waktu memutar tongkat untuk menghaluskan wijen, wijen itu bisa terbang loncat ke mana-mana, nempel ke mana-mana. Jadi cocok untuk “penjilat” yang bisa nempel ke mana saja asal ada untung untuk dirinya.
Waktu saya mencari kata bahasa Indonesianya “penjilat/menjilat” ini, saya menemukan frase “menjilat pantat”… hiiiii jorok ya? Tapi ternyata ini sama dengan bahasa Inggris yang brown-noser. Atau juga di bahasa Cina memakai istilah “memukul pantat kuda”.
Semoga kita jangan jadi penjilat ya? Lebih baik jilat es krim dong, hehehe.
Hari ini saya mau menulis tentang si Mori, tapi bukan yang kanjinya 森 もり yang artinya HUTAN, tapi 盛り yang asalnya dari moru 盛る、 yang artinya menyajikan, membubuhkan atau menumpuk. Kanji 盛り yang terlihat sama ini, juga bisa dibaca dengan sakari さかり. Dari sakari berubah lagi bunyinya menjadi sakanna 盛んな. Secara Onyomi, kanji 盛 dibaca menjadi SEI せい。Jadi kanji ini punya banyak bacaan dan banyak arti tergantung paduan kata atau kalimatnya.
Untuk sakari dulu, yang saya rasa kita sebagai emak-emak sering dengar adalah tabezakari 食べ盛り. Apalagi seperti saya yang punya dua anak laki-laki remaja, “料理は大変ですね。今食べ盛りもんね。Ryori wa taihendesune. Ima tabezakarimonne” “Kamu susah mesti masak ya. Anak-anakmu sekarang dalam masa pertumbuhan sih ya (banyak makan)”. Untung yang dibilang masa pertumbuhan 育ち盛り sodachizakari itu anak-anaknya, BUKAN saya hahahaha. Dan, sebetulnya anak-anak saya tidak begitu suka makan nasi yang 山盛り yamamori (ditumpuk banyak seperti gunung, nasi menggunung). Soalnya mereka sedang diet seperti mamanya .
Nah, kalau pergi ke restoran, anak-anak yang sedang pertumbuhan itu pasti minta gohan oomori ごはん大盛り. Nasinya size JUMBO eh BESAR deh, karena kalau JUMBO itu TOKUMORI 特盛
Misalnya teman-teman ada pesta yang meriah, setelah selesai semua bilang, “盛大なパーティーありがとうね。Seidai na party arigatoune” Terima kasih untuk pesta yang meriah. 盛大 Seidai di sini artinya meriah. Tapi bisa juga dikatakan, “盛り上がりましたね。Moriagarimashita ne“ Sama saja artinya, “meriah ya”.
Oh ya, kemarin saya menerima hadiah dari seorang teman 手作り tezukuri pie!Begitu lihat saya langsung berkata “愛情を盛り込んでいる dipenuhi cinta” karena saya tahu 大変 taihen untuk membuat hiasan seperti itu, dan pasti makan waktu lama. Jadi saya bisa merasakan cintanya tertuang dalam kue buatannya.
Ada juga suatu kali, jika kita tidak tahu mau memesan apa, semisal di toko sushi, biasanya kita akan minta 盛り合わせ moriawase, set yang campuran, yang isinya sudah disesuaikan oleh pembuatnya. Kata moriawase ini sering kita temui di toko-toko atau restoran-restoran. Assortment/combination deh.
Dan terakhir saya yakin teman-teman ada yang suka bingung mempersiapkan hidangan tahun baru, osechi ryori. Paling aman memang beli jadi sih, tapi tahun ini saking sibuknya, saya lupa memesan osechi ryori. Bapak mertua juga sudah berkata, “Tidak usah beli! Toh tidak ada yang makan! Beli beberapa yang kita mau saja”. Iya juga sih, tapi males euy untuk 盛り付ける moritsuke printilan begitu. Moritsukeru itu artinya menyusun, menghias makanan di atas piring supaya terlihat bagus. Plating istilahnya mbak Dian. Dan orang Jepang paling canggih kan. Yang rasanya biasa-biasa saja terlihat enak ya? Meskipun saya pernah diberitahu oleh ibu indekos saya, “Yang penting mel, susun semuanya seperti menggunung. Pasti bagus hasilnya”.
Oh ya, ada tambahan, kalau kita pergi ke restoran Jepang atau beberapa rumah orang Jepang, kadang suka menemukan 盛り塩morishio, garam yang menggunung yang ditaruh di lantai depan pintu rumah. Itu berfungsi sebagai penolak bala.
Tahukah Anda bahwa hari ini tanggal 13 Agustus adalah peringatan untuk yang kidal atau dalam bahasa Jepangnya hidarikiki 左利き. Karena pada tahun 1992, didirikan sebuah Club di Inggris yang bernama Left-Handers Club. Tujuan pendirian Club ini adalah menghimbau produsen-produsen untuk memikirkan keamanan alat bagi semua pengguna, bukan hanya yang kidal saja.
Kata kidal itu menurut KBBI berarti “bersifat lebih terampil tt anggota badan (tangan) bagian kiri dp bagian kanan”. Padahal bagi orang Indonesia pemakaian tangan kiri, terutama untuk bersalaman atau memberikan sesuatu kepada orang lain dianggap tidak sopan.
Sebetulnya kenapa sih dikatakan tidak sopan? Kalau di buku-buku pelajaran bahasa Indonesia di Jepang, ada penjelasan bahwa orang Indonesia itu menganggap tangan kiri itu kotor, karena waktu “membersihkan diri sesudah buang air besar” itu memakai tangan kiri. (Ya itu kan bagi mereka yang tidak kidal….kalau kidal, mungkin kebalikannya ya?). Dan lagi sesudah “membersihkan” itu kan dicuci, jadi sudah bersih dong. Yang ingin saya katakan di sini adalah, alasan untuk menjadikan tangan kiri tidak sopan itu tidak ada dasarnya. Dan kita tidak bisa menganggap “aneh” orang yang kidal. Its about function and how the brain work.
Kalau dulu anak kidal menjadi masalah bagi ibunya, karena sering diejek atau diperingatkan oleh gurunya. Dalam bahasa Jepang ejekan untuk si kidal adalah giccho ぎっちょ jadi sudah dimasukkan ke dalam daftar kata diskriminasi 差別用語. Saya rasa sekarang keberadaan 左利きsudah bukan menjadi masalah lagi ya (atau di Indonesia masih menjadi masalah?). Saya sendiri kadang iri hati dengan orang kidal. Alasannya… keren kan lain daripada yang lain hehehe.
Ngomong-ngomong soal kanji hidari 左 ひだり, tentu banyak teman sudah mengetahui bahwa satu kanji mempunyai bacaan Onyomi 音読み dan Kunyomi 訓読み。Onyominya 左 adalah sa atau sha sedangkan Kunyominya hidari. Setelah diperhatikan ternyata hampir semua kanji 左jika digabung dengan kanji anggota badan, dibaca secara Kunyomi atau hidari.
Sedangkan Onyominya adalah sa さseperti 左折させつ yang artinya belok kiri. Nah, dulu waktu belajar Kanji saya sering bingung pada kata 左右 dibaca sayuu (artinya kiri kanan) , yang sa itu migi atau hidari sih? lalu kalau tulis mana duluan sih kanji migi atau hidari? Lalu saya ingat kanjinya 佐々木 (Sasaki) san ada hidarinya kan. Jadi Sa (saki san) itu pasti (berdiri sebelah) kiri (pohon) Ada satu lagi yang kadang saya ajarkan ke murid orang Jepang kalau mau menghafal kata “kiri” yaitu hafalkan saja harakiri. Memang kanjinya tidak pakai 左, tapi bayangkan saja orang yang harakiri pasti potong perutnya dari kiri ke kanan, KECUALI orang kidal…. Kalau murid yang berani nyeletuk pasti bilang, “iih sensei sereeeem”
Tahukah teman-teman bahwa tanggal 5 Agustus adalah Hari Taksi di Jepang?
Apakah teman-teman sering naik taksi?
Kadang jika hujan atau bawaan banyak, waktu anak-anak masih kecil, saya sering naik taksi. Karena rumah saya waktu itu cukup jauh dari stasiun dan masih harus naik bus ke stasiun, saya dulu sering osewani natta. Sekarang sih, sudah jarang sekali karena rumah saya 5 menit dari stasiun. Kalau masih naik taksi, pasti saya dimarahi supirnya hehehe.
Banyak orang asing yang terkejut kalau naik taksi untuk pertama kali di Jepang, ya. Bayangkan tiba-tiba pintunya membuka dan menutup sendiri. Pasti kaget. Tapi kalau di masa pandemik, tertolong juga karena tidak harus memegang tuas pintu yang mungkin sudah dipegang macam-macam orang.
Dan kekagetan kedua mungkin timbul waktu harus membayar ongkosnya karena mahal, hehehe. Saya ingat sekali beberapa tahun lalu, saya pernah dibayari taxi dari universitas ke rumah seharga 16.000 yen! Itu karena baju saya basah kuyup dan murid saya kasihan kalau saya harus pulang naik kereta dalam keadaan basah begitu. Untung dia bawa uang tunai, meskipun akhirnya saya berhutang budi padanya. Kalau dipikir untung sekali taksi di Tokyo sekarang sudah bisa dibayar pakai e-money atau credit card ya. Ah… untung semua.
Ada satu lagi pengalaman waktu saya naik taksi di daerah Yokohama. Di belakang tempat duduk pengemudi sebelah kiri, disediakan tombol jika kita mau taxinya “pelan-pelan”. Misalnya kita tidak enak badan kita bisa menekan tombol itu sehingga sang supir bisa memperlambat laju kendaraan. Belum lagi dia menyediakan minuman mineral water dan tissue yang bisa dibeli. Sepertinya memang taksi yang saya tumpangi ini sering melayani kakek-nenek ke rumah sakit.
Ada banyak kisah yang saya dengar dari supir taksi tapi tidak akan cukup diceritakan di sini. Yang terpenting yang harus saya tulis adalah mengapa tanggal 5 Agustus itu ditetapkan menjadi hari Taksi?
Rupanya alasannya karena pada tanggal 5 Agustus tahun 1912 pertama kali taksi beroperasi di Jepang, yaitu dengan berdirinya perusahaan taksi di daerah Yurakucho. Saat itu hanya ada 6 mobil dan pertama kali menggunakan argometer untuk penghitungan ongkosnya. Saat itu ongkos untuk 1 mil (1,6 km) seharga 60 sen, dan bertambah 10 sen untuk setiap 0,5 mil berikutnya. Tentu ada juga tarif tambahan untuk menunggu, tarif waktu larut malam, waktu hujan atau jalanan berlumpur. Hari Taksi ini baru ditentukan sebagai peringatan pada tahun 1985.
Ada ceritamu tentang taksi? Atau mungkin cinta bersemi di dalam taksi? *loh*
OBON itu apa sih? Kalau lihat tulisan kanjinya お盆 bisa terlihat ada kanji piring 皿. Obon itu adalah nampan tempat meletakkan sesuatu. Nah kenapa masa tanggal 13-16 Agustus ini disebut OBON? Rupanya merujuk pada sesaji yang diletakkan di piring dan ditaruh di depan altar Buddha. Masa khusus untuk keluarga memanggil arwah keluarga untuk pulang ke rumah (迎え火 mukaebi) , melewati waktu bercengkerama dengan anggota keluarga yang berkumpul dan pada akhirnya pada tanggal 16 mengantar sang arwah untuk pulang (送り火 okuribi).
Dalam menyambut obon ini, bagi yang “berduit” akan memanggil pendeta Buddha untuk datang ke rumah dan berdoa di depan 仏壇 Butsudan (altar buddha tempat bersemayam “jiwa” nenek moyang). Sang Pendeta berpakaian pendeta putih dengan kimono luar berwarna hitam dari bahan jala, dan dilengkapi dengan topi “caping” untuk melindungi kepala. (Saya pernah bertanya kira-kira berapa membayar pendeta datang waktu obon, dan dijawab sekitar 100.000 yen. Hmmm pantas hanya orang kaya yang tinggal di rumah besar saja yang “berani” memanggil pendeta untuk datang).
Dalam masa OBON ini, Butsudan atau altar Buddha di rumah akan dihias dengan lampion khusus, makanan persembahan seperti buah-buahan dan kue manis, selain dupa dan batang incense お香 oko, serta bunga houzuki ほうずき yang aneh karena seperti bunga kertas melembung. Saya baru tahu bahwa namanya di Indonesia adalah ceplukan.
Adapula daerah yang menghanyutkan sesajen ini ke sungai atau laut. Sesajen akan ditaruh dalam sebuah perahu kecil dan dihanyutkan bersamaan dengan lilin. Konon ini mendoakan mereka yang kehilangan nyawanya ditelan air dan ombak.
Tetapi ini adalah tradisi yang lambat laun menghilang. Bagi warga jepang modern sekarang OBON disambut gembira karena bisa meliburkan diri dari kesibukan pekerjaan dan terik matahari. Memang pertengahan Agustus itu merupakan puncak panas-panasnya udara di Jepang. Bagi yang tidak mempunyai 仏壇 Butsudan (karena bukan anak pertama) maka cukup melakukan ziarah, nyekar ke makam keluarga, yang biasanya terletak di halaman kuil. Dan merupakan pengetahuan umum pula, bahwa makam dan kuil Buddha itu biasanya terletak di tempat yang tinggi, berbukit, dan biasanya masih banyak “hijau” pepohonan.
Bagi keluarga yang mempunyai anggota keluarga yang baru meninggal, dan sudah lewat hari ke 49 (四十九日)nya, memperingati Obon pertama yang disebut 初盆 hatsubon atau 新盆 shinbon/niibon. Di daerah-daerah, keluarga akan menerima kedatangan selain saudara juga teman-teman dekat dari yang baru meninggal, yang membawa sesuatu untuk dipersembahkan.
Pada waktu OBON ini juga biasanya diadakan tari bersama yang disebut BON Odori 盆踊り. Dengan membuat lingkaran biasanya dinyanyikan bersama “Tsukiga deta deta, tsuki ga deta ya yoi yoi……” Gerakannya mudah dan saya pernah diajari : hotte hotte mata hotte (hotte= menggali, dengan gerakan menggali kanan-kiri) katsuide katsuide sagatte (katsuide = memikul memikul mundur ), lalu tepuk tangan seperti membersihkan tangan dari pasir. Tentu gerakan BON Odori berbeda di tiap daerah, tapi yang saya pelajari disebut dengan tankobushi 炭坑節 (tari penambangan batu bara) dari daerah Shizuoka. Setiap saya menarikan Bon Odori saya pasti ingat tari Sajojo deh, tarian massal di Indonesia. Tapi sepertinya gerakannya susah ya? Soalnya saya tidak bisa mending Bon Odori deh.
Oh ya ada satu lagi yang belum saya terangkan di sini, yaitu keberadaan Terong dan Kyuri yang diberi kaki 4, yang kadang kala tidak hanya ditaruh di depan altar, tapi juga di depan rumah. Ini adalah 精霊馬 shoryouma atau kendaraan yang dipakai oleh arwah untuk datang dan pulang. Datang dengan kyuri きゅうり (melambangkan kuda) dan pulang naik terong ナス (melambangkan sapi). Maksudnya datang naik kuda supaya cepat sampai, dan pulangnya pelan-pelan saja naik sapi Yang lucu ada beberapa orang Jepang yang humoris, membuat ketimunnya bukan berbentuk kuda, tapi kapal terbang. Konon kakeknya yang meninggal adalah pilot pesawat. Atau ada juga yang berbentuk sepeda motor Harley.
Bagaimana OBON teman-teman? Saya sendiri biasanya tidak merayakan Obon dengan keluarga suami. Selain mereka tidak terlalu taat dengan aturan agama Buddha dengan mengadakan upacara di rumah (pelit juga sih ngga mau bayar pendeta Buddha ) , pertengahan Agustus si menantu yang orang Indonesia ini biasanya sedang pulang kampung sih Masak saya panggil arwah sendirian di Jakarta, dengan jangka hihihi (ayoooo siapa yang pernah main jelangkung? Saya takut jadi tidak pernah hihihi).
Apakah teman-teman pernah mendengar istilah “Digital Dementia”? Dalam bahasa Jepang, kondisi ini juga dikenal sebagai “スマホ認知症”alias demensia smartphones (demensia ponsel pintar). Istilah demensia digital ini merujuk pada penurunan fungsi otak akibat penggunaan teknologi digital secara berlebihan, seperti computer, smartphones (ponsel), dan penggunaan internet secara umum.
Penggunaan internet dan ponsel sudah tidak bisa dilepaskan dari kehidupan sehari-hari saat ini. Kita bisa mendapat berbagai informasi dengan mudah, dari berita politik sampai berita hiburan, dari notifikasi pesan pribadi, pekerjaan, belanja, pembayaran, tiket kereta, dsb secara praktis dalam ponsel. Tetapi, banyaknya informasi yang dikirim ke otak dari penggunaan internet atau ponsel pintar berlebihan setiap hari ternyata menyebabkan otak menjadi lelah dan tidak mampu memproses informasi yang terlalu banyak masuk ke dalam otak. Ibaratnya, otak menjadi seperti tempat pembuangan sampah informasi yang begitu banyak sehingga menyebabkan otak tidak bisa lagi memproses informasi apa saja yang seharusnya penting diingat atau dikeluarkan dalam tindakan. Terlalu lama menggunakan ponsel pintar berpotensi menghabiskan senyawa kimia serotonin yang berfungsi menstabilkan emosi, membuat perasaan bahagia, dsb.
Gejala apa yang kemudian timbul?
Tiga ciri utama gejala yang disebabkan oleh demensia digital: 1. penurunan memori, konsentrasi dan perhatian. Orang menjadi mudah lupa, sulit mengingat dengan mudah, fokus/perhatian mudah terganggu. 2. penurunan kontrol emosi. Fungsi lobus frontal otak untuk mengontrol emosi mengalami penurunan sehingga orang lebih sulit berpikir secara mendalam dan menyebabkan ketidakstabilan emosi. 3. penurunan kreativitas. Bagian korteks prefrontal dapat mengalami penurunan fungsi, membuat orang lebih sulit mengasilkan ide atau inspirasi dalam berkarya.
Dalam kehidupan sehari-hari, gejala demensia digital ini bisa keluar dalam bentuk misalnya; sering lupa janji/urusan penting, lupa percakapan atau pesan yang baru saja disampaikan, sering tidak dapat mengingat nama orang atau benda, lebih sering melakukan kecerobohan, pergi ke supermarket tapi lupa apa yang perlu dibeli, dsb. Selain itu, kebiasaan menunduk untuk membaca ponsel secara berlebihan ini juga menyebabkan bentuk postur tubuh yang cenderung membungkuk (slouched posture). Akibatnya keluar keluhan seperti leher kaku (首コリ), pundak kaku (肩こり), sakit kepala, dsb. (Hayoo…angkat tangan siapa yang merasa sering mengalami seperti ini? )
Dampak efek jangka panjang dari adanya demensia digital ini masih dalam berbagai penelitian. Tetapi, ada hipotesis yang mengatakan paparan berlebihan layar digital (screen exposure) pada generasi Z dapat menyebabkan peningkatan demensia dini yang signifikan saat dewasa. Diperkirakan pada tahun 2060~2100, angka penyakit Alzheimer’s disease and related dementia (ADRD) akan meningkat signifikan jauh di atas perkiraan CDC (Centers for Disease Control). Dibandingkan generasi sebelumnya, rata-rata anak berusia 17~19 tahun saat ini bisa menghabiskan sektiar 6 jam sehari menggunakan perangkat digital seluler.
Apakah pemakaian ponsel kita masih termasuk wajar?
Di bawah ini saya share checklist yang bisa dijadikan refleksi pemakaian ponsel sehari-hari. Ada total 14 pertanyaan, jika menjawab “YA” untuk 4 atau lebih pernyataan, ada indikasi sudah masuk tahap pemakaian yang berlebihan (smartphone addiction).
Lalu bagaimana kita mengatasi demensia digital ini?
Memang harus diakui, smartphones, computer, dsb sudah jadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan kita sehari-hari di era digital. Tetapi, menggunakan smartphones dengan “smart” juga penting untuk menjaga kesehatan kita sendiri dan relasi sosial dengan orang lain ya
Berikut beberapa tips yang bisa kita lakukan (rangkuman dari berbagai sumber):
· Usahakan tidak memakai ponsel hingga menjelang tidur.
· Tetapkan batas waktu pengunaan ponsel (tidak lebih dari 2 jam sehari).
· Coba meluangkan waktu bersantai tanpa menggunakan ponsel berlebihan, misalnya selama satu hari di akhir pekan. Selain itu, meluangkan waktu untuk tidak melakukan apa pun (meski hanya 5 menit sehari) ternyata dapat membantu menghilangkan kelelahan otak.
· Jika ada hal yang menarik minat, coba untuk tidak langsung mencari di internet tetapi memikirkan terlebih dahulu di kepala. Coba pergi ke toko buku dan membaca buku kertas, bukan e-book.
· Berusaha untuk mengurangi ketergantungan pada ponsel dengan kombinasi kembali menggunakan cara analog. Misalnya, tuliskan hal-hal yang ingin diingat dalam catatan tulisan tangan, mencari cara pergi ke tempat baru dengan melihat peta atau rute di stasiun daripada langsung menggunakan ponsel, dsb.
· Mengganti waktu bermain ponsel dengan melakukan olahraga, atau permainan yang menyenangkan tapi juga memerlukan taktik saat berhadapan dengan lawan, seperti bulutangkis, tenis, tenis meja, atau catur. Ada penelitian yang mengatakan kebiasaan bermain catur, puzzles, crosswords (teka-teki silang), dsb dapat membantu mengurangi resiko demensia hingga 9% pada usia lanjut.
Usia 30~50 tahunan masih terlalu muda untuk mengalami demensia seperti yang biasa terjadi pada orang tua. Jadi jika merasa mengalami hal-hal seperti yang saya tulis di atas, ada baiknya yuk kita cek ulang durasi pemakaian ponsel kita
Tokyo, 22 November 2023 (WIBJ website: 04 August 2024) #kesehatanwibj
Kali ini SSBB akan mengajak teman-teman semua untuk memasak Kofta.
Kofta adalah sejenis bola daging (meatballs) dari daerah Timur Tengah, Mediterania, India dan sekitarnya. Variasi rempah dan bahan yang digunakan cukup beragam. Ada yang menggunakan daging domba, daging sapi, ayam, bahkan yang versi vegetariannya pun ada.
Resep di bawah ini adalah resep yang diajarkan teman saya orang Yordania, jadi ini tipe Kofta yang populer di Yordania, Syria, Israel, dan sekitarnya. Teksturnya lebih lembut dibanding versi India atau Turki, karena pada resep ini menggunakan campuran kacang-kacangan (almond/pine nut) dan sayuran.
Kofta
Bahan:
500g daging cincang
1/2 cup (50g) almond powder/pine nut
1/2 buah bawang bombay (ukuran sedang)
3 siung bawang putih
1 buah paprika merah (ukuran sedang)
1 genggam daun ketumbar/pakuchi (bisa diganti daun peterseli)
1/2 sdt bubuk jinten/cumin
1/4 sdt bubuk kayu manis
1/2 sdt garam
1/4 sdt black pepper
Cara membuat :
Cincang halus bawang bombay dan paprika, peras airnya.
Cincang bawang putih dan daun ketumbar. (Catatan: kalau ada food processor, masukkan bawang bombay, paprika, bawang putih, daun ketumbar, cincang halus tapi jangan sampai jadi puree ya. Dan jangan lupa peras airnya)
Campur daging cincang, bawang bombay, paprika, daun ketumbar, almond powder/pine nut cincang, jintan, kayu manis, garam, black pepper.
Bulatkan diameter 3-4 cm, simpan di kulkas sampai sesaat sebelum dimasak.
Panggang di grill pan/frying pan tiap sisi 3-4 menit atau sampai matang.
Sajikan dengan saus tzatziki dan pita bread/nasi dan salad
Saus Tzatziki
Bahan :
100g plain yogurt
1 batang timun
1 siung bawang putih cincang
1 sdm Olive oil
1/2 sdt garam
1/4 sdt black pepper
Cara membuat saus :
Parut kasar timun, peras airnya.
Campur yogurt, timun, bawang putih, olive oil, garam, dan black pepper.
Catatan:
Kalau tidak ada almond powder/pine nuts cincang bisa diganti dengan bread crumb (パン粉) 1 sdm
Untuk daging cincangnya bebas, bisa pakai daging sapi, ayam, lamb, atau pork. Tapi paling otentik jika mengunakan lamb atau perpaduan daging sapi dan lamb.
Selamat mencoba resep ini sesuai dengan selera dan kreativitas teman-teman semua.
Ditulis oleh Melia Sandya Utami, pengasuh kolom Seminggu Satu Bisa Banget!, diposting tanggal 10 Februari 2021.
Kumpulan foto masakan kofta hasil karya sebagian anggota WIBJ
Semoga rekan semua selalu optimis dan tidak kehilangan semangat di masa-masa sulit ini.
Kali ini saya mengajak untuk memasak Ayam Kalasan, salah satu masakan Indonesia yang cukup praktis dan sederhana bumbunya.
Langsung saja kita intip resepnya ya.
Bahan:
1 ekor ayam (potong 6-8, sesuai selera)
300 ml air kelapa
5-6 siung bawang putih (haluskan/cincang halus)
1/4 sdt baking soda
2 lembar daun salam
1 cm lengkuas
1 sdt garam (sesuai selera)
1 sdm gula (sesuai selera)
jeruk nipis/lemon 1/2
minyak untuk menggoreng
Pelengkap : lalapan dan sambil terasi.
Cara memasak :
Potong ayam, lumuri dengan jeruk nipis, diamkan 10 menit.
Rebus ayam bersama air kelapa dan bumbu lainnya sampai ayam lunak dan air hampir habis. Tiriskan dan dinginkan.
Goreng dalam minyak panas hingga kuning kecoklatan (jangan terlalu kering).
Sajikan dengan sambal terasi dan lalapan.
Catatan :
Jika menggunakan ayam negeri yg empuk, sesuaikan jumlah air kelapa/air (jangan terlalu banyak), kira-kira sampai ayam terendam 3/4nya. Karena biasanya ayam akan mengeluarkan cairan saat diungkep(direbus).
Bisa digoreng menggunakan air fryer juga.
Daun salam bisa diskip kalau tidak ada.
Silakan mencoba resep ini. Dan, pastinya silakan berkreasi sesuai selera dan ketersediaan bahan.
Ditulis oleh Melia Sandya Utami, pengasuh kolom Seminggu Satu Bisa Banget!, diposting tanggal 21 Januari 2021.
Kumpulan foto masakan ayam kalasan hasil karya sebagian anggota WIBJ
Terima kasih banyak atas partisipasi teman-teman dalam seri SSBB! tahun ini.
Kali ini saya ingin mengajak teman-teman untuk membuat carrot cake alias kue wortel.
Resep ini saya modifikasi dengan mengubah persentase almond powder sehingga aromanya lebih nutty dan tentu saja lebih sehat karena almond mengandung antioksidan dan glikemik indeksnya lebih rendah daripada tepung terigu.
Jadi resep ini cukup ramah bagi teman-teman yang sedang diet atau menjadi salah satu pilihan untuk menyajikan kudapan sehat untuk anak-anak.
Langsung saja ya!
Bahan Cake (untuk loyang diameter 18 cm)
Wortel parut 230 gram (kira-kira 200g setelah airnya ditiriskan)
Alasi loyang dengan baking paper atau oles dengan butter dan taburi tepung tipis-tipis.
Kocok telur dengan whisker, tambahkan gula dan aduk rata. Masukkan wortel parut, minyak, dan vanilla extract. Aduk rata.
Masukkan bahan kering, walnut, dan kismis, aduk rata dan tuang ke loyang.
Panggang di oven yang telah di panaskan 180 C selama 35 menit. Setelah 35 menit, cek tusuk apakah cake sudah matang sempurna.
Setelah bahan topping menjadi suhu ruangan, campur semua sampai rata (bisa dipanaskan di microwave 20 detik, jangan lama-lama ya)
Setelah tidak terlalu panas oles cake dengan topping.
Catatan:
Kalau tidak punya almond flour, bisa pakai cake flour semua.
Kali ini saya pakai whole wheat flour/graham flour jadi cakenya kelihatan lebih gelap warnanya dan teksturnya lebih padat. Kalau pakai cake flour/薄力粉 teksturnya lebih ringan.
Kalau tidak ada Greek yogurt, bisa bikin sendiri pakai plain yogurt yang dialasi paper towel, ditaruh di atas saringan dan didiamkan setengah hari.
Untuk topping bebas, boleh pakai cream cheese frosting seperti di atas atau ditabur gula halus saja.
Silakan mencoba resep ini. Tentu saja silakan berkreasi sesuai selera dan ketersediaan bahan.
Selamat menikmati akhir tahun bersama keluarga!
Ditulis oleh Melia Sandya Utami, pengasuh kolom Seminggu Satu Bisa Banget!, diposting tanggal 18 Desember 2020.
Kumpulan foto carrot cake hasil karya sebagian anggota WIBJ
Semoga teman-teman dan keluarga sehat dan bahagia selalu.
Terima kasih atas partisipasinya dalam SSBB! yang lalu.
Kali ini saya mengajak teman-teman mencoba resep ayam panggang berbumbu rempah segar.
Hidangan ini sangat cocok disajikan pada kesempatan istimewa bersama keluarga.
Resep ini adalah resep andalan mbak Buntari Keitt yang kehandalan di dapurnya ngga perlu diragukan lagi.
Yuk, langsung aja kita simak resepnya.
Herb Roast Chicken – Ayam Panggang Dalam Balutan Daun Rempah Segar
Bahan-bahan
Ayam utuh berat 1-2.5 kg
Extra virgin olive oil/light tasting olive oil (kira kira 5 sdm)
Garam dan lada hitam yang baru ditumbuk (catatan: untuk garam kalau ada sebaiknya coarse sea salt/ kosher salt, bukan garam meja)
1 genggam daun basil, sudah dipetiki dan dirajang kasar
1 genggam daun parsley (varian mana saja, bisa flat leaf atau curly, yang ada saja), rajang kasar
1 butir lemon, di belah dua
1 tangkai rosemary segar
2 lembar daun bay leaves/ laurel (segar maupun kering sama saja)
Pelengkap (optional)
2 wortel, cuci bersih, kupas dan potong menjadi balok sekitar 4 cm)
1 kg kentang cuci bersih, potong 4 (tidak usah dikupas)– atau kalau ada bisa coba 新ジャガイモ karena ukurannya biasanya kecil kecil. Kalau pakai 新ジャガイモ, cukup dicuci bersih saja, tidak usah dikupas
1 butir bawang bombay, kupas dan potong 6-8 potong
Cara membuat
Cuci ayam dengan bersih, keringkan dengan menggunakan paper towel
Pisahkan kulit di sekitar bagian dada ayam dengan berhati-hati menggunakan jari anda. Usahakan agar kulit ayam tidak sobek karena akan diisi dengan campuran daun rempah
Balurkan permukaan daging di bawah kulit yang sudah dipisahkan tadi dengan 1 sdm olive oil dan garam secukupnya – merata dipermukaan. Kemudian masukkan daerah tersebut dengan campuran daun basil+parsley dengan merata, hasil akhirnya seperti bagian atas/dada ayam itu memakai jaket kulit yang diisi daun rempah
Balurkan rongga dalam ayam dengan olive oil dan garam secukupnya, asal merata. Taruh satu potong dari paruhan lemon di dalam lubang, kemudian masukkan 2 lembar daun bay leaves, 1 tangkai rosemary dan tutup lagi dengan paruhan lemon satunya.
Kemudian tutup permukaan lubang dengan menusukkan tusuk gigi menyatukan kulit ayam yang ada di bukaan
Balurkan sekujur tubuh ayam dengan 2-3 sdm olive oil, dan bumbui dengan garam dan merica secukupnya (saya suka agak banyak membumbuinya)
Taruh ayam di dalam kulkas selama sedikitnya 30 menit (biasanya saya membumbui di pagi/siang hari, kemudian saya diamkan saja di kulkas sampai 1 jam sebelum mulai memasak makan malam)
1 jam sebelum ayam dimasak, keluarkan ayam yang sudah dimarinasi dari kulkas, taruh di atas roasting rack, di alasi dengan baking sheet, lalu diamkan dalam room temperature. Ini tujuannya agar ayam tidak terlalu dingin pada saat dimasukkan ke oven, agar proses masaknya sempurna. Panaskan oven ke 220C.
Kalau pakai sayuran tambahan optional, siapkan sayuran, rebus potongan wortel dan kentang dalam air mendidih yang sudah dikasih garam sedikit, selama 5 menit (tidak perlu sampai empuk banget). Taruh sayuran yang sudah disiapkan ini + bawang bombay wedges, dan taruh di bawah roasting racknya ayam. Kalau tidak pakai roasting rack, langsung saja si ayam ditaruh di atasnya sayuran.
Ketika oven sudah panas, masukkan ayam dan masak dengan lama waktu sesuai dengan bobot ayam. General rule of thumb: 25 menit untuk 500 gram dalam suhu 220C. Jadi misalnya kalau si ayam beratnya 1 kg, masak selama 50 menit – kalau ayam beratnya 2.5 kg, masaknya 125 menit.
Pada saat ayam sudah selesai dimasak – temperature check dulu, masukkan termometer ke dalam bagian paha ayam yang paling gendut tetapi tidak menyentuh tulang, suhu harus minimal 74 C untuk menandakan kematangan. Kalau sudah matang, keluarkan ayam dari oven, diamkan saja sambil ditutup dengan aluminum foil (tujuannya agar dada ayam tidak kering)
Aduk aduk sayuran yang dipanggang agar jus ayam merata, lanjutkan memasak kentang sampai keemasan dan krispi, kira kira 15-20 menit (sambil dilihat lihat ya, agar tidak gosong!)
Buang tusuk gigi yang dipakai menutup lubang ayam, kemudian buang juga rempah rempah yang ada di dalam lubang perut ayam, potong potong ayam sesuai selera, sajikan dengan sayuran panggang yang sudah siap di makan. Bon Appetit!
Catatan :
Kalau memakai potongan ayam, sesuaikan waktu panggang dengan berat potongan ayam. Suhu panggang diturunkan 20 derajat Celcius.
Sebagai pelengkap selain sayuran panggang, bisa juga disajikan dengan kentang tumbuk.
Kalau menggunakan garam meja, takaran garam dikurangi 1/3nya karena garam meja lebih asin daripada sea salt/kosher salt.
Silakan mencoba resep ini. Tentunya, silakan berkreasi sesuai ketersediaan bahan dan selera teman-teman dan keluarga.
Ditulis oleh Melia Sandya Utami, pengasuh kolom Seminggu Satu Bisa Banget!, diposting tanggal 19 November 2020.
Kumpulan foto herb roast chicken hasil karya sebagian anggota WIBJ