bloodsucker, bug, insect-2028617.jpg

Japanese Encephalitis

Beberapa hari lalu lihat ada teman yang share cerita tentang Japanese Encephalitis (JE) diiringi dengan copas artikel berjudul “Awas nyamuk ganas model baru”. Sewaktu acara kumpul warung kopi WIB-J, eh ternyata ada banyak pertanyaan juga tentang Japanese Encephalitis (JE) ini. Jadi kali ini saya pilih topik mengenai Japanese Encephalitis atau bahasa Jepangnya, 日本脳炎 – nihon nouen

Gara gara namanya yang pakai kata “Japanese”, penyakit ini sering dikira hanya ada di Jepang saja, padahal JE ini merupakan salah satu penyakit yang endemik di Asia (termasuk China, Thailand, Vietnam, Malaysia, maupun Indonesia). Kebetulan saja penyakit ini pertama kali didokumentasikan pada tahun 1871 di Jepang, sehingga namanya jadi Japanese Encephalitis.

JE disebabkan oleh virus yang diberi nama langsung sesuai nama penyakitnya, Japanese Encephalitis Virus (JEV). Virus ini termasuk golongan flaviviridae, yang masih bersaudara kandung dengan virus Dengue/demam berdarah, virus yellow fever, dan virus Zika. Yellow fever endemik di daerah Afrika, sedangkan virus Zika meski sudah lama ada di Afrika dan Asia, baru mendapat perhatian luas saat terjadi wabah menjelang olimpiade musim panas di Brazil tahun 2016.
Semua virus ini ditularkan melalui gigitan nyamuk, hanya saja mereka beda pilihan mau pakai nyamuk yang mana (meski beda pilihan tapi mereka tetap akur lho 😘).
Kita semua pasti sudah hafal kalau virus dengue ditularkan melalui nyamuk Aedes Aegypti; nah kalau JEV, dia memilih nyamuk jenis Culex sebagai kendaraannya, tepatnya Culex tritaeniorhynchus (bagus ya namanya!… keren & keriting 😄). Nyamuk ini banyak beredar di daerah rural, pedesaan, peternakan dan memiliki jam aktif di malam hari.

Sesuai namanya, JEV bisa menyebabkan radang otak (encephalitis) dan menimbulkan gejala yang berkaitan dengan serangan tersebut seperti demam, sakit kepala, kejang, koma, lumpuh, sampai bahkan meninggal. Belum lama ini saya ikut conference dan kebetulan bertemu seorang dokter pembicara dari Malaysia yang meneliti tentang JEV. Dari penelitiannya, virus yang disuntik di bagian kaki tikus ternyata memilih imigrasi langsung ke otak, tanpa menimbulkan masalah di kaki. Dalam waktu 3 hari sesudah injeksi, tanda tanda timbulnya masalah pada saraf otak sudah terlihat dan virus sudah positif ditemukan di otak.

Sementara ini belum ada pengobatan yang khusus untuk JE, pengobatan hanya simptomatik untuk mengatasi gejala yang keluar. Pencegahan terbaik yang bisa dilakukan dengan menghindari gigitan nyamuk dan vaksinasi. Di Jepang, vaksinasi JE termasuk golongan “inactivated vaccine” (不活化ワクチン). Ini golongan vaksin yang menggunakan virus yang sudah dikontrol dan dimatikan dengan cara tertentu, tapi masih bisa menstimulasi respon sistem imun tubuh.
Vaksin JE dibagi dalam 2 tahap. Vaksin JE sudah dapat diberikan sejak bayi umur 6 bulan, tetapi karena banyak vaksin dasar lain yang juga harus diberikan di usia-usia tersebut, vaksin JE boleh ditunda sebentar dan diberikan mulai usia 3 tahun. Tahap pertama sebanyak 3 kali vaksin, diberikan bertahap. Vaksin tambahan (追加) diberikan di usia antara 9-12 tahun, hanya satu kali.

Sebenarnya kasus JE ini sedikit jumlahnya dibandingkan kasus lain yang juga disebabkan oleh virus yang sudah bisa diantisipasi dengan vaksin, misalnya mumps, measles, atau rubella. Tetapi, melihat patogenesisnya yang menyerang otak dan sistem saraf penyakit JE ini bisa dikategorikan fatal. Dari banyak laporan, dikatakan 1/3 dari pasien JE meninggal, sedangkan separuh dari survivors menderita “neuropshychiatric squeale” – gejala sisa akibat kerusakan saraf.

Oh ya, meski bersaudara dan sama sama ditularkan lewat nyamuk, virus JE dan virus Dengue itu berbeda ya. Jadi JE ini bukan demam berdarah model baru atau nyamuk baru yang lebih ganas. Saya juga sempat berdiskusi dengan dokter Malaysia yang saya ceritakan di atas; saya bilang kalau di Indonesia lebih beken penyakit demam berdarah daripada JE. Masih banyak masyarakat awam yang salah kaprah dan banyak informasi yang juga masih tidak tepat. Lalu beliau bilang, sama saja…… di Malaysia juga seperti itu. Dalam hati saya, wah tetangga ……kita memang mirip dalam banyak hal 😜😆

#kesehatanwibj
Image: https://hibaby123.com/yobosessyubyoki.html/g10209

[𝐔𝐩𝐝𝐚𝐭𝐞 – 𝐍𝐨𝐯𝐞𝐦𝐛𝐞𝐫 𝟐𝟎𝟐𝟑]

Sekedar reminder untuk yang mendapat jadwal vaksin Japanese Encephalitis (日本脳炎ワクチン). Ada baiknya untuk tidak melewatkan vaksin ini. Outbreak JE biasanya menjelang musim panas saat aktivitas nyamuk tinggi.

Kasus Japanese encephalitis termasuk jarang, tetapi jika terkena, tingkat fasilitasnya cukup tinggi karena menyerang otak. Biasanya kasus JE endemik di daerah bagian selatan atau daerah yang hangat di Jepang. Tetapi, belakangan ini (sejak tahun 2021~) kasus JE perlahan meningkat dan ditemukan juga di daerah sebelah utara. Laporan yang masuk ditemukan di prefektur Kumamoto, Hiroshima, Chiba, dan bahkan dari Ibaraki.

Dari laporan National Institute of Infectious Disease (2023年10月27日)
“In 2015, infection was confirmed in a 10-month-old child [5], and in 2022, cases were reported from Chiba, Hiroshima, and Kumamoto prefectures.”

Dari laporan Ibaraki prefectural government (2023年2月1日更新)
“Most of the cases occur in the Kyushu/Okinawa region and the Chugoku/Shikoku region, but cases have also been confirmed in Ibaraki Prefecture.”

Silakan ibu-ibu, bisa dicatat dan cek kembali jadwal penerimaan vaksin JE untuk anaknya. Jangan lupa ada vaksin ulangan satu kali, biasa diberikan antara umur 9~!2 tahun.

There is an Elephant in the Room (Tentang Hutang Piutang)

“𝙏𝙝𝙚𝙧𝙚 𝙞𝙨 𝙖𝙣 𝙚𝙡𝙚𝙥𝙝𝙖𝙣𝙩 𝙞𝙣 𝙩𝙝𝙚 𝙧𝙤𝙤𝙢” adalah idiom dalam Bahasa Inggris  yang artinya: ada topik/hal penting dan kadang kontroversial, yang semua orang tahu, tapi enggan mengatakan atau membicarakannya karena membuat rasa tidak nyaman atau sensitif.

Ini yang akan saya angkat sebagai pengurus WIBJ kali ini. Sudah tertunda berapa lama, karena siapa sih yang suka membicarakan utang piutang urusan pribadi di tempat umum. Tapi ini hal penting dan menyangkut kepentingan dan kenyamanan bersama.
 

Kita orang Indonesia di luar Indonesia, adalah duta bangsa. Apa yang kita lakukan atau kesan yang kita tinggalkan, sangat penting karena bisa mempengaruhi image bangsa.
 Kita wanita Indonesia, yang santun dan mengerti aturan, harus bisa menjadi orang yang bertanggung jawab dan menjadi contoh bagi anak-anak dan generasi penerus kita.

Manusia dalam hidupnya, kadang ada masanya berada di bawah. Itu biasa. Ada kalanya kita butuh bantuan orang lain secara finansial. Tapi, ada tata cara dan sopan santun yang perlu diperhatikan dan dijaga dalam urusan pinjam meminjam uang. 

Poin-poin berikut hasil diskusi pengurus inti WIBJ: 

1. 𝐉𝐚𝐝𝐢𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐧𝐣𝐚𝐦 𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐞𝐛𝐚𝐠𝐚𝐢 𝐩𝐢𝐥𝐢𝐡𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐚𝐤𝐡𝐢𝐫. Hanya kalau amat sangat terpaksa. Jangan sedikit-sedikit mau pinjam. Belajarlah memprioritaskan kebutuhan dan penggunaan uang. Ingat, yang diutangi juga belum tentu makmur. Apapun anggapan Anda, tidak ada yang tahu kondisi keuangan seseorang.

2. Bila harus berutang ke personal (bukan bank/perusahaan), 𝐮𝐬𝐚𝐡𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐤𝐞 𝐨𝐫𝐚𝐧𝐠 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐞𝐤𝐚𝐭. Yang benar-benar mengenal dan mengerti kondisi Anda. Jangan ke orang yang baru kenal atau tidak begitu kenal. Untuk yang memberi utang juga, perlu dipikirkan berkali-kali sebelum memberi utang ke orang yang tidak begitu kenal.

3. 𝐁𝐮𝐚𝐭𝐥𝐚𝐡 𝐩𝐞𝐫𝐣𝐚𝐧𝐣𝐢𝐚𝐧 𝐭𝐞𝐫𝐭𝐮𝐥𝐢𝐬 𝐡𝐮𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐩𝐢𝐮𝐭𝐚𝐧𝐠 yang termasuk didalamnya, nama pengutang dan pemberi piutang, rencana pembayaran dan kapan akan dibayar. Bila perlu, tanda tangan dan saksi. Meterai bila jumlahnya besar.

4. Perpindahan uang, haruslah 𝐝𝐢𝐥𝐚𝐤𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐞𝐥𝐚𝐥𝐮𝐢 𝐭𝐫𝐚𝐧𝐬𝐚𝐤𝐬𝐢 𝐭𝐞𝐫𝐜𝐚𝐭𝐚𝐭, misalnya transfer bank yang ada bukti tertulis. 

5. Kalau berutang, 𝐣𝐚𝐠𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐤𝐨𝐦𝐮𝐧𝐢𝐤𝐚𝐬𝐢 𝐝𝐞𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐢𝐤. Tetap baik, menyapa dan update kabar. Bila tidak mampu menepati janji sesuai perjanjian, komunikasikan dengan proaktif dan sopan. Jangan malah menghilang atau bahkan lari susah dihubungi.
 Jangan biarkan orang yang membantu Anda malah harus menagih pembayaran, apalagi kalau yang ditagih malah jadi lebih galak ke yang menagih.

6. 𝐌𝐞𝐦𝐛𝐚𝐲𝐚𝐫 𝐮𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐡𝐚𝐫𝐮𝐬𝐥𝐚𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐩𝐫𝐢𝐨𝐫𝐢𝐭𝐚𝐬. Jangan kalau sudah ada uang malah digunakan untuk hal lain. Selama masih ada hutang, berhematlah dan turunkan standard hidup Anda supaya uang bisa terkumpul untuk membayar utang. Juga, 𝐣𝐚𝐠𝐚 𝐭𝐚𝐭𝐚 𝐤𝐫𝐚𝐦𝐚, misalnya, jangan masih punya utang tapi malah posting di SNS beli barang mahal baru, pergi liburan, pamer ini itu pencitraan. Ingat, yang diutangi juga melihat. Dia yang membantu Anda dan mempercayai Anda lho.

7. 𝐁𝐚𝐲𝐚𝐫𝐥𝐚𝐡 𝐮𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐀𝐧𝐝𝐚. Jangan lari dari tanggung jawab. Uang itu bukan hak Anda. Walau Anda lari, suatu hari nanti ada hari perhitungan. Dan ingatlah, kalau Anda tidak membayar utang, ini bisa membuat orang tidak percaya dan tidak mau membantu lagi. Sehingga bisa-bisa kalau ada yang benar-benar butuh, nanti bisa tidak dapat bantuan. Bagaimana kalau yang butuh itu adalah orang kesayangan Anda?

8. Untuk yang memberi utang, 𝐣𝐚𝐧𝐠𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐥𝐮 𝐦𝐞𝐧𝐚𝐠𝐢𝐡 karena itu memang hak Anda. Anda juga membantu mengingatkan, siapa tahu yang berutang lupa?
Jangan gampang melupakan utang, karena bisa-bisa si pengutang jadi kebiasaan dan terus berutang ke orang lain.

Selagi mengangkat topik ini, saya juga mau mengingatkan, bila ada yang mau minjam uang dan menggunakan nama dan kegiatan WIBJ (“kita kan sama-sama di WIBJ, aku juga pernah dipinjami/dibantu mbak XXXX yang di WIBJ kok jadi mau pinjam ke kamu”, kenalan di WIBJ kemudian ngutang ke yang baru kenal, dll.), check and recheck. Konfirmasi dulu dengan nama yang disebut atau hubungi pengurus WIBJ, sebelum memberikan pinjaman.

𝐖𝐈𝐁𝐉 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐝𝐮𝐤𝐮𝐧𝐠 𝐩𝐢𝐧𝐣𝐚𝐦-𝐦𝐞𝐦𝐢𝐧𝐣𝐚𝐦 𝐮𝐚𝐧𝐠 𝐝𝐚𝐧 𝐬𝐞𝐦𝐮𝐚 𝐭𝐫𝐚𝐧𝐬𝐚𝐤𝐬𝐢 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐭𝐞𝐫𝐣𝐚𝐝𝐢 𝐚𝐝𝐚𝐥𝐚𝐡 𝐮𝐫𝐮𝐬𝐚𝐧 𝐩𝐫𝐢𝐛𝐚𝐝𝐢 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐧𝐠-𝐦𝐚𝐬𝐢𝐧𝐠. 

WIBJ berhak mengeluarkan anggota yang dianggap membuat situasi yang tidak nyaman dengan masalah ini.

flu, sniff, disease-2764634.jpg

Seasonal Influenza 2022/2023

Memasuki musim gugur yang dingin-dingin sejuk. Di berbagai tempat sudah dibuka kembali pendaftaran untuk vaksinasi influenza. Strain dalam vaksin influenza untuk musim dingin tahun 2022/2023:

A/Victoria(ビクトリア) /1/2020(IVR-217)(H1N1)pdm09

A/Darwin(ダーウィン) /9/2021 (SAN-010)(H3N2)

B/Phuket (プーケット) /3073/2013 (山形系統)

B/Austria(オーストリア) /1359417/2021(BVR-26)(ビクトリア系統)

Ada 2 perubahan isi strain dari tahun lalu; di type A/H3N2 dan di type B strain Victoria.

Apakah kasus influenza akan naik kembali tahun ini? saya juga tidak tahu. Tapi, prediksi dari banyak ahli, ada kemungkinan akan naik. Australia yang sudah memasuki musim dingin terlebih dahulu bulan Juli-Agustus 2022 ini mengalami lonjakan kasus influenza yang cukup parah setelah tahun-tahun sebelumnya sempat rendah pada masa pandemik Covid-19. Beberapa teman saya di Australia terkena influenza, bergiliran dengan Covid-19.

Selain itu, mulai longgarnya aturan berkumpul dalam ruangan, pemakaian masker, dan kembali masuknya turis dari berbagai negara juga diprediksi akan membawa kembali peredaran virus influenza ke Jepang.

Saya pernah tulis sebelumnya tentang kenapa influenza ini selalu bikin heboh, padahal biasa aja orang sering bilang kena “flu”. Saya tulis kembali di sini dengan modifikasi.

Influenza ini BUKAN batuk pilek biasa (batpil, common cold, atau “kaze”, kata orang Jepang). Penyebab virusnya berbeda seperti yang saya cantumkan di tabel. Jadi kalau orang Jepang dengar kita dengan santainya bilang lagi “flu”, jangan heran mereka bisa kaget dan langsung jaga jarak.

“Terus, kenapa influenza mesti diwaspadai?”. Jawabnya simple, “influenza can kill you”.Tahun 1918 ada pandemik influenza dikenal dengan nama “Spanish flu”. Saat itu virus influenza sanggup membunuh 25 juta orang hanya dalam waktu 25 minggu sejak terjadinya wabah (bandingkan dengan virus HIV/AIDS yang juga bisa membunuh 25 juta orang, tapi dalam 25 tahun). Begitu cepatnya virus influenza menyebar dan membunuh sekian banyak orang sehingga pandemik saat itu digambarkan sebagai “The greatest medical holocaust in history. The mother of all pandemics” [Ref 2,3]

Kejadian Spanish flu ini yang kemudian dijadikan patokan untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama saat pandemik Covid-19 mulai tiga tahun lalu. Covid-19 sendiri dikatakan sudah mengambil alih rekor angka kematian yang disebabkan oleh Spanish flu di penduduk Amerika. [Ref 4]

Pandemik influenza tahun 1918 tersebut disebabkan oleh virus tipe A/H1N1. Wabah influenza yang disebabkan oleh virus H1N1 ini sempat terjadi lagi tahun 2009, dikenal dengan nama “2009 swine flu, Mexico’s swine flu”. Saat itu WHO mengumumkan status “worldwide pandemic alert” dan mengeluarkan larangan untuk tidak berpergian ke Mexico.  Jepang mengeluarkan kebijakan untuk memantau semua pendatang dari negara-negara yang dilaporkan ditemukan kasus swine flu. Untungnya saat itu public health response lebih sigap sehingga wabah bisa segera dikendalikan. Vaksin terhadap strain H1N1 tersebut juga segera dibuat dan hingga sekarang turunan strain H1N1 ini selalu dimasukkan dalam isi vaksin influenza setiap tahun.

Selain strain H1N1, strain influenza lain yang pernah tercatat menyebabkan wabah adalah tipe A/H3N2. Strain H3N2 ini pernah menyebabkan wabah di Hong Kong tahun 1968-1969, Fujian-China tahun 2003-2004, dan terus muncul di hampir setiap musim influenza.  [Ref 6].

Virus influenza punya kemampuan yang dikenal dengan istilah “antigenic drift”. Disini virus konsisten membuat perubahan/mutasi genetik kecil (small changes) di permukaan protein virus. Akibatnya, antibody tubuh bisa gagal mengenali dan si virus lolos dari sistem pertahanan tubuh.  Antigenic drift ini juga yang menjadi alasan kenapa orang bisa terkena influenza beberapa kali, dan kenapa isi vaksin influenza sendiri setiap tahunpun juga berubah. Isi vaksin influenza biasanya disesuaikan dengan data strain virus influenza yang sedang atau diperkirakan akan mewabah pada tahun tersebut. Oh ya, sejak tahun 2008 kita punya pusat global terpadu tempat pencatatan dan pemantauan data genomic influenza virus yang dikenal sebagai GISAID (Global Initiative on Sharing Avian Influenza Data). Saat pertama kalinya Covid-19 merebak, para ahli sempat kebingungan bagaimana share data genomic virus SARS-CoV-2 dan akhirnya pinjam tempat di GISAID. Dari sinilah data genomic SARS-CoV-2 bisa diakses oleh seluruh peneliti di berbagai dunia, dan berbagai penelitian bisa dimulai hingga akhirnya menghasilkan vaksin Covid-19. [Ref 7]

Covid-19 sendiri sepertinya akan mirip polanya dengan influenza karena virusnya juga secara konsisten mengalami mutasi. Tapi, jangan berkecil hati. Ilmu pengetahuan medis, genetik, epidemiologi, dan teknologi juga berkembang. Para ahli di berbagai negara berusaha sebaiknya mengatasi berbagai penyakit. Tinggal sisanya apakah kita akan ikut mendukung dan berupaya belajar dari ilmu pengetahuan yang terus berkembang, atau ya jalan di tempat berbekal informasi yang mungkin sudah tidak tepat lagi? Balik ke diri masing-masing deh ya.

Salam sehat selalu,

Tokyo, 07 Oktober 2022

Dr. Kathryn Effendi

#kesehatanwibj
#wibjcovid19

References:

1. https://www.forbes.com/sites/brucelee/2022/08/20/australias-bad-flu-season-raises-twindemic-concerns-for-us-winter-2022/

2. https://en.wikipedia.org/wiki/Spanish_flu

3. https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3291398/

4. https://www.nationalgeographic.com/history/article/covid-19-is-now-the-deadliest-pandemic-in-us-history

5. https://en.wikipedia.org/wiki/2009_swine_flu_pandemic

6. https://en.wikipedia.org/wiki/Influenza_A_virus_subtype_H3N2 7. https://en.wikipedia.org/wiki/GISAID

SHICHIGOSAN

Selamatan Shichigosan 753 七五三祝い

Bukan nama orang yang bernama Shichigo loh, tapi ini adalah peringatan yang jatuh pada tanggal 15 November setiap tahunnya terutama untuk keluarga yang punya anak-anak, baik anak lelaki maupun anak perempuan.

Sesuai dengan namanya, shichi 七 = 7, go 五 =5, dan san 三 =3. Pada hari ini mereka yang mempunyai anak perempuan berusia 3 dan 7 tahun, serta anak lelaki berusia 5 tahun (di beberapa tempat ada juga yang merayakan untuk anak lelaki berusia 3 tahun), merayakan “kesehatan” dan perkembangan anak-anak mereka dengan berdoa di Jinja atau Kuil (dan sekarang juga banyak yang merayakannya di gereja Jepang). Pada usia-usia inilah anak-anak ini pertama kali memakai baju tradisional Jepang, kimono 着物 untuk anak perempuan dan hakama 袴 untuk anak laki-laki.

Kebiasaan ini ternyata baru dimulai pada jaman Tokugawa Tsunayoshi 徳川綱吉 tanggal 15 November 1681, untuk mendoakan kesehatan anaknya yang bernama Tokumatsu 徳松. Kemudian menyebar dari Edo 江戸 (Tokyo sekarang) ke seluruh negara. Secara mudahnya, kebiasaan shichigosan ini terjadi karena dulu anak-anak berusia dibawah 7 tahun itu banyak yang sakit dan tidak bisa hidup terus. Jadi bagi yang sudah melewati tahun ke 3, ke 5 dan ke 7, orang tua kemudian mengucapkan syukur kepada dewa-dewa atas pertolongan dewa yang telah melindungi anak-anaknya. Diharapkan setelah usia 7 tahun, anaknya akan tumbuh sehat terus sampai nanti upacara berikutnya pada usia 20 tahun, yaitu hari dewasa Seijin no hi 成人の日, waktu anak-anak itu dinyatakan sebagai orang dewasa.

Kenapa diperingati tanggal 15 November? ya selain bertepatan dengan tanggalnya Tokugawa mendoakan anaknya, juga karena menurut penanggalan kuno, pas tanggal 15 November itu Oni 鬼 (Demon) tidak berkeliling mencari mangsa 😃, jadi kecuali pernikahan, semua selamatan bisa diadakan pada tanggal tersebut. Baru tahu bahwa ada juga waktu si Oni itu dikerangkeng ya? Pasti berkat jasa si Momotaro 😃

Tapi yang lucu ada juga yang mengatakan bahwa ditetapkan tanggal 15 itu karena 7 + 5 + 3 jadi 15 😃 Iya juga siiiih! Dasar orang Jepang, bisa aja ya 😃

Nah waktu 753 ini, keluarga membawa anaknya ke kuil dan mendoakan mereka. Tapi cukup banyak yang HANYA berfoto bersama di Photo Studio. Kalau mau berfoto di Photo Studio yang terkenal harus reserve jauh-jauh hari. Cukup mahal, karena biasanya baju mereka pinjamkan juga (biasanya lengkap dengan make up segala). Belum lagi kalau pergi bersama kakek-nenek…siap-siap saja diambil foto banyak dan “dirayu” untuk membeli semua. Sepertinya semua Photo Studio (semua bisnis sih!) tahu pasti Kakek-nenek ini akan merogoh kocek terdalam DEMI cucunya 😃

Selain berpakaian kimono, anak-anak ini akan membawa kantong persegi dengan gambar burung bangau 鶴 つる atau kura-kura 亀 かめ berisi permen bulat merah-putih bertuliskan kanji 寿 ことぶき. Namanya Chitoseame 千歳飴 chotose itu dari kanji 1000千 dan usia 歳 さい, permen untuk 1000 tahun, dengan maksud anaknya dapat panjang umur. Konon permen itu berdiameter 1,5 cm dan panjangnya sampai 1 meter.

Dulu semestinya dirayakan pada usia 7,5,dan 3 ini menurut kazoe doshi 数え年, jadi dikurang 1 tahun (karena begitu lahir sudah berusia 1 tahun). Jadi semestinya dirayakan pada waktu anak berusia 6,4 dan 2. Tapi sekarang sudah tidak terlalu ketat sehingga bisa menurut kazoedoshi atau mannenrei 満年齢 yang sesuai dengan usia sebenarnya.

Sekarang pun tidak perlu pergi ke kuil khusus pada tanggal 15 November, tapi bisa kapan saja mulai bulan Oktober sampai November, memilih hari Sabtu/Minggu yang memungkinkan seluruh keluarga berkumpul bersama.

#wibjnihongo#wibjbudayajepang

#七五三 #祝い

Hari Pasar – Rokki

Kali ini saya mau menulis tentang Hari Pasar. Mereka yang bersuku Jawa tentu tahu Hari Pasar (Weton) yang terdiri dari Manis (Legi), Pahing, Pon, Wage dan Kliwon. Ada lima hari yang katanya sih punya arti masing-masing. Tapi kali ini saya tidak akan menyinggung hari Pasar nya orang Javanese 😃 tapi mengenai “Hari Pasar”nya Japanese 😃

Selain Hari biasa yang disebut Getsuyoubi 月曜日(Senin), Kayoubi 火曜日(Selasa), Suiyoubi 水曜日(Rabu), Mokuyoubi 木曜日(Kamis), Kinyoubi 金曜日(Jumat), Doyoubi 土曜日(Sabtu), Nichiyoubi 日曜日 (Minggu). Di bagian bawah penanggalan Jepang biasanya tercantum tulisan “Hari Pasar” nya Jepang.

“Hari Pasar” Jepang disebut dengan Rokki 六輝 atau Rokuyou 六曜 (Enam Hari) . Dengan penjelasan sebagai berikut:

1. Senshou 先勝 (bisa juga dibaca senkachi, sakigachi, sakigachi). Dilihat dari kanjinya saja sudah bisa diketahui bahwa siapa cepat dia menang. “Nasib baik jika melakukan pada pagi hari, sedangkan kalau dari jam 2 sampai jam 6 akan mengalami kesialan”.

2. Tomobiki 友引. Dilihat kanjinya secara harafiah adalah menarik teman. Tapi bukan dalam arti yang baik. Terutama dalam kemalangan. Jadi biasanya upacara pemakaman tidak dilakukan pada hari Tomobiki ini. Selain tentang pemakaman dikatakan bahwa pada hari ini, pagi hari beruntung, siang sial, sore untung besar. Mungkin ini diperhatikan oleh mereka yang berdagang ya, jadi jualan pagi-pagi aja lalu istirahat tidur siang baru jualan lagi sorenya 😃

3. Senbu 先負 (bisa dibaca senpu, senmake, sakimake) . Dilihat dari kanjinya berarti yang duluan kalah. Karena itu sering dikatakan “Tidak baik dilakukan pagi hari, tapi bagus dilakukan pada siang hari”.

4. Butsumetsu 仏滅. Dalam 6 hari butsumetsu merupakan hari tersial. Ada anggapan bahwa Sang Buddha meninggal di hari ini. Sehingga disarankan mengurangi kegiatan di hari ini, kalau sakit akan berlarut-larut, tetapi boleh mengadakan upacara agama Buddha seperti peringatan kematian dll. Karena dianggap hari sial, sedikit sekali orang yang mau mengadakan pesta pernikahan di hari ini. Tapi pihak penyelenggara hotel biasanya menyediakan potongan harga yang besar bagi yang “nekad” mau mengadakan pesta. Tinggal pengantinnya mau ikut anggapan umum, atau cuma mau cari murah.

5. Taian 大安. Merupakan hari paling bagus dalam 6 hari, tidak mungkin gagal jika melakukan pada hari ini. Sehingga banyak pesta pernikahan dilakukan pada hari ini. Demikian pula dengan peresmian pembetukan kabinet.

6. Shakkou 赤口 (bisa juga disebut shakku, jakku, jakkou) . Merupakan hari sial juga, konon “bagus” nya hanya dari jam 11 sampai jam 1 siang. Karena memakai huruf berarti merah 赤, harus berhati-hati waktu memakai api dan pedang, karena berkaitan dengan kematian.

(Sumber dari wikipedia Jepang.)

BTW Saya lahir hari Minggu Legi nih, jadi manis ya **kabuuurr…. dikejar orang sekampung** …. hahaha.

Teman-teman tahu “Hari Pasar” tanggal kelahirannya?

Soto Ayam

Salam teman-teman

Memasuki musim gugur, suhu udara mulai menurun, cocoknya makan yang hangat-hangat ya. 

Kali ini mari kita memasak salah satu makanan Indonesia yang paling populer yaitu Soto.
Menurut Denys Lombard, seorang sejarawan Asia dalam bukunya yang berjudul Nusa Jawa: Silang Budaya, Soto berasal dari masakan Tiongkok yang bernama Caudo, pertama kali masuk ke wilayah pesisir utara Pulau Jawa (Semarang). Sekarang kita mengenal beragam jenis soto dari seluruh penjuru nusantara.

Kali ini saya akan berbagi resep soto ayam menggunakan bumbu dasar, karena dengan menyiapkan bumbu dasar putih terlebih dahulu teman-teman akan mudah membuat berbagai masakan Indonesia lainnya seperti opor, nasi goreng kampung, mie godog, semur, pepes, tongseng, dan lain-lain. 

Bumbu dasar: 

  • Kemiri  (sangrai)  50g
  • Bawang merah/bawang bombay merah 100 g
  • Bawang putih 50 g
  • Minyak goreng 50cc

Haluskan semua bahan dengan blender (kalau pakai ulekan tidak perlu tambah minyak saat dihaluskan).  Masak dengan api sedang ±10 menit. Simpan dalam wadah tertutup setelah dingin. Tahan 2-3 minggu di kulkas.

Soto Ayam

  • Ayam bertulang 500g
  • Bumbu dasar 3 sdm
  • Kunyit bubuk 1/2 sdt atau kunyit segar 2 cm (parut)
  • Serai 1 batang
  • Daun jeruk 2 lembar
  • Daun salam 1 lembar
  • Air 1,5 liter
  • Garam, merica secukupnya
  • Kaldu bubuk (optional)

Bahan pelengkap : soun rebus, toge rebus, telur rebus, perkedel, bawang goreng, bawang daun, seledri, jeruk nipis

Cara : 

1. Tumis ayam dengan bumbu dasar dan rempah lainnya sampai berubah warna.  
2. Tambahkan air dan garam, masak sampai ayam empuk.
3. Keluarkan ayam, goreng (kalau suka), suwir-suwir.
4. Koreksi rasa kuah dengan garam dan merica lagi (kalau kurang).
5. Sajikan dengan bahan pelengkap.

Omicron-Targeted Vaccines

Pasti sudah dengar ya tentang vaksin Covid-19 baru yang sudah resmi mendapatkan approval dari MHLW (12 September 2022) untuk digunakan sebagai vaksin booster di Jepang. [Ref1]. Vaksin baru ini disebut sebagai vaksin Omicron, sedangkan vaksin lama sebelumnya disebut sebagai vaksin original/konvensional (従来ワクチン). Sesuai namanya, vaksin baru tersebut mentargetkan protein permukaan (spike protein) dari variant Omicron yang memang sudah berubah cukup banyak dari variant awal virus Covid-19.  
Berikut saya berikan beberapa data terkait vaksin baru ini:

  1. Sama seperti vaksin original, vaksin Omicron juga merupakan vaksin menggunakan mRNA. Dikeluarkan baik oleh Pfizer maupun Moderna. Isi dari vaksin Omicron ini merupakan gabungan dari mRNA variant awal dan variant Omicron (bivalent vaccine).
  • Moderna (mRNA-1273.214): 25 μg variant awal + 25 μg variant Omicron (dosis 0.5 ml)
  • Pfizer (BNT162b2+BNT162b2 Omi): 15 μg variant awal + 15 μg variant Omicron (dosis 0.3 ml)
    Sama seperti vaksin sebelumnya, jumlah volume mRNA di Moderna lebih banyak daripada Pfizer.
  1. Kita tahu variant Omicron sendiri berevolusi dengan cepat sekali. Saat vaksin Omicron tersebut dibuat masih memakai strain awal Omicron BA.1, sedangkan yang saat ini sedang merebak maupun menimbulkan gelombang kasus, sudah berasal dari strain BA.5 dan BA.4.
    Vaksin Omicron yang masuk dan disahkan di Jepang adalah vaksin dengan strain original BA.1.
    Di Amerika, pada akhir Agustus 2022 lalu FDA sudah memberikan approval untuk penggunaan darurat vaksin Omicron yang memakai strain BA.5/BA.4 dari Moderna & Pfizer. [Ref3] Tetapi, pengesahan FDA terhadap vaksin dengan strain BA.5/BA.4 ini menjadi sorotan banyak pihak karena vaksin yang sudah diperbarui ini belum sempat diujicobakan secara klinis ke manusia. Saat ini FDA hanya bersandar pada data dari uji coba dengan binatang dan uji klinis ke manusia dengan versi strain BA.1 sebelumnya. [Ref4]
    ** Pfizer sudah mengeluarkan press release resmi memasukkan permohonan ke MHLW (13 September 2022) untuk izin penggunaan vaksin Omicron versi BA.5/BA.4 [Ref5]
  2. Untuk vaksin Omicron dengan versi strain BA.1, sudah melalui tahapan uji klinis ke manusia meski belum dipakai secara global luas.
    Partisipan yang menerima vaksin Omicron sebagai vaksin booster ke-2 (vaksin keempat/fourth dose) dari:
    Moderna; menunjukkan peningkatan 1.7 kali titer neutralizing antibody terhadap strain BA.1 dibandingkan vaksin mRNA konvensional
    Pfizer; menunjukkan peningkatan 1.56~1.97 kali terhadap strain BA.1 dibandingkan vaksin mRNA konvensional.
    Meskipun secara data ada peningkatan antibody terhadap strain Omicron, tetapi seberapa efektif vaksin tersebut bisa mencegah penularan/infeksi dari strain Omicron belum diketahui. [Ref2, 6]
  3. Menurut data yang dikeluarkan CDC (September 1-2, 2022 ACIP meeting) efek samping yang dilaporkan dari vaksin Omicron mirip dengan vaksin original sebelumnya. Gejala yang keluar seperti bengkak, sakit di lengan yang disuntik, malaise, sakit kepala, nyeri otot, dan demam. Efek samping yang jarang seperti inflamasi di otot jantung (myocarditis) saat ini belum diketahui karena jumlah target orang yang divaksinasi dengan vaksin baru ini belum banyak. [Ref 2,7]
  4. Berikut persyaratan untuk menerima booster vaksin Omicron di Jepang
  • Vaksin Omicron bisa diterima sebagai booster untuk orang yang sudah minimal menerima dua kali vaksin lengkap. Jadi boleh diterima sebagai vaksin ketiga atau keempat.
  • Jarak pemberian vaksin sekurangnya 5 bulan sejak jadwal vaksin terakhir, tetapi saat ini sedang ada wacana untuk memperpendek jarak waktu pemberian menjadi 2 bulan. [Ref8]
    Seperti sebelumnya, vaksin bisa diterima jika sudah menerima kupon vaksinasi yang didistribusikan oleh pemerintah wilayah tempat tinggal masing-masing.
  • Booster dengan vaksin Omicron bisa diterima oleh semua orang berusia dari usia 12 tahun ke atas. Saya sertakan di foto contoh flow chart target peserta penerima vaksin Omicron.

**Pfizer dapat diterima usia 12-18 tahun, sedangkan Moderna mulai dari 18 tahun ke atas.

Semoga rangkuman vaksin Omicron ini bisa jadi referensi bahan pertimbangan untuk yang ingin mengambil vaksin booster. Jika ada yang sudah mengambil vaksin keempat dengan vaksin original Pfizer/Moderna, tidak perlu merasa panik karena efektivitas vaksin untuk mencegah kondisi memberat jika terkena infeksi sama saja.
Jadwal pemberian vaksin Omicron ini akan bersamaan waktunya dengan jadwal vaksin tahunan influenza yang biasanya mulai dibuka dari bulan Oktober. Saat ini dikatakan kalau vaksin Omicron dan influenza boleh diterima bersamaan, tetapi saya pribadi masih memilih untuk sebisanya buka jeda (minimal 2 minggu) antara kedua vaksin. [Ref9].
FYI, tahun ini Australia mengalami kenaikan kasus influenza pertama kalinya sejak masa pandemik. Biasanya pola kasus influenza di belahan bumi Selatan yang lebih dulu memasuki musim dingin memberi gambaran pola influenza di US atau Jepang. Entah bagaimana jadinya tahun ini, mari kita pantau bersama. [Ref10]
Tetap jaga kesehatan untuk semuanya dan selamat menyambut musim gugur yang sejuk.
“Stay Safe, Get Informed, and Be Wise”
Tokyo, 14 September 2022
Dr. Kathryn Effendi

kesehatanwibj

wibjcovid19

References

  1. https://www.yomiuri.co.jp/medical/20220912-OYT1T50161/
  2. https://news.yahoo.co.jp/byline/kutsunasatoshi/20220904-00313332
  3. https://www.fda.gov/news-events/press-announcements/coronavirus-covid-19-update-fda-authorizes-moderna-pfizer-biontech-bivalent-covid-19-vaccines-use
  4. https://www.science.org/content/article/omicron-booster-shots-are-coming-lots-questions
  5. https://www.pfizer.co.jp/pfizer/index.html
  6. https://www.pfizer.com/news/press-release/press-release-detail/pfizer-and-biontech-announce-omicron-adapted-covid-19
  7. https://www.cdc.gov/vaccines/acip/meetings/slides-2022-09-01-02.html
  8. https://www3.nhk.or.jp/news/html/20220912/k10013814301000.html
  9. https://www.nhk.or.jp/shutoken/newsup/20220901b.html
  10. https://www.nbcnews.com/health/health-news/australia-flu-season-warning-sign-us-this-year-rcna40123

Hujan dan si Gundul

Hujan dalam bahasa Jepangnya adalah AME 雨、tapi kita tentu tahu ada lagi satu kata bahasa Jepang AME 飴 yang berarti permen (candy). Bagaimana membedakannya? Tentu paling mudah adalah dengan melihat kanjinya, kalau dalam bacaan. Tapi dalam percakapan?

Dalam kalimat : “Amega futteiru 雨が降っている“ tentu artinya sedang turun hujan, bukan sedang turun permen…. (Maunya anak-anak sih memang ada hujan permen ya 😃)
Atau : “Kono ame wa amakunai この飴が甘くない“ artinya permen ini tidak manis. Tidak mungkin artinya hujan ini tidak manis. Ini dikatakan sesuai bunmyaku 文脈 sesuai konteksnya. Meskipun tidak membaca kanjinya, kita tahu arti dari AME yang terdapat dalam kalimat.

Tapi kalau kalimat ini bagaimana? “Ame kudasai 飴?雨?をください” Minta AME, nah minta hujan atau minta permen nih?

Dalam bahasa Jepang, cukup banyak kata yang ucapannya sama tetapi kanjinya lain. Orang asing seperti kita akan sulit untuk memahaminya jika hanya disebutkan satu kata saja. Tapi sebetulnya jika kita mengetahui aksen dari kata tersebut, kita akan bisa mengetahui kata apa yang dimaksud.

Seperti kata AME itu, jika aksennya (penekanannya) disebutkan datar (sama antara A dan ME) A ME itu berarti hujan. Tetapi jika ME nya lebih rendah dari A maka itu berarti permen. (Maaf saya tidak bisa menambahkan tanda garis di atas huruf). Aksen itu bukan dialek atau logat ya. Aksen atau penekanan kata menjadi penting dalam bahasa Jepang karena menjadi pembeda arti. Yang pasti setiap guru bahasa Jepang atau penyiar radio/televisi harus menguasai aksen bahasa Jepang yang benar. Sewaktu menjadi penyiar radio, saya sering melihat partner saya orang Jepang membuka kamus aksen pengucapan bahasa Jepang untuk meyakinkan pengucapannya benar. Soalnya program radionya tentang percakapan bahasa Jepang 😊

Hari ini hujan turun terus-menerus. Memang wajar kalau musim hujan turun hujan, ya? Sudah pasti biar kita pasang cabai (dan celana dalam? Dulu saya ingat teman-teman mengatakan pasang cabe dan CD supaya tidak turun hujan 😃 ), tapi kalau memang musim hujan, ya tetap hujan. Panggil pawang Indonesia mungkin ampuh? Hmmm

Jepang mengenal TERUTERU BOZU てるてる坊主 sebagai penangkal hujan. Terbuat dari kertas atau kain putih yang dibundet menjadi bola untuk kepala, kemudian digantung di jendela. Biasanya anak-anak SD memasang di kelas atau di rumahnya, jika ingin supaya tidak hujan esok harinya karena ada undokai, atau karyawisata bersama. Teru-teru berarti terang atau cerah dan bozu itu dulunya dari boushi (houshi) 法師 yang berarti pendeta buddha kemudian berubah menjadi 坊主 yang berarti gundul (memang pendeta banyak yang gundul sih 😃) tapi juga bisa menjadi panggilan kesayangan untuk anak laki-laki. Si Teru-teru bozu itu laki-laki?

‘Boneka’ penangkal hujan ini mulai dipasang sejak pertengahan zaman Edo (Tokugawa), tetapi konon bermula dari Cina yang mempunyai kebiasaan untuk menggunting kertas atau kain menyerupai gadis Saochinyan/ Soseijo 掃晴娘. Dalam dongeng Cina, dulu ada seorang gadis yang memohon kepada Dewa Hujan supaya tidak menurunkan hujan. Dewa Hujan mengajukan syarat asalkan si gadis mau menjadi istrinya, maka hujan akan berhenti. Si gadis menyetujui dan hujan berhenti. Jadi kemudian orang-orang menggunting kertas menyerupai si gadis untuk menghalau hujan. Tapi katanya sekarang sudah tidak ada yang melakukan hal tersebut di Cina, malahan semua mengikuti cara Jepang dengan menggantung Teru-teru Bozu!

Oh ya waktu menggantung Teru-teru Bozu juga sebetulnya ada aturannya. Jangan menggambar muka di kepalanya. Muka hanya digambarkan setelah permohonan terkabul, alias tidak jadi hujan. Juga jangan sampai pasang terbalik dengan kepala di bawah, karena kalau kepala di bawah justru untuk memohon hujan turun 😃

Bagi yang mempunyai anak, mungkin tahu juga bahwa ada lagu untuk Teru-teru Bozu, ya. Seperti begini :

童謡『てるてる坊主』  作詞・浅原鏡村  作曲・中山晋平
1.てるてる坊主 てる坊主 あした天気にしておくれ Teru-teru bozu terubozu ashita tenki ni shiteokure
いつかの夢の空のよに 晴れたら金の鈴あげよ Itsuka no yume no soranoyoni haretara kin no suzu ageyo
2.てるてる坊主 てる坊主 あした天気にしておくれTeru-teru bozu terubozu ashita tenki ni shiteokure
わたしの願いを聞いたなら あまいお酒をたんと飲ましょ Watashi no negai wo kiitara amai osake wo tanto nomasho
3.てるてる坊主 てる坊主 あした天気にしておくれTeru-teru bozu terubozu ashita tenki ni shiteokure
それでも曇って泣いてたら そなたの首をチョンと切るぞsoredemo kumotte naitetara sonatano kubiwo chon giruzo

Nah, kalau dilihat bait 1 dan 2 sih kalau teru-teru bozu kasih langit cerah akan diberikan lonceng emas atau sake. Tapi bait ke 3 yang agak sadis jika mengingat lagu ini adalah lagu anak-anak. Karena di bait ke 3 berisi ancaman, kalau tetap hujan saya akan potong leher kamu 😃 wuiiiih sadis ya hihihi.

Jadi, pasang apa untuk menghalau hujan? Atau ada kiat tersendiri menghadapi hari-hari hujan? Saya tidak pernah pasang teru-teru bozu tapi selalu ingat kartun Ikkyu san kalau lihat teru-teru bozu. Dan khusus pada hari hujan, saya biasanya pakai baju jreng warna merah! Supaya perasaan saya tidak terbawa menjadi sedih terbawa dengan cuaca.

Aki Higan

Tanggal 23 September adalah Aki Higan 秋彼岸, bahasa Inggrisnya Equinox Day. Saya sudah pernah menulis tentang Haru Higan dan isinya kurang lebih sama. Yaitu kebiasaan nyekar ke makam dan makan ohagi. Yang belum pergi ke makam masih bisa sampai 26 September, karena memang Higan itu dimulai 3 hari sebelum hari Higan dan berakhir 3 hari sesudahnya. Biasanya kalau pergi nyekar pas pada hari Higan, jalanan akan macet dan bunga akan mahal (hhihihi kok seperti di negara kita ya? Eh tapi ini kalau beli di dalam kuilnya kok).

Bertepatan dengan AkiHigan, biasanya juga ada yang disebut dengan Tsukimi 月見, harafiahnya “melihat bulan”. Tentu bukan melihat burger dengan telur ceploknya Mac Donald, tapi memang dipakai sebagai waktu untuk menikmati bulan yang memang cantik di musim gugur ini. Ternyata tidak selalu Tsukimi pas bulan purnama, bisa kurang dikit, atau lebih dikit

Nama kerennya 中秋の名月(ちゅうしゅうのめいげつ) Chushunomeigetsu, atau yang diingriskan sebagai Mid-Autumn. Kalau di Cina, Singapore, Taiwan banyak yang makan Moon Cake, tapi di Jepang biasanya makan Tsukimi Dango (bukan Tsukimi Burger ya hehehe). Sambil menikmati keindahan bulan, makan dango dan minum teh hijau (atau sake 😃 ).

Chushunomeigetsu ini juga disebut Malam ke 15 十五夜. Nah loh, 15nya dapat dari mana ya? Menurut penanggalan kuno, sebetulnya yang disebut musim gugur itu dari bulan Juli sampai September. Pertengahan musim gugur itu jadinya bulan Agustus, tepatnya tanggal 15 Agustus. Tapi penanggalan sekarang kira-kira terlambat 1 bulan, sehingga yang dinamanya 十五夜 itu adalah pertengahan September, waktu bulan purnama. Tapi ternyata dari survei selama ini, kesempatan kita melihat bulan jelas dan indah itu hanya 67%-an saja. Karena biasanya pada hari ke 15 十五夜 itu hujan. Karena garis curah hujan biasanya berada di atas kepualauan Jepang.

Sudah sejak dulu kala, orang Jepang memuja Bulan. Tapi baru sekitar abad ke 9 (Zaman Heian), bangsawan berkumpul minum sake sambil memandang bulan. Untuk masyarakat biasa, baru mulai zaman Edo (1600-) ikut menikmati bulan seperti kalangan istana. TAPI masyarakat biasa itu lebih memuja bulan dengan Tsukimi karena menjelang panen. Festival panen padi, sehingga mereka berkumpul sambil berharap semoga panen berhasil. Di beberapa daerah mulai memasang orang-orangan yang disebut kakashi 案山子.

Pada acara tsukimi biasanya orang Jepang menghias dengan daun susuki yang seperti alang-alang. Rupanya ini menyerupai padi, sehingga dianggap bisa menghalau roh jahat. Tsukimi dango, yaitu mochi bulat yang putih menyerupai bulan ini disusun menyerupai piramid. Jumlahnya 15 karena Malam yang ke 15. Dan mochi yang teratas dianggap menjadi jembatan dengan dunia lain. Selain tsukimi dango, susuki, biasanya di pertanian menghias dengan panenan ubi, chestnut dan edamame. Tapi terutama satoimo, karena sebetulnya nama lain dari chushunomeigetsu adalah imomeigetsu.

Nah, jika tidak bisa menikmati Malam ke 15, atau Tsukimi hari ini, sebetulnya kita juga bisa menikmati Malam ke 13 十三夜dan ke 10 十日夜. Loh, kan mestinya sudah lewat?

Ternyata menurut perhitungan Malam ke 13 itu jatuh pada tanggal 21 Oktober 2018 dan Malam ke 14 jatuh pada tanggal 17 November. Tapi memang bulan purnama di musim gugur dan dingin indah ya. Mungkin karena kita (mulai) merasa dingin, melankolis dan romantis.

Yang menjadi pertanyaan sekarang, mengapa di bulannya orang Jepang terlihat bayangan kelinci yang sedang membuat mochi? Apakah kita orang Indonesia juga sama melihat ke bulan dan membayangkan kelinci? Berdasarkan survei lagi, ternyata yang melihat di bulan itu ada kelinci hanya di daerah Asia (Jepang, Cina, Korea), sedangkan daerah Eropa misalnya melihat ada bayangan wanita, atau di Arabia melihat singa. Nah, kenapa kelinci?

Di Jepang ada cerita turun temurun bahwa ada kelinci yang tinggal di bulan. Dan ini sebetulnya berasal dari cerita agama Buddha seperti begini:

Dahulu kala kelinci, rubah dan monyet. Suatu hari mereka bertemu seorang kakek tua yang lelah dan kelaparan. Kemudian mereka bertiga mengumpulkan makanan untuk si kakek. Monyet pergi ke gunung dan mengumpulkan buah. Rubah pergi ke sungai dan mengambil ikan. Kelinci mencari dan mencari, tapi tidak mendapat apa-apa. Karena tidak mendapat apa-apa, kelinci kemudian berkata, “Silakan makan saya!”, dan dia terjun ke api, supaya dagingnya bisa dimakan oleh si kakek. Rupanya si kakek adalah Taishakuten, (Shakra, Mahadewa) yang hendak menguji ketiganya. Terharu pada kelinci, Taishakuten mengirim kelinci ke bulan, supaya menjadi teladan semua orang.

Sedih ya… saya juga baru tahu cerita kelinci yang sedalam ini. Tapi kenapa kelinci harus membuat mochi di bulan? Ada versi yang mengatakan bahwa si kelinci membuat mochi untuk si kakek, atau si kelinci tidak akan kelaparan. Tapi yang paling masuk di akal adalah bahwa Festival Mid Autumn itu merayakan panen, yaitu beras. Dan mochi berasal dari beras. Dilambangkanlah beras menjadi mochi dalam legenda turun temurun di masyarakat Jepang.

Kita bisa mengakui bahwa Jepang memang membawa unsur-unsur penting kehidupan manusia dalam kebudayaannya, dan menghargai setiap unsur sebagai suatu hadiah dari alam, jika tidak bisa mereka katakan Tuhan.

Shunbun no hi 春分の日

Dalam bahasa Jepang 春分の日 Shunbun no hi, dari kanjinya terlihat kanji HARU yang artinya musim semi. Tadi pagi waktu saya buka FB ada tulisan “welcome spring”, dan memang secara nyata kita bisa merasakan musim semi semakin mendekat, meskipun Shunbun itu sebetulnya bukan AWAL musim semi. Awal musim semi disebut RISSHUN 立春 yaitu 1 hari sesudah Setsubun. Tepatnya Shunbun ini berada di jam 9 pada kalender tahunan 24 bagian musim. Sering dikatakan bahwa pada Shunbun no hi ini panjang malam dan siangnya sama, meskipun sebetulnya kalau diteliti lebih lanjut, siangnya sedikit lebih panjang dari malam. Shunbun no hi ini dalam bahasa Inggris disebut dengan Equinox Day.

Sebetulnya Equinox ada dua, yaitu pada musim semi Shunbun no hi 春分の日 dan pada musim gugur Shubun no hi 秋分の日. Tanggalnya tidak mungkin tetap tapi berkisar tanggal 20 atau 21 Maret dan 22 atau 23 September, ditetapkan oleh 国立天文台 (Badan Observasi Astronomi Nasional Jepang) pada awal Februari tahun sebelumnya. Nah, hari Shunbun no hi ini menjadi hari libur nasional itu sebetulnya baru-baru saja, yaitu mulai 1948 (Showa 23) yang ditetapkan dalam dengan UU hari libur Jepang (祝日法) dengan tujuan “berterima kasih kepada alam dan mencintai makhluk hidup”.

Shunbun no Hi sering disebut dengan HIGAN 彼岸, istilah dari agama Buddha. Terutama yang sering kita dengar adalah peribahasa berbunyi “Atsusa Samusamo Higan made”  暑さ寒さも彼岸まで, terutama dalam pembicaraan mengenai cuaca. Panaspun Dinginpun (hanya) sampai Higan. Memang biasanya setelah Higan, dinginnya musim dingin dan panasnya musim panas akan berkurang. (Semoga hari ini menjadi puncak dingin terakhir ya… brrrrr)

Nah, kalau setsubun kita melempar kedelai (bukan keledai ya… kegedean 😃) , waktu Higan, orang Jepang merayakan dengan apa? Higan 彼岸, seperti yang saya tulis di atas adalah istilah dalam agama Buddha. Kanji Higan sendiri baru ditempelkan sesudahnya, tapi kata Higan sering diartikan sebagai “dunia lain atau surga”. Jadi dalam agama Buddha Higan dianggap sebagai masa/waktu untuk mendoakan arwah mereka yang sudah meninggal. Dikatakan waktu, karena jika Higan itu adalah Shunbun no Hi (hari ini tanggal 21 Maret 2018), sebetulnya masa mendoakan itu dimulai sejak 3 hari sebelumnya (18 Maret, disebut Higan-iri) sampai 3 hari sesudahnya (disebut Higan-ake).

Pada waktu ini, keluarga Jepang akan “nyekar” mengunjungi makam keluarga, dan mendoakan leluhurnya. Biasanya makam keluarga itu berada dalam kompleks kuil. Begitu datang, ambil ember kayu dan cidukannya, mengisi air dan mulai membasuhi batu nisan. Tidak perlu lagi membersihkan makam dari rumput seperti di Indonesia, karena biasanya sudah bersih. Setelah memberikan air pada batu nisan, menghias makam dengan bunga (biasanya menaruh di jambangan yang ada di kiri-kanan nisan) dan memasang hio (dupa), keluarga akan mengatupkan kedua tangan untuk berdoa.

Selain pergi ke makam, sebetulnya orang Jepang juga mempunyai altar leluhur di rumah masing-masing. Di situ diletakkan sesaji berupa kue manis berbentuk seruni (banyak dijual set kue atau buah khusus untuk Higan), atau Botamochi 牡丹餅 atau kadang juga disebut ohagi お萩. Botamochi dan Ohagi sama bentuk dan rasanya, hanya penamaannya saja yang berbeda. Botamochi untuk Higan musim semi, dan Ohagi untuk Higan musim gugur. Botamochi ini sejenis mochi yang ditutupi dengan tumbukan kacang merah (bisa kasar atau halus). Jadi kalau biasanya pasta kacang merahnya di dalam mochi, untuk Botamochi itu di luar. Rasanya? Enak dan manis 😃 seperti makan nasi ketan 😃

Sebagai penutup tulisan hari ini, saya ingin memperkenalkan satu peribahasa 諺Kotowaza yang memakai kata BOTAMOCHI, yaitu 棚から牡丹餅 (Tana kara botamochi)yang artinya, mendapatkan keuntungan yang tidak terduga-duga. Kalau di peribahasa Indonesianya: “Bagai mendapat durian runtuh”.

Hayoooo…. teman-teman pilih botamochi atau durian? 😃😃😃

Sepertinya kalau benar-benar kejatuhan durian pasti sakit ya? Saya pilih botamochi saja deh, empuk dan enak… apalagi kalau jatuhnya langsung di mulut hehehe.